Menu

Mode Gelap
Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah

Riau

5 Anak Suku Talang Mamak Meninggal Karena ISPA, Warga Pedalaman Inhu Ketakutan

badge-check

Aparat enaga kesehatan, dan tim Kementerian Kesehatan memberi pengobatan kepada masyarakat Suku Takang Mamak. (Foto: ist) Perbesar

Aparat enaga kesehatan, dan tim Kementerian Kesehatan memberi pengobatan kepada masyarakat Suku Takang Mamak. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Suasana duka menyelikuti di antara rumah-rumah kayu Suku Talang Mamak, Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Beberapa minggu lalu, lima anak masih terlihat bermain di halaman kampung namun kini telah tiada, meninggal akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang merebak cepat di pedalaman itu.

Di antara keluarga yang berduka, cerita tentang anak-anak yang mulai demam, batuk, lalu melemah dalam hitungan hari kini menjadi ketakutan bersama. Mereka adalah Ira, Riki, Itar, Andra, dan Dinda, lima nama kecil yang kehilangan masa depannya sebelum sempat tumbuh besar.

Kapolsek Batang Gansal, Iptu Agus Ferinaldi, membenarkan bahwa kejadian ini telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). “Ya benar. Ada 5 orang yang meninggal dunia,” ujar Agus, Sabtu (15/11/2025).

Ira mulai sakit pada 26 Oktober dan meninggal tiga hari setelahnya. Riki jatuh sakit sejak 8 Oktober. Itar dan Andra tidak diketahui sejak kapan mulai sakit, namun keduanya meninggal pada Oktober, dengan Andra berpulang pada 28 Oktober. Dinda, yang sempat dibawa keluarganya untuk berobat, mulai sakit 16 Oktober dan meninggal 2 November 2025.

“Semua korban meninggal dunia adalah anak-anak,” kata Agus, pelan.

Menurutnya, warga yang tersisa kini banyak yang menunjukkan gejala serupa, demam, batuk, pilek, mual, dan hilang selera makan. Anak-anak tampak lemah, sementara orangtua mereka kebingungan karena terbatasnya akses kesehatan dan fasilitas sanitasi.

“Kami turun bersama mencegah penularan ISPA,” ujar Agus. Petugas kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, dan tim Kementerian Kesehatan mendatangi rumah-rumah warga, memberikan obat-obatan, oksigen, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Petugas juga melakukan inspeksi sanitasi lingkungan serta pemeriksaan door to door.

Tim kesehatan mengambil spesimen swab dan dahak dari 21 warga untuk penyelidikan epidemiologi lebih lanjut. Bantuan berupa oksigen konsentrator serta makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil turut disalurkan. Pengecekan kesehatan disebut telah dilakukan sejak 3 Oktober 2025.

Namun bagi keluarga korban, semua upaya itu datang setelah kehilangan. Di dusun terpencil itu, tempat akses kesehatan masih bergantung pada perjalanan jauh menembus hutan, kabar kematian beruntun membuat warga resah. Banyak orangtua kini berjaga sepanjang malam memantau anak mereka yang batuk dan demam, takut kehilangan lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu, Sandra, enggan memberikan respons terkait KLB ini ketika dihubungi media.

Warga Dusun Datai kini hanya berharap wabah segera mereda. Di tengah kabut duka, mereka menunggu kepastian: bahwa anak-anak mereka yang masih hidup bisa diselamatkan sebelum terlambat. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau