Menu

Mode Gelap
Laos Menuju ASEAN Tahun 2045 BRK Syariah Bengkalis Dukung Semangat Kebersamaan pada Senam Bersama Hari Jadi ke-514 Kabupaten Bengkalis Kunjungan Kerja Seskoau ke LAMR Bahas Ketahanan Energi Nasional Berbasis Nilai-Nilai Kejuangan Polres Bengkalis Ungkap Kasus Dugaan Peredaran Sabu di Bengkalis, Satu Orang Diamankan Polsek Pinggir Gagalkan Peredaran Sabu, Pengedar Diamankan dengan Barang Bukti 1,96 Gram Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bengkalis, Polres Tegaskan Komitmen Dukung Program P4GN

Riau

Agar Sawah tak Menjerit Haus, Bupati Afni Gaungkan Satgas Bersama untuk Petani Siak

badge-check

Bupati Afni saat meninjau mesin air yang rusak (atas), dan sawah yang kering. (Foto: ist) Perbesar

Bupati Afni saat meninjau mesin air yang rusak (atas), dan sawah yang kering. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK– Ribuan hektare sawah di Kabupaten Siak setiap tahun menjerit kehausan. Air yang semestinya mengalir menurut takdirnya justru tersesat di antara kanal-kanal buatan, membuat petani hanya bisa menunggu enam bulan hingga musim hujan datang, barulah padi di Negeri Istana itu kembali melambai-lambai.

Ketersediaan air ini kembali menjadi sungot utama para petani di Kecamatan Bungaraya, Sabak Auh, hingga beberapa wilayah lainnya di Kabupaten Siak. Ribuan hektare sawah di daerah tersebut kerap mengalami kekeringan karena aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya, imbas dari banyaknya kanal baru yang muncul akibat berlapis-lapis izin HTI dan HGU di sekitar lahan pertanian.

Menanggapi kondisi itu, Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, turun langsung ke lapangan. Bupati perempuan pertama di negeri istana itu mengatakan, perlunya solusi permanen agar persoalan air tidak terus berulang setiap tahun.

“Ratusan bahkan ribuan kanal baru mengelilingi lahan pertanian. Aliran air jadi tak sesuai takdirnya mengalir dari atas ke bawah. Ini harus kita selesaikan bersama-sama, bukan tiap tahun masalahnya itu-itu saja,” ujar Afni saat meninjau lokasi, akhir pekan lalu.

Terkait hal ini, Afni langsung menginstruksikan digelarnya rapat dan zoom meeting dengan seluruh pihak terkait, termasuk perusahaan pemilik kawasan. Dari pertemuan itu, pemerintah daerah akan mendorong lahirnya Nota Kesepahaman (MoU) pembentukan Satgas Bersama untuk pengelolaan air.

“Ketika petani membutuhkan air, tanggul harus bisa dibuka. Jangan sampai kebun padi warga kembali kekeringan,” tegasnya.

Mantan wartawan itu sempat menjelaskan, dengan adanya Satgas Bersama petani tidak lagi harus menunggu hingga enam bulan atau menunggu musim hujan untuk mendapat pengairan.

Saat berada di area persawahan, Afni juga menemukan salah satu mesin air yang rusak. Beliau langsung memerintahkan bawahannya untuk segera melakukan perbaikan.

Dalam kunjungannya itu, Afni sempat berbincang dengan seorang petani. Ketika ditanya kapan air biasanya tersedia, sang petani hanya menjawab singkat, “Tunggu enam bulan.”

Jawaban itu, kata Afni, menjadi pengingat bahwa pemerintah harus hadir lebih cepat. “Ini tentang hajat hidup petani. Air adalah nyawa sawah mereka,” ujarnya.

Satgas Bersama diharapkan dapat memastikan aliran air kembali mengalir ke sawah sesuai kebutuhan, sehingga produktivitas pertanian di Siak tetap terjaga. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau