Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi, Dua Terduga Diamankan Dukung Program P4GN Persiapan Porprov Riau 2027, KONI dan Disporapar Meranti Mulai Matangkan Persiapan Polsek Bantan Siapkan Lahan Ketahanan Pangan, Gandeng Kelompok Tani Milenial Tanam Jagung Pipil Imigrasi Selatpanjang dan Kejari Meranti Resmi Jalin Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

Riau

Kampar Jangan Lupakan Sejarah Besarnya

badge-check

Datuk Seri Taufik Ikram Jamil bersama tokoh masyarakat Riau, Saleh Djasit (atas), dan serangkaian kegiatan HUT ke-76 Kabupaten Kampar. Perbesar

Datuk Seri Taufik Ikram Jamil bersama tokoh masyarakat Riau, Saleh Djasit (atas), dan serangkaian kegiatan HUT ke-76 Kabupaten Kampar.

RiauKepri.com, KAMPAR- Kabupaten Kampar tidak boleh melupakan sejarah besarnya seperti keberadaan Sriwijaya yang pernah bertapak kokoh di tanahnya. Sebaliknya, kenyataan ini harus senantiasa digaungkan dalam kesempatan apa pun, bukan untuk menepuk dada, tetapi memuliakan manusia untuk kejayaan masa mendatang.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Provinsi Riau, Datuk Seri Drs H. Taufik Ikram Jamil, M. I. Kom, menjawab media terhadap kesannya ketika menghadiri acara Memperingati Hari Jadi Kabupaten Kampar ke-76 di Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kampar, Jumat (6/2). Ia didampingi Bendahara Umum LAMR Datuk M. Fadhli, S. Kom dan Penyelaras Bidang Pendidikan yang juga peneliti budaya Datuk H. Syaiful Anwar, M. Pd.

Memperingati hari jadi Kampar ditandai dengan Rapat Paripurna Khusus DPRD Kampar yang dipimpin H. Ahmad Taridi, S. H. Sidang ini dihadiri Bupati Kampar Ahmad Yuzar S.Sos, MT dan wakilnya Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si , serta Forkompinda Kampar. Plt Gubernur Riau diwakili Sekda Dr H. Syahrial Abdi. Tampaknya mantan bupati dan Gubernur Riau Brigjen (TNI) Saleh Djasit, S. H. dan mantan Ketua MUI Riau Prof Dr Ilyas Husti, M.A.

Datuk Seri Taufik mengaku terkilan-kilan kalau sejarah Kabupaten Kampar hanya dirunut dari masa kolonial dengan elemen penerintahannya saja. “Ini jadi tidak asyik, ketika hanya jejak masa kolonial itu yang dibaca pada rapat paripurna DPRD Kampar sempena hari jadi tadi, ” kata Datuk Seri Taufik.

Nama Kampar itu sendiri, kata Datuk Seri Taufik, sudah di lidah dunia sebelum masehi. Hal ini semakin bermakna ketika Sriwijaya mengepakkan sayapnya dari sini dengan menghimpun kekuatan Melayu sejak awal Masehi, persisnya di Muara Takus. Berbagai elemen budaya mekar, termasuk bahasa Melayu menjadi linguafranca. Belum lagi penyebaran Islam yang ditandai surat Maharaja Melayu di Kanpar, kepada Khalifah Umar Abdul Aziz.

“Dari Kampar, Nusantara Petana diwujudkan, minimal meliputi Asean sekarang, ” kata Datuk Seri bahwa seraya mengatakan, setidak-tidaknya Kampar merupakan salah satu pusat Kesatuan Sriwijaya yang diakui berbagai sarjana baik dalam maupun luar negeri. Situs yangmenandai peradaban ini telah masuk dalam daftar tentatif Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

Sehubungan dengan hal itu, Datuk Seri Taufik menghimbau agar pemerintah Kampar dan Riau, mengambil peran lebih aktif untuk kejayaan Kampar masa lalu tersebut. “Hal ini akan berdampak positif bagi pembangunan manusia tidak saja di daerah, tetapi juga dunia, ” kata Datuk Seri Taufik. (RK3)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau

21 Juli 2026 - 21:03 WIB

Empat Daerah di Riau Tuntas Bayar Gaji dan TPP ke-13, Siak Masuk Daftar Meski Dihimpit Tekanan Fiskal

20 Juli 2026 - 15:33 WIB

Lantaklah!

19 Juli 2026 - 07:00 WIB

Belalai Kuasa

18 Juli 2026 - 05:55 WIB

MUI Sesalkan Kericuhan DPRD, Minta Kembali ke Adab Melayu

17 Juli 2026 - 20:45 WIB

Trending di Pekanbaru