Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 1 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Potensi Hujan Ringan hingga Sedang LAMR Dorong Sinergikan Hukum Positif dengan Antropologis Apel Satgas Anti Narkoba 2026, Siak Perkuat Sinergi Berantas Narkotika Membuka Kembali Pemekaran Daerah? Budidaya Rumput Laut Pulau Kasu Berpotensi Jadi Unggulan di Kepulauan Riau Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

Bintan

Isu Tambang Pasir Ilegal Kembali Beroperasi, Aparat Penegak Hukum Diminta Jangan Tutup Mata

badge-check


					Isu Tambang Pasir Ilegal Kembali Beroperasi, Aparat Penegak Hukum Diminta Jangan Tutup Mata Perbesar

RiauKepri.com, BINTAN – Dugaan akan kembali beroperasinya aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Galang Batang dan sekitarnya mulai memicu keresahan masyarakat. Informasi yang beredar menyebut sejumlah lokasi yang sebelumnya pernah ditertibkan kini disinyalir bersiap kembali menjalankan aktivitas dalam waktu dekat.

Sejumlah sumber di lapangan, termasuk kalangan jurnalis yang memantau perkembangan isu tersebut, mengungkapkan adanya indikasi pergerakan pihak-pihak yang diduga terlibat..

Mereka disebut bukan pemain baru, melainkan pihak lama yang sebelumnya pernah menjalankan aktivitas serupa.(11/02/26 )

“Kabar yang kami terima, aktivitas tambang ilegal itu disebut akan mulai lagi dalam hitungan hari,” ujar seorang wartawan yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Informasi yang berkembang juga menyebut adanya dugaan konsolidasi internal pihak pengelola tambang, termasuk pembahasan strategi agar operasi berjalan tanpa hambatan..

Bahkan, beredar isu mengenai rencana pemberian sejumlah uang kepada oknum tertentu agar aktivitas tidak mendapat gangguan. Namun hingga kini, dugaan tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi.

Meski masih berupa informasi awal, isu ini dinilai tidak bisa dianggap sepele.Masyarakat menilai aparat penegak hukum (APH ) dan instansi terkait harus segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan, bukan menunggu aktivitas benar-benar berjalan baru bertindak

Warga menegaskan, praktik tambang ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius serta merugikan masyarakat sekitar. Karena itu, publik mendesak pengawasan diperketat dan transparansi penanganan kasus diperlihatkan secara terbuka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah terkait kebenaran informasi tersebut. Media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang dan akan memperbarui perkembangan selanjutnya.  (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak Hari Posyandu Nasional 2026, Hafizha Keliling Tinjau Layanan Serentak Berbasis 6 SPM

29 April 2026 - 16:03 WIB

Sekda Bintan Buka Advokasi Program Nasional Keamanan Pangan Tahun 2026

28 April 2026 - 12:33 WIB

Hadapi Dinamika Global, Kepri Punya Kodam Sendiri

27 April 2026 - 09:40 WIB

Bintan Raih Terbaik I di Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

26 April 2026 - 11:56 WIB

Bupati Roby Ekspose Kesiapan Implementasi Manajemen Talenta ASN di BKN RI

22 April 2026 - 16:46 WIB

Trending di Bintan