Menu

Otomatis
Breaking News

Riau

Agar Sawah tak Menjerit Haus, Bupati Afni Gaungkan Satgas Bersama untuk Petani Siak

badge-check

Bupati Afni saat meninjau mesin air yang rusak (atas), dan sawah yang kering. (Foto: ist) Perbesar

Bupati Afni saat meninjau mesin air yang rusak (atas), dan sawah yang kering. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK– Ribuan hektare sawah di Kabupaten Siak setiap tahun menjerit kehausan. Air yang semestinya mengalir menurut takdirnya justru tersesat di antara kanal-kanal buatan, membuat petani hanya bisa menunggu enam bulan hingga musim hujan datang, barulah padi di Negeri Istana itu kembali melambai-lambai.

Ketersediaan air ini kembali menjadi sungot utama para petani di Kecamatan Bungaraya, Sabak Auh, hingga beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Siak. Ribuan hektare sawah di daerah tersebut kerap mengalami kekeringan karena aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya, imbas dari banyaknya kanal baru yang muncul akibat berlapis-lapis izin HTI dan HGU di sekitar lahan pertanian.

Menanggapi kondisi itu, Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, turun langsung ke lapangan. Bupati perempuan pertama di negeri istana itu mengatakan, perlunya solusi permanen agar persoalan air tidak terus berulang setiap tahun.

“Ratusan bahkan ribuan kanal baru mengelilingi lahan pertanian. Aliran air jadi tak sesuai takdirnya mengalir dari atas ke bawah. Ini harus kita selesaikan bersama-sama, bukan tiap tahun masalahnya itu-itu saja,” ujar Afni saat meninjau lokasi, akhir pekan lalu.

Terkait hal ini, Afni langsung menginstruksikan digelarnya rapat dan zoom meeting dengan seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan pemilik kawasan. Dari pertemuan itu, pemerintah daerah akan mendorong lahirnya Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan Satgas Bersama untuk pengelolaan air.

“Ketika petani membutuhkan air, tanggul harus bisa dibuka. Jangan sampai kebun padi warga kembali kekeringan,” tegasnya.

Mantan wartawan itu sempat menjelaskan, dengan adanya Satgas Bersama petani tidak lagi harus menunggu hingga enam bulan atau menunggu musim hujan untuk mendapat pengairan.

Saat berada di area persawahan, Afni juga menemukan salah satu mesin air yang rusak. Beliau langsung memerintahkan bawahannya untuk segera melakukan perbaikan.

Dalam kunjungannya itu, Afni sempat berbincang dengan seorang petani. Ketika ditanya kapan air biasanya tersedia, sang petani hanya menjawab singkat, “Tunggu enam bulan.”

Jawaban itu, kata Afni, menjadi pengingat bahwa pemerintah harus hadir lebih cepat. “Ini tentang hajat hidup petani. Air adalah nyawa sawah mereka,” ujarnya.

Satgas Bersama diharapkan dapat memastikan aliran air kembali mengalir ke sawah sesuai kebutuhan, sehingga produktivitas pertanian di Siak tetap terjaga. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Pemimpin Nyanyuk

5 Sep 2026 - 07:48 WIB

Pemimpin Nyanyuk

Bupati Afni Ikut KPPD Lemhannas Angkatan IV, Satu-satunya Kepala Daerah dari Riau

3 Sep 2026 - 10:21 WIB

Bupati Afni Ikut KPPD Lemhannas Angkatan IV, Satu-satunya Kepala Daerah dari Riau

Program BSP Peduli: Salurkan 20 Ribu Masker untuk Masyarakat

3 Sep 2026 - 09:08 WIB

Program BSP Peduli: Salurkan 20 Ribu Masker untuk Masyarakat

Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja

2 Sep 2026 - 08:48 WIB

Lantik 83 Pejabat, Bupati Siak Afni: Jangan Cari Muka, Promosi Berdasarkan Kinerja

Bupati Siak Minta Pembenahan RSUD Tengku Rafi’an Dikebut

1 Sep 2026 - 19:52 WIB

Bupati Siak Minta Pembenahan RSUD Tengku Rafi’an Dikebut
Trending di Siak