RiauKepri.com, PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima kunjungan silaturahmi Partai Riau Hijau (PHR), Rabu (8/1), di Balai Adat LAMR, Pekanbaru. Kunjungan ini dilakukan untuk meminta petuah dan tunjuk ajar dari pemangku adat Melayu Riau terkait perjuangan pelestarian lingkungan.
Rombongan PHR dipimpin Ketua Umum Hengky Primana bersama jajaran pengurus partai. Kehadiran mereka disambut langsung Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, didampingi sejumlah pengurus LAMR, di antaranya Datuk H. Aspandiar, Datuk H. Jonnaidi Dasa, Datuk H. R. Dahlius, dan Datuk Arman.
Dalam pertemuan tersebut, Hengky Primana menyampaikan bahwa Partai Riau Hijau lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan dan hutan di Provinsi Riau yang kian memprihatinkan. Menurutnya, krisis ekologis telah berdampak langsung pada kualitas udara, air, serta kesehatan masyarakat.
“Krisis ekologis ini membuat kualitas hidup masyarakat menurun. Karena itu, kami terlibat dalam berbagai aksi lingkungan, mulai dari restorasi, edukasi, hingga evaluasi kebijakan lingkungan,” kata Hengky.
Ia menegaskan, PHR memandang kearifan lokal Melayu sebagai pijakan penting dalam menjaga keseimbangan alam. Atas dasar itu, PHR merasa perlu bersilaturahmi dan meminta nasihat kepada LAMR sebagai lembaga adat yang menjaga marwah serta nilai-nilai budaya Melayu di Riau.
Sementara itu, Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi kepedulian PHR terhadap isu lingkungan.
Menurutnya, dalam adat Melayu, alam diposisikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. “Alam bukan untuk dirusak, tetapi dijaga dan dimanfaatkan secara beradab. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi warisan bagi anak cucu,” tegas Datuk Seri Taufik.
Ia berharap sinergi antara kepedulian lingkungan dan nilai-nilai adat Melayu dapat terus diperkuat, sehingga upaya pelestarian alam di Riau dapat berjalan secara berkelanjutan. (RK1/*)







