RiauKepri.com, ANAMBAS – Upaya pencarian terhadap Anak Buah Kapal (ABK) KM Antena bernama Helmi (28), warga Tanjungbalai, Sumatra Utara, yang hilang di perairan Penanan Kuala Maras sejak Kamis siang, 13 November 2025, masih belum membuahkan hasil. Hingga Jumat sore, seluruh unsur yang terlibat belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi terdiri dari Basarnas Natuna Unit Pos Letung, BPBD Jemaja Timur, Pos AL Letung, Koramil Letung, Polsek Jemaja, serta Pemerintah Desa Kuala Maras bersama warga setempat. Mereka melakukan penyisiran intensif di area yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban dari kapal.
Pencarian dilakukan melalui jalur laut dengan menyisir sejumlah titik yang diyakini menjadi posisi terakhir korban terlihat. Namun, medan pencarian tak mudah dihadapi tim. Cuaca yang kurang bersahabat membuat proses penyisiran beberapa kali terhambat.
Pada saat pencarian berlangsung, kondisi angin laut berhembus cukup kencang disertai gelombang tinggi. Situasi ini membuat pergerakan tim di laut tidak maksimal dan menyulitkan mereka untuk menjangkau area-area yang lebih jauh.
Berdasarkan data cuaca pada Jumat, 14 November 2025, wilayah Jemaja Timur diguyur hujan intensitas sedang dengan suhu berkisar 26–28°C. Kecepatan angin mencapai 10–14 knot dari arah utara, sementara tinggi gelombang berada di kisaran 1,5 hingga 1,75 meter.
Meski kondisi alam tidak mendukung, tim gabungan tetap melanjutkan pencarian. Mereka menyisir jalur pesisir dari Kuala Maras hingga perairan Penanan dan Pulau Ayam. Harapannya, korban dapat ditemukan baik di sekitar pantai maupun di area laut yang lebih terbuka.
Di lapangan, sedikitnya empat pompong milik nelayan Kuala Maras dan Ulu Maras dikerahkan untuk membantu pencarian. Selain itu, satu kapal pukat mayang juga turut ikut serta memperluas area penyisiran di lautan sekitar.
Operasi pencarian pada Jumat dimulai sekitar pukul 09.00 WIB yang ditandai dengan keberangkatan tim dari Pelabuhan Perikanan Kuala Maras. Setelah hampir enam jam melakukan penyisiran, rombongan kembali ke pelabuhan pada pukul 15.00 WIB.
Sebelum tim SAR turun mencari, nakhoda KM Antena juga sempat melakukan upaya pencarian mandiri pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB. Kapal tersebut menyusuri perairan Kuala Maras untuk mencari keberadaan Helmi, namun hasilnya tetap nihil.
Hilangnya Helmi pertama kali diketahui saat KM Antena hendak keluar dari Teluk Kuala Maras untuk menjaring ikan. Sesampainya di titik tujuan, salah satu ABK menyadari bahwa Helmi tidak berada di antara mereka, sehingga diduga ia terjatuh saat kapal melintas di teluk.
Mario, Humas Basarnas Natuna, menyampaikan bahwa pencarian hari pertama belum menunjukkan hasil apa pun. Tim SAR gabungan harus bekerja ekstra hati-hati karena kondisi laut yang cukup ekstrem sejak pagi hingga sore.
Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu pagi, 15 November 2025. Tim berharap kondisi cuaca lebih kondusif agar upaya menemukan korban dapat dilakukan dengan jangkauan lebih luas dan efektif. (RK15)







