RiauKepri, SYDNEY — Insiden penembakan yang membabi-buta menewaskan lebih 10 orang di Pantai Bondi, Sydney, Ahad (14/12) waktu setempat. Selain korban tewas, 12 turis lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan.
Sebagaimana digambar berbagai media, pantai Bondi yang biasanya dipadati wisatawan mendadak berubah menjadi lokasi evakuasi darurat. Polisi New South Wales langsung mengamankan area dan mengerahkan petugas medis untuk menyelamatkan korban. Sejumlah orang terlihat berlarian menyelamatkan diri saat suara tembakan dan sirene terdengar di sepanjang pantai.
Kepolisian menyatakan telah menahan dua orang untuk dimintai keterangan. Salah satu korban tewas diduga merupakan pelaku, namun hingga kini aparat belum memberikan konfirmasi resmi terkait identitas maupun motif penembakan tersebut.
Seorang wisatawan asal Inggris mengaku menyaksikan situasi mencekam sesaat setelah tembakan terdengar. Ia menyebut melihat dua orang berpakaian hitam membawa senjata api di sekitar lokasi kejadian.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa aparat keamanan dan petugas tanggap darurat telah bertindak cepat untuk melindungi warga dan meminimalkan jumlah korban.
“Ini adalah peristiwa yang mengejutkan dan sangat menyedihkan. Pikiran saya bersama semua pihak yang terdampak,” ujar Albanese, seraya mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan pihak kepolisian.
Insiden ini terjadi di tengah adanya kegiatan perayaan Hanukkah di kawasan Pantai Bondi. Meski demikian, otoritas Australia masih melakukan penyelidikan mendalam dan belum menarik kesimpulan terkait latar belakang maupun unsur ideologis dalam penembakan tersebut.
Respons solidaritas pun datang dari berbagai komunitas. Organisasi Muslim terbesar di Australia, Australian National Imams Council, mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga.
“Momen ini menjadi panggilan bagi seluruh warga Australia untuk bersatu dalam empati, solidaritas, dan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan,” demikian pernyataan organisasi tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi, sementara keamanan di sekitar Pantai Bondi diperketat untuk mencegah insiden lanjutan. (*)







