RiauKepri.com, SIAK– Bupati Siak Afni Zulkifli meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (18/12/2025). Warga sangat senang kehadiran pemimpinnya di tengah-tengah masyarakat dan menilai ini adalah bentuk kecintaan pemimpin terhadap masyarakat.
Kunjungan Bupati Afni tersebut, dilakukan untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan banjir berjalan di lapangan. Sehingga kehadiran Bupati Siak disambut hangat masyarakat terdampak, khususnya warga yang bermukim di Jalan Duku, Kampung Mengkapan.
Salah seorang warga, Sujarwo (65), menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah musibah yang mereka alami.
“Sebagai warga saya pribadi senang. Ketika masyarakat mengalami musibah, Bupati langsung yang turun menemui korban banjir. Ini bukti bentuk kecintaan Ibu Afni kepada masyarakat Siak. Tidak penting apa yang dibawa, perhatian beliau sudah cukup,” ujar Sujarwo.
Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, dirinya telah memerintahkan seluruh jajaran, khususnya para asisten dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD), untuk turun langsung ke kecamatan-kecamatan yang terdampak banjir.
“Saya sudah intruksikan seluruh jajaran, termasuk eselon, untuk turun ke semua kecamatan terdampak banjir. Walaupun tidak banyak yang bisa kita berikan, minimal kita hadir dan mendengarkan keluh kesah masyarakat,” kata Afni.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Siak itu juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, terutama perusahaan yang beroperasi di wilayah Mengkapan, untuk berkolaborasi dalam mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir.
“Dalam beberapa hari ke depan kita akan cari waktu secepatnya untuk rapat bersama. Perusahaan-perusahaan harus hadir agar bisa saling membantu. Kasihan masyarakat kalau setiap banjir harus terus seperti ini,” ujarnya.
Camat Sungai Apit,
Tengku Mukhtasar, S.Sos., M.Si., saat mendampingi Bupati Afni, menjelaskan, bahwa penyebab banjir karena meluapnya air Sungai Mengkapan dan Sungai Kancing. Kedua sungai ini terjadi pendangkalan, karenanya perlu dinormalisasi. “Selain itu karena curah hujan yang tinggi kanal milik perusahaan airnya melimpah hingga menambas meluasnya banjir,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan di lapangan, banjir di Kilometer 9 RT 10 Jalan Duku Kampung Mengkapan disebabkan oleh curah hujan tinggi yang disertai pasang air Sungai Mengkapan. Kondisi tersebut diperparah dengan tersumbatnya aliran sungai sehingga air meluap ke permukiman warga.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan air. Apabila air memasuki rumah, warga diminta segera mengungsi dan melaporkan kondisi tersebut kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Siak.
Saat ini, penanganan penyebab banjir berupa pembersihan alur sungai belum dapat dilakukan karena kondisi air yang masih menggenangi area kiri dan kanan sungai. Pekerjaan pembersihan direncanakan pada 2026, setelah dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) rampung oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Siak, dengan menggunakan alat amfibi long arm.
Banjir tersebut berdampak pada satu unit fasilitas pendidikan, yakni SD Negeri 22 di Jalan Duku Kampung Mengkapan, serta sekitar 15 rumah warga. (RK1)







