Menu

Mode Gelap
Polda Riau Gelar Program “JALUR” di Pesisir Sungai Siak, Bagikan Ratusan Takjil dan Layanan Kesehatan Gratis Kompang Aib BMKG: Cuaca Kepri Sabtu Didominasi Berawan, Hujan Ringan di Sejumlah Daerah Gelar Buka Puasa Bersama Pengurus PPAD Kepri Bersama Panti Asuhan AL Ibris dan Serahkan Bantuan Sembako Santuni Anak Yatim, Kapolres Meranti : Kita Jaga Meranti Terap Kondusif Berkah Ramadhan, Ketua TP PKK Bintan Kunjungi Panti Asuhan Inayah Kijang

Riau

Kampar Jangan Lupakan Sejarah Besarnya

badge-check


					Datuk Seri Taufik Ikram Jamil bersama tokoh masyarakat Riau, Saleh Djasit (atas), dan serangkaian kegiatan HUT ke-76 Kabupaten Kampar. Perbesar

Datuk Seri Taufik Ikram Jamil bersama tokoh masyarakat Riau, Saleh Djasit (atas), dan serangkaian kegiatan HUT ke-76 Kabupaten Kampar.

RiauKepri.com, KAMPAR- Kabupaten Kampar tidak boleh melupakan sejarah besarnya seperti keberadaan Sriwijaya yang pernah bertapak kokoh di tanahnya. Sebaliknya, kenyataan ini harus senantiasa digaungkan dalam kesempatan apa pun, bukan untuk menepuk dada, tetapi memuliakan manusia untuk kejayaan masa mendatang.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Provinsi Riau, Datuk Seri Drs H. Taufik Ikram Jamil, M. I. Kom, menjawab media terhadap kesannya ketika menghadiri acara Memperingati Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-76 di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kampar, Jumat (6/2). Ia didampingi Bendahara Umum LAMR Datuk M. Fadhli, S. Kom dan Penyelaras Bidang Pendidikan yang juga peneliti budaya Datuk H. Syaiful Anwar, M. Pd.

Memperingati hari jadi Kampar ditandai dengan Rapat Paripurna Khusus DPRD Kampar yang dipimpin H. Ahmad Taridi, S. H. Sidang ini dihadiri Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos, MT dan wakilnya Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si , serta Forkompinda Kampar. Plt Gubernur Riau diwakili Sekda Dr H. Syahrial Abdi. Tampaknya mantan bupati dan Gubernur Riau Brigjen (TNI) Saleh Djasit, S. H. dan mantan Ketua MUI Riau Prof Dr Ilyas Husti, M.A.

Datuk Seri Taufik mengaku terkilan-kilan kalau sejarah Kabupaten Kampar hanya dirunut dari masa kolonial dengan elemen penerintahannya saja. “Ini jadi tidak asyik, ketika hanya jejak masa kolonial itu yang dibaca pada rapat paripurna DPRD Kampar sempena hari jadi tadi, ” kata Datuk Seri Taufik.

Nama Kampar itu sendiri, kata Datuk Seri Taufik, sudah di lidah dunia sebelum masehi. Hal ini semakin bermakna ketika Sriwijaya mengepakkan sayapnya dari sini dengan menghimpun kekuatan Melayu sejak awal Masehi, persisnya di Muara Takus. Berbagai elemen budaya mekar, termasuk bahasa Melayu menjadi linguafranca. Belum lagi penyebaran Islam yang ditandai surat Maharaja Melayu di Kanpar, kepada Khalifah Umar Abdul Aziz.

“Dari Kampar, Nusantara Petana diwujudkan, minimal meliputi Asean sekarang, ” kata Datuk Seri bahwa seraya mengatakan, setidak-tidaknya Kampar merupakan salah satu pusat Kesatuan Sriwijaya yang diakui berbagai sarjana baik dalam maupun luar negeri. Situs yangmenandai peradaban ini telah masuk dalam daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

Sehubungan dengan hal itu, Datuk Seri Taufik menghimbau agar pemerintah Kampar dan Riau, mengambil peran lebih aktif untuk kejayaan Kampar masa lalu tersebut. “Hal ini akan berdampak positif bagi pembangunan manusia tidak saja di daerah, tetapi juga dunia, ” kata Datuk Seri Taufik. (RK3)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kompang Aib

14 Maret 2026 - 05:50 WIB

PT Bumi Siak Pusako Bagikan Dividen Interim dari Kinerja Tahun Buku 2025

11 Maret 2026 - 13:42 WIB

Rompi Oranye dan Tangan Diborgol di Pagi Pekanbaru, Kepulangan Abdul Wahid Menuju Meja Hijau

11 Maret 2026 - 11:40 WIB

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

Plt Gubri Puji Semangat Bupati Afni Perjuangkan Siak

10 Maret 2026 - 18:20 WIB

Trending di Riau