RiauKepri.com, SIAK– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak tetap bekerja di hari libur untuk menangani banjir yang merendam wilayah Kecamatan Pusako yang merupakan dampak dari ruas jalan nasional. Sejumlah alat berat diturunkan untuk mempercepat surutnya air yang telah memaksa warga mengungsi lebih dari sepekan.
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, mengatakan penanganan banjir dilakukan tanpa mengenal hari libur karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat, meskipun lokasi terdampak merupakan jalan berstatus nasional.
“Tidak ada hari libur. Tim terus bekerja untuk mengatasi banjir di Pusako yang sudah lebih dari seminggu memaksa warga mengungsi. Meski ini jalan nasional, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Siak,” kata Afni, Sabtu (17/12/2025).
Afni menjelaskan, sejumlah alat berat saat ini dikerahkan di beberapa titik rawan banjir, khususnya di Simpang Obor dan sepanjang Jalan Lintas Siak–Buton.
Adapun alat berat yang bekerja di lapangan, yakni alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) di sepanjang Kilometer 28 dan 29 hingga Kilometer 1, 2, dan 3 Jalan Lintas Siak–Buton yang dibantu oleh PT Arara Abadi. Selain itu, alat berat jenis long arm dari PT Bumi Siak Pusako (BSP) dikerahkan untuk normalisasi kanal Sungai Limau Dalam yang mengalir menuju sungai utama.
“Alhamdulillah, alat yang bekerja di sebelah pipa dosan sore tadi dilaporkan mulai menunjukkan hasil dengan menguasai air yang tertampung di titik banjir,” ujarnya.
Meski demikian, Afni mengaku masih mengkhawatirkan kondisi di lokasi tersebut. Pasalnya, curah hujan masih tinggi dan debit air dari Danau Naga Sakti terus meningkat serta melimpah ke kampung-kampung sekitar.
“Semua upaya terus dilakukan. Kami masih waspada karena faktor hujan dan limpahan air dari danau,” katanya.
Selain penanganan teknis, Pemkab Siak juga memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi. Tim dari Dinas Kesehatan, Baznas, dan Dinas Sosial terus menyalurkan bantuan, sementara dapur umum tetap beroperasi untuk melayani warga yang mengungsi.
“Saya sudah turun langsung ke lokasi dan terus mengikuti laporan dari lapangan. Insyaallah saya akan kembali ke lokasi untuk memantau perkembangan selanjutnya,” tambah Afni.
Ke depan, Afni berharap adanya solusi permanen dari Kementerian Pekerjaan Umum agar banjir tidak terus berulang di titik yang sama. Menurutnya, penanganan jangka panjang perlu dilakukan saat musim kemarau, seperti pembersihan sungai, pengaturan kanal, dan langkah teknis lainnya.
“Kalau sekarang, kita harus kerja keras agar air segera surut dan masyarakat bisa kembali ke rumah mereka. Untuk jangka panjang, kami berharap ada penanganan permanen,” ucap Afni. (RK1)







