RiauKepri.com, BINTAN – Dugaan akan kembali beroperasinya aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Galang Batang dan sekitarnya mulai memicu keresahan masyarakat. Informasi yang beredar menyebut sejumlah lokasi yang sebelumnya pernah ditertibkan kini disinyalir bersiap kembali menjalankan aktivitas dalam waktu dekat.
Sejumlah sumber di lapangan, termasuk kalangan jurnalis yang memantau perkembangan isu tersebut, mengungkapkan adanya indikasi pergerakan pihak-pihak yang diduga terlibat..
Mereka disebut bukan pemain baru, melainkan pihak lama yang sebelumnya pernah menjalankan aktivitas serupa.(11/02/26 )
“Kabar yang kami terima, aktivitas tambang ilegal itu disebut akan mulai lagi dalam hitungan hari,” ujar seorang wartawan yang mengikuti perkembangan kasus ini.
Informasi yang berkembang juga menyebut adanya dugaan konsolidasi internal pihak pengelola tambang, termasuk pembahasan strategi agar operasi berjalan tanpa hambatan..
Bahkan, beredar isu mengenai rencana pemberian sejumlah uang kepada oknum tertentu agar aktivitas tidak mendapat gangguan. Namun hingga kini, dugaan tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi.
Meski masih berupa informasi awal, isu ini dinilai tidak bisa dianggap sepele.Masyarakat menilai aparat penegak hukum (APH ) dan instansi terkait harus segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan, bukan menunggu aktivitas benar-benar berjalan baru bertindak
Warga menegaskan, praktik tambang ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius serta merugikan masyarakat sekitar. Karena itu, publik mendesak pengawasan diperketat dan transparansi penanganan kasus diperlihatkan secara terbuka.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah terkait kebenaran informasi tersebut. Media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang dan akan memperbarui perkembangan selanjutnya. (*)







