RiauKepri.com, ANAMBAS — Dalam upaya memperkuat sinergitas lintas organisasi serta mendukung pengembangan pendidikan inklusif, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Anambas melaksanakan kunjungan kerja ke SLB Negeri Anambas dan Museum Perbatasan di Kecamatan Siantan Selatan, Kamis (05/02/2026).
Kunjungan kerja tersebut mengusung tema “Pengembangan Pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) guna Meningkatkan Kemandirian, Potensi, dan Keterampilan”, sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung pendidikan yang ramah, inklusif, serta berorientasi pada penguatan keterampilan dan kemandirian ABK.
Dalam kegiatan tersebut, TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas diwakili oleh Sekretaris TP-PKK, Yenny Dwi Ningsih, S.H., M.H., bersama Tim Pokja II. Sementara Dekranasda Kabupaten Kepulauan Anambas diwakili oleh Wakil Sekretaris, Hani Eska Saragih, beserta jajaran pengurus Dekranasda.
Adapun Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kepulauan Anambas dipimpin langsung oleh Ketua DWP KKA, Ny. Uray Dien Sutrisni Sahtiar, S.Sos., M.M., didampingi oleh Bidang Pendidikan.
Kegiatan ini turut didampingi oleh Kepala Bidang Perindustrian DKUMPP Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Halim, S.Pd, serta Dewi Rahayu dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kepulauan Anambas.
Dalam pesannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Kepulauan Anambas, Ny. Shinta Aneng, menyampaikan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki potensi luar biasa yang perlu mendapatkan perhatian, dukungan, serta ruang yang setara untuk berkembang.
“Anak-anak berkebutuhan khusus merupakan generasi yang memiliki keunikan dan potensi tersendiri. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka memperoleh pendidikan yang tepat, pendampingan berkelanjutan, serta kesempatan untuk mengembangkan keterampilan agar tumbuh mandiri, percaya diri, dan mampu berdaya di tengah masyarakat,” ujar Ny. Shinta Aneng.
Ia berharap sinergitas antara TP-PKK, Dekranasda, DWP, serta organisasi terkait lainnya dapat terus diperkuat melalui program-program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan pendidikan dan keterampilan anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun kolaborasi berkelanjutan antara organisasi kemasyarakatan dan perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan inklusif, sekaligus mendorong kemandirian dan masa depan yang lebih baik bagi ABK di Kabupaten Kepulauan Anambas.
(RK 15/*)








