Menu

Mode Gelap
Anambas Masuk Program Reaktivasi Internet BAKTI, 17 Lokasi Strategis Segera Terlayani Prakiraan Cuaca Jumat 23 Januari 2026: Mayoritas Wilayah Kepri Berawan, Sejumlah Titik Berpeluang Hujan Ringan Revitalisasi Pasar dan Tol Laut Jadi Fokus Audiensi Pemkab Anambas dengan Kemendag RI Respons Cepat Polisi Cegah Karhutla Meluas, Kebakaran Semak di Nongsa Berhasil Dikendalikan Dari Malaysia ke Riau, Mahasiswa UKM Merajut Silaturahmi Serumpun di LAMR SF Hariyanto Vs Ida: Jurus Terbuka di Gelanggang Kewenangan

Siak

Susur Sejarah Wisata Heritage: Mengalir Menyusuri Kisah Siak Lewat Jejak Bangunan dan Makan Beghanyut

badge-check


					Perhelatan Julang Budaya Siak 2025. F: Ist Perbesar

Perhelatan Julang Budaya Siak 2025. F: Ist

RiauKepri.com, SIAK– Di antara riak tenang Sungai Siak dan megahnya bangunan peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura, para peserta Susur Sejarah terlihat larut dalam pengalaman yang bukan sekadar wisata. Kegiatan yang menjadi rangkaian Julang Budaya Siak 2025 ini menghadirkan cara baru menikmati sejarah, bukan hanya dengan membaca, tetapi dengan merasakan langsung denyut masa lampau melalui perjalanan kaki, cerita, dan tradisi makan beghanyut di sungai.

Program yang digagas Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Kepulauan Riau ini mengajak peserta menyusuri berbagai bangunan heritage sembari mengenal konteks sejarahnya. Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak, Irham Temas, mengatakan pengalaman langsung seperti ini akan meninggalkan jejak pemahaman yang lebih kuat. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mendalam tentang sejarah masa lalu, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan Siak yang luar biasa,” ujarnya.

Irham menegaskan bahwa tantangan zaman membuat literasi sejarah semakin penting. Ia berharap generasi masa kini tidak kehilangan hubungan dengan akar budaya daerahnya. “Kami ingin generasi saat ini tahu bahwa ada sejarah besar di daerahnya yang tak boleh hilang,” katanya.

Bagi peserta, kegiatan ini tidak hanya membuka ruang belajar, tetapi juga membuka ruang rasa. Yudi Satrio Wibowo, peserta asal Pekanbaru, mengaku baru kali ini dapat memahami sejarah Siak sedalam itu. “Saya sebelumnya hanya mengenal Istana Siak saja. Ternyata banyak peninggalan lain, baik dari Kerajaan Siak maupun Belanda. Belajar langsung di lokasi membuat semuanya lebih masuk di kepala,” ujarnya.

Cerita serupa datang dari May, konten kreator asal Siak. Ia merasa bisa menangkap makna sejarah lebih utuh ketika mendengarnya langsung dari para ahli. “Saya ikut karena ingin tahu lebih detail dan mendengar sejarah yang sebenarnya dari pemandunya. Itu membuat saya semakin bangga dengan daerah sendiri,” katanya. Wanda, peserta dari Koto Gasib, melihat kegiatan ini juga relevan di era digital. “Unggahan video bisa mengenalkan Siak lebih luas. Harapannya, cerita sejarah ini bisa tersebar hingga mancanegara,” tuturnya.

Peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, pelajar, mahasiswa, ASN, masyarakat, hingga penggiat media sosial, diajak menjelajahi satu per satu bangunan heritage. Mereka mendengarkan penjelasan sejarah dari TACB dan panitia sambil mengamati detail arsitektur dan nilai masa lampau di Museum Balairung Sri, Kutab, Istana Siak, Kelenteng, Tangsi Belanda di Benteng Hulu, hingga menyusuri sungai untuk melihat peradaban jalur air Siak. Pengalaman ditutup dengan makan beghanyut, tradisi yang membuat sejarah terasa hidup kembali. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pastikan Hak Pegawai Terpenuhi, Bupati Afni Awasi Pencairan TPP Pasca SOTK Baru

22 Januari 2026 - 13:07 WIB

Bupati Afni Tegaskan Pelayanan Honorer Non Database Harus Bebas Pungli

22 Januari 2026 - 10:09 WIB

Air PAM Tersendat, Bupati Siak Ungkap Ada Perusakan Sengaja di Tiga Titik

22 Januari 2026 - 09:36 WIB

Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen

21 Januari 2026 - 20:40 WIB

DBH Sawit Siak 2026 Hanya Rp7,5 Miliar, Bupati Afni Suarakan Ketimpangan di APKASI

20 Januari 2026 - 07:59 WIB

Trending di Pekanbaru