RiauKepri.com, BENGKALIS– Bentrokan antara pekerja PT PAB dan eks karyawan PT SIS terjadi di area perkebunan eks PT SIS, Desa Pamesi, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau, Senin (22/12/2025) sekitar pukul 10.40 WIB.
Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka berat dan 11 kendaraan rusak. PT PAB diketahui merupakan perusahaan yang memegang kerja sama operasional (KSO) dengan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) untuk pengelolaan lahan perkebunan kelapa sawit eks PT SIS seluas sekitar 700 hektare.
Berdasarkan informasi di lapangan, sekitar 45 orang pekerja PT PAB berangkat menuju area perkebunan eks PT SIS menggunakan kendaraan pribadi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, setibanya di pintu Pos 2 Desa Pamesi, mereka dihentikan dan dilarang masuk oleh pihak yang diduga merupakan eks karyawan PT SIS.
Larangan tersebut memicu perdebatan antara kedua belah pihak.
Saat kejadian, tidak terdapat perwakilan manajemen baik dari PT SIS maupun PT PAB di lokasi. Situasi kemudian memanas dan berujung pada konflik fisik.
Aparat kepolisian dari Polsek Mandau bersama personel TNI segera turun ke lokasi untuk melerai perkelahian serta membubarkan kelompok yang bertikai.
Akibat kejadian tersebut, dua pekerja PT PAB mengalami luka berat. Korban yakni Agustinus (44), warga Pekanbaru, mengalami luka berat.
Korban lainnya, Zeri Lahugu (42), warga Muara Fajar, Pekanbaru, mengalami luka tusuk di bagian pinggang kanan. Kedua korban saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Hati.
Selain korban luka, kerugian materiil juga dilaporkan berupa 11 unit kendaraan milik pekerja PT PAB yang mengalami kerusakan berat. Kendaraan tersebut hingga kini masih berada di lokasi kejadian.
Pasca bentrokan, sebanyak 17 personel Polsek Mandau dan tiga personel TNI masih disiagakan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk pengamanan dan mengantisipasi konflik lanjutan. Sementara itu, eks karyawan PT SIS telah kembali ke mess PT SIS, sedangkan pekerja PT PAB diamankan dan dibawa keluar dari area perkebunan.
Kepala Dusun Muda, Desa Pamesi, Wahidin, membeberkan kejadian bentrokan yang terjadi pada Senin pagi (22/12). Ia memastikan bahwa pihak yang terlibat bentrok bukan merupakan warga Dusun Muda
“Benar, bentrokan itu. Namun, yang bentrok bukan warga kami. Ada dua orang korban dan banyak kendaraan yang rusak,” ungkap Wahidin.
Wahidin menegaskan bahwa para korban tidak berasal dari warga Desa Pamesi. Korban sudah dievakuasi oleh pihak kepolisian dan TNI.
Wahidin meminta agar konflik tersebut ditangani secara serius dan tegas oleh pihak-pihak berwenang agar tidak menimbulkan korban lanjutan, khususnya dari masyarakat sekitar.
“Saya mengimbau pihak-pihak yang berselisih agar dapat menyelesaikan masalah dengan bijak. Tolong pihak-pihak yang berkompeten menanganinya secara serius, jangan sampai masyarakat menjadi korban,” ucap Wahidin. (RK1/*)







