RiauKepri.com, BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas dan kebersihan makanan untuk siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, saat meninjau Sentra Penyediaan dan Pengolahan Gizi (SPPG) Berkah Sejahtera di Kampung Jawa, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (6/11).
Dalam kunjungan tersebut, Sekda menekankan pentingnya penerapan pengawasan mutu (quality control) yang ketat di setiap tahapan penyediaan bahan pangan. Menurutnya, konsistensi terhadap standar kelayakan bahan makanan menjadi faktor kunci dalam menjamin keamanan pangan bagi para siswa.
“Quality control harus benar-benar dijaga dan ditonjolkan. Bila ada bahan dari suplier yang tidak sesuai standar, harus segera direject, jangan digunakan,” tegas Ronny.
Selain soal mutu, Ronny juga menyoroti aspek kebersihan dan efisiensi di area dapur SPPG. Ia mengarahkan agar sarana pendukung, seperti tempat pencucian alat makan yang masih berada di luar area utama, segera diperbaiki atau dipindahkan agar lebih higienis dan efisien.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan limbah dapur harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Untuk itu, Sekda mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Pengolahan limbah juga harus diperhatikan dengan serius. Jangan sampai sisa makanan atau air bekas cucian mencemari lingkungan. Kami rekomendasikan agar ada kolaborasi dengan DLH dan Dinkes supaya pengelolaan limbah sesuai standar,” ujarnya.
Menanggapi isu beras berulat yang sempat beredar sebelumnya, Ronny menegaskan bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan dan berasal dari kesalahan pihak pemasok. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, pelaksanaan MBG di SPPG Berkah Sejahtera kini berjalan sesuai SOP dengan peningkatan signifikan pada aspek mutu dan kebersihan.
Sekda juga memberikan apresiasi kepada pengelola SPPG yang telah berupaya menjaga kualitas layanan. Ia berharap semangat menjaga standar higienitas dan manajemen limbah dapat diterapkan di seluruh sentra pengolahan gizi di Kabupaten Bintan.
“Kita ingin seluruh SPPG di Bintan menjadi contoh dalam penyediaan makanan bergizi yang aman, bersih, dan ramah lingkungan. Ini penting agar program MBG benar-benar memberi manfaat optimal bagi anak-anak penerima,” tutupnya. (RK9)








