Menu

Mode Gelap
Upaya Pemkab Siak Menghadirkan Listrik ke Pelosok Mulai Berbuah Hasil BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan, Banjir Berangsur Surut Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang Intelektualitas Tanpa Etika Cuaca Kepri Senin, 19 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Riau

5 Anak Suku Talang Mamak Meninggal Karena ISPA, Warga Pedalaman Inhu Ketakutan

badge-check


					Aparat enaga kesehatan, dan tim Kementerian Kesehatan memberi pengobatan kepada masyarakat Suku Takang Mamak. (Foto: ist) Perbesar

Aparat enaga kesehatan, dan tim Kementerian Kesehatan memberi pengobatan kepada masyarakat Suku Takang Mamak. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Suasana duka menyelikuti di antara rumah-rumah kayu Suku Talang Mamak, Dusun Datai, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Beberapa minggu lalu, lima anak masih terlihat bermain di halaman kampung namun kini telah tiada, meninggal akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang merebak cepat di pedalaman itu.

Di antara keluarga yang berduka, cerita tentang anak-anak yang mulai demam, batuk, lalu melemah dalam hitungan hari kini menjadi ketakutan bersama. Mereka adalah Ira, Riki, Itar, Andra, dan Dinda, lima nama kecil yang kehilangan masa depannya sebelum sempat tumbuh besar.

Kapolsek Batang Gansal, Iptu Agus Ferinaldi, membenarkan bahwa kejadian ini telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). “Ya benar. Ada 5 orang yang meninggal dunia,” ujar Agus, Sabtu (15/11/2025).

Ira mulai sakit pada 26 Oktober dan meninggal tiga hari setelahnya. Riki jatuh sakit sejak 8 Oktober. Itar dan Andra tidak diketahui sejak kapan mulai sakit, namun keduanya meninggal pada Oktober, dengan Andra berpulang pada 28 Oktober. Dinda, yang sempat dibawa keluarganya untuk berobat, mulai sakit 16 Oktober dan meninggal 2 November 2025.

“Semua korban meninggal dunia adalah anak-anak,” kata Agus, pelan.

Menurutnya, warga yang tersisa kini banyak yang menunjukkan gejala serupa, demam, batuk, pilek, mual, dan hilang selera makan. Anak-anak tampak lemah, sementara orangtua mereka kebingungan karena terbatasnya akses kesehatan dan fasilitas sanitasi.

“Kami turun bersama mencegah penularan ISPA,” ujar Agus. Petugas kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, dan tim Kementerian Kesehatan mendatangi rumah-rumah warga, memberikan obat-obatan, oksigen, serta edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Petugas juga melakukan inspeksi sanitasi lingkungan serta pemeriksaan door to door.

Tim kesehatan mengambil spesimen swab dan dahak dari 21 warga untuk penyelidikan epidemiologi lebih lanjut. Bantuan berupa oksigen konsentrator serta makanan tambahan untuk bayi dan ibu hamil turut disalurkan. Pengecekan kesehatan disebut telah dilakukan sejak 3 Oktober 2025.

Namun bagi keluarga korban, semua upaya itu datang setelah kehilangan. Di dusun terpencil itu, tempat akses kesehatan masih bergantung pada perjalanan jauh menembus hutan, kabar kematian beruntun membuat warga resah. Banyak orangtua kini berjaga sepanjang malam memantau anak mereka yang batuk dan demam, takut kehilangan lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu, Sandra, enggan memberikan respons terkait KLB ini ketika dihubungi media.

Warga Dusun Datai kini hanya berharap wabah segera mereda. Di tengah kabut duka, mereka menunggu kepastian: bahwa anak-anak mereka yang masih hidup bisa diselamatkan sebelum terlambat. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Selamatkan Ribuan Honorer Non ASN, Ini Langkah Terukur dari Pemkab Siak

18 Januari 2026 - 17:36 WIB

K.H. Muhammad Mursyid Hadiri Milad Muhammadiyah ke-113 di Kuok, Tekankan Pentingnya Ukhuwah dan Peran Ormas untuk Kemajuan Daerah

18 Januari 2026 - 14:30 WIB

Menampi Dedap

18 Januari 2026 - 09:43 WIB

Siak Terima Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes RI

18 Januari 2026 - 06:02 WIB

Pulau Terubuk Bersholawat Bersempena Haul Raja Kecik Berjalan Khidmat

17 Januari 2026 - 23:39 WIB

Trending di Bengkalis