Menu

Mode Gelap
Pasar Sosial Tetti Amalia Apresiasi Penanaman Jagung Serentak Polsek Jemaja, Perkuat Kemandirian Pangan Daerah Matangkan Persiapan Porprov Kepri 2026, Tarung Derajat Anambas Pasang Target Tiga Emas Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Jemaja Tanam Jagung di Lahan Petani Bukit Padi Foto Wajah LCM di Labeli BLACK LIST di Pintu Masuk THM, Timbulkan Pertanyaan Soal Hak Privasi Prakiraan Cuaca Kepri Ahad 7 Juni 2026: Tanjungpinang hingga Batam Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah

Siak

Susur Sejarah Wisata Heritage: Mengalir Menyusuri Kisah Siak Lewat Jejak Bangunan dan Makan Beghanyut

badge-check


					Perhelatan Julang Budaya Siak 2025. F: Ist Perbesar

Perhelatan Julang Budaya Siak 2025. F: Ist

RiauKepri.com, SIAK– Di antara riak tenang Sungai Siak dan megahnya bangunan peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura, para peserta Susur Sejarah terlihat larut dalam pengalaman yang bukan sekadar wisata. Kegiatan yang menjadi rangkaian Julang Budaya Siak 2025 ini menghadirkan cara baru menikmati sejarah, bukan hanya dengan membaca, tetapi dengan merasakan langsung denyut masa lampau melalui perjalanan kaki, cerita, dan tradisi makan beghanyut di sungai.

Program yang digagas Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Kepulauan Riau ini mengajak peserta menyusuri berbagai bangunan heritage sembari mengenal konteks sejarahnya. Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak, Irham Temas, mengatakan pengalaman langsung seperti ini akan meninggalkan jejak pemahaman yang lebih kuat. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mendalam tentang sejarah masa lalu, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan Siak yang luar biasa,” ujarnya.

Irham menegaskan bahwa tantangan zaman membuat literasi sejarah semakin penting. Ia berharap generasi masa kini tidak kehilangan hubungan dengan akar budaya daerahnya. “Kami ingin generasi saat ini tahu bahwa ada sejarah besar di daerahnya yang tak boleh hilang,” katanya.

Bagi peserta, kegiatan ini tidak hanya membuka ruang belajar, tetapi juga membuka ruang rasa. Yudi Satrio Wibowo, peserta asal Pekanbaru, mengaku baru kali ini dapat memahami sejarah Siak sedalam itu. “Saya sebelumnya hanya mengenal Istana Siak saja. Ternyata banyak peninggalan lain, baik dari Kerajaan Siak maupun Belanda. Belajar langsung di lokasi membuat semuanya lebih masuk di kepala,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari May, konten kreator asal Siak. Ia merasa bisa menangkap makna sejarah lebih utuh ketika mendengarnya langsung dari para ahli. “Saya ikut karena ingin tahu lebih detail dan mendengar sejarah yang sebenarnya dari pemandunya. Itu membuat saya semakin bangga dengan daerah sendiri,” katanya. Wanda, peserta dari Koto Gasib, melihat kegiatan ini juga relevan di era digital. “Unggahan video bisa mengenalkan Siak lebih luas. Harapannya, cerita sejarah ini bisa tersebar hingga mancanegara,” tuturnya.

Peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, pelajar, mahasiswa, ASN, masyarakat, hingga penggiat media sosial, diajak menjelajahi satu per satu bangunan heritage. Mereka mendengarkan penjelasan sejarah dari TACB dan panitia sambil mengamati detail arsitektur dan nilai masa lampau di Museum Balairung Sri, Kutab, Istana Siak, Kelenteng, Tangsi Belanda di Benteng Hulu, hingga menyusuri sungai untuk melihat peradaban jalur air Siak. Pengalaman ditutup dengan makan beghanyut, tradisi yang membuat sejarah terasa hidup kembali. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

APKASINDO Apresiasi Afni, Annisa dan Zukri, Perjuangan Kepala Daerah Dongkrak Harga TBS Petani

5 Juni 2026 - 22:16 WIB

BSP Siap Dukung Normalisasi Kanal untuk Penanganan Banjir di Jalur Siak–Buton

5 Juni 2026 - 16:10 WIB

Setahun Menjabat, Afni-Syamsurizal Benahi BUMD, Bangun Jalan ke Pelosok dan Cicil Utang Rp231,7 Miliar

4 Juni 2026 - 16:12 WIB

Setelah Menanti 20 Tahun, Warga Balaikayang Siak Terima Sertifikat Hak Milik

4 Juni 2026 - 14:13 WIB

Kritisi DBH Migas, Bupati Siak: Daerah Membantu Subsidi Energi Nasional, Tapi Fiskal Tidak Proporsional

3 Juni 2026 - 16:00 WIB

Trending di Siak