Menu

Mode Gelap
Keluarga Almarhum Turnip Laporkan Dugaan Perusakan Pagar di Km 15 ke Polisi ‎Bandara Letung Buka Pendaftaran Padat Karya 2026, Warga Ulu Maras Dapat Kesempatan Kerja DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Sepakat Tunda Pengesahan Ranperda LAM hingga Mei Amuk Panipahan, Alamr Siapa yang Terlambat 30 Tahun Otonomi Daerah Satgas Anti-Narkoba Riau Dibentuk, Harapan Baru Lindungi Generasi Muda

Batam

Asam Pedas Satukan Batam: Rekor MURI Warnai Pekan Rasa Melayu di Hotel Santika

badge-check


					Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mencicipi gulai asam pedas pada acara Pekan Rasa Melayu. F: Ist Perbesar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mencicipi gulai asam pedas pada acara Pekan Rasa Melayu. F: Ist

RiauKepri.com, BATAM – Suasana di pelataran Hotel Santika Batam, Jumat (24/10/2025), berubah menjadi panggung kelezatan dan kebanggaan budaya. Dalam semarak peringatan hari ulang tahun ke-3 hotel tersebut, aroma bumbu dan rempah khas Melayu menyeruak, mengiringi momen bersejarah terciptanya rekor baru dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebanyak 1.118 porsi asam pedas dimasak serentak menggunakan cabai merah kering, menjadi simbol perpaduan rasa, tradisi, dan kebersamaan masyarakat Batam.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir dan membuka kegiatan secara resmi, menyebut ajang bertajuk Pekan Rasa Melayu ini bukan sekadar pesta kuliner, tetapi bentuk nyata pelestarian identitas daerah. “Kegiatan ini memperlihatkan bahwa budaya Melayu hidup dan berkembang di Batam, tidak hanya dalam seni dan adat, tapi juga dalam cita rasa,” ujarnya penuh kebanggaan.

Menurut Amsakar, kuliner memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. “Asam pedas bukan hanya makanan, tapi simbol kebersamaan. Dari meja makan, kita belajar mengenal satu sama lain, berbagi rasa, dan membangun kebersamaan,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Di hadapan para tamu dan wisatawan, Amsakar juga membagikan kisah pribadinya tentang kedekatan dengan kuliner tersebut. “Setiap kali pulang kampung, saya selalu mencari asam pedas. Rasanya punya nostalgia tersendiri, mengingatkan pada rumah dan keluarga,” ungkapnya dengan nada haru.

Ia berharap, kegiatan serupa terus digelar agar kekayaan kuliner Melayu semakin dikenal luas, baik di kancah nasional maupun internasional. “Kita ingin Batam dikenal bukan hanya sebagai kota industri, tapi juga sebagai kota budaya dan rasa. Melalui kuliner, kita promosikan jati diri daerah,” ucapnya.

Selain memperkuat nilai budaya, Pekan Rasa Melayu juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Kegiatan ini melibatkan pelaku UMKM, pengrajin, hingga komunitas kuliner yang menampilkan produk lokal unggulan. “Dampaknya nyata, mulai dari peningkatan penjualan, promosi pariwisata, hingga memperluas jaringan usaha,” tutur Amsakar.

Hotel Santika Batam sebagai tuan rumah menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk kontribusi sektor perhotelan terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Manajemen hotel menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan yang bernuansa lokal dan berkelanjutan.

Di sela acara, para pengunjung tampak antusias menikmati beragam sajian Melayu lainnya seperti otak-otak, laksa, dan nasi lemak. Iringan musik tradisional dan tarian Zapin menambah hangat suasana, mempertegas bahwa kuliner dan seni adalah dua sisi yang tak terpisahkan dari kebudayaan Melayu.

“Event seperti ini membangkitkan rasa bangga sebagai orang Melayu dan warga Batam,” ujar salah satu pengunjung, Rahma, sembari menikmati asam pedas yang baru dihidangkan.

Bagi Amsakar, Pekan Rasa Melayu adalah contoh nyata sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Kalau kita terus bersatu seperti ini, saya yakin Batam akan semakin dikenal dunia. Bukan hanya karena industrinya, tapi juga karena budayanya yang kaya dan membumi,” pungkasnya.

Dengan rekor MURI yang tercipta, Pekan Rasa Melayu bukan sekadar perayaan ulang tahun hotel, melainkan momentum untuk meneguhkan Batam sebagai kota rasa dan budaya — tempat di mana kuliner menjadi bahasa universal yang menyatukan perbedaan. (RK6)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Sepakat Tunda Pengesahan Ranperda LAM hingga Mei

25 April 2026 - 13:43 WIB

477 Personel Polda Kepri Dimutasi, Rotasi Jabatan untuk Penyegaran dan Peningkatan Kinerja

24 April 2026 - 18:39 WIB

Jaga Marwah Organisasi, PWI Kepri Minta DK Evaluasi Legalitas Anggota di Wadah KJK

24 April 2026 - 14:45 WIB

DPRD Kota Batam Terima Kunjungan Edukasi Siswa Kelas VI SDIT Tunas Cendekia

24 April 2026 - 07:06 WIB

Pansus DPRD Kota Batam Finalisasi Ranperda LAM, Siap Dibawa ke Paripurna

23 April 2026 - 20:38 WIB

Trending di Batam