Menu

Mode Gelap
Turnamen Mobile Legends, HMI Apresiasi Dukungan Polri untuk Generasi Muda Haris Kampai Tetapkan Hariyanto Karim jadi Sekretaris PT SPR Imigrasi Selatpanjang Gandeng PWI Meranti Untuk Sebarluaskan Informasi Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Riau Ditunjuk sebagai Kapolres Kepulauan Meranti Prakiraan Cuaca Kepri Jumat 26 Juni 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Natuna dan Anambas Waspada Cuaca Berubah Cepat Rektor UIN Suska Riau Sambut Baik Kerja Sama dengan IKADI Riau, Perkuat Pengabdian untuk Masyarakat

Bintan

Isu Tambang Pasir Ilegal Kembali Beroperasi, Aparat Penegak Hukum Diminta Jangan Tutup Mata

badge-check


					Isu Tambang Pasir Ilegal Kembali Beroperasi, Aparat Penegak Hukum Diminta Jangan Tutup Mata Perbesar

RiauKepri.com, BINTAN – Dugaan akan kembali beroperasinya aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Galang Batang dan sekitarnya mulai memicu keresahan masyarakat. Informasi yang beredar menyebut sejumlah lokasi yang sebelumnya pernah ditertibkan kini disinyalir bersiap kembali menjalankan aktivitas dalam waktu dekat.

Sejumlah sumber di lapangan, termasuk kalangan jurnalis yang memantau perkembangan isu tersebut, mengungkapkan adanya indikasi pergerakan pihak-pihak yang diduga terlibat..

Mereka disebut bukan pemain baru, melainkan pihak lama yang sebelumnya pernah menjalankan aktivitas serupa.(11/02/26 )

“Kabar yang kami terima, aktivitas tambang ilegal itu disebut akan mulai lagi dalam hitungan hari,” ujar seorang wartawan yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Informasi yang berkembang juga menyebut adanya dugaan konsolidasi internal pihak pengelola tambang, termasuk pembahasan strategi agar operasi berjalan tanpa hambatan..

Bahkan, beredar isu mengenai rencana pemberian sejumlah uang kepada oknum tertentu agar aktivitas tidak mendapat gangguan. Namun hingga kini, dugaan tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi.

Meski masih berupa informasi awal, isu ini dinilai tidak bisa dianggap sepele.Masyarakat menilai aparat penegak hukum (APH ) dan instansi terkait harus segera turun tangan melakukan pengecekan lapangan, bukan menunggu aktivitas benar-benar berjalan baru bertindak

Warga menegaskan, praktik tambang ilegal bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serius serta merugikan masyarakat sekitar. Karena itu, publik mendesak pengawasan diperketat dan transparansi penanganan kasus diperlihatkan secara terbuka.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah terkait kebenaran informasi tersebut. Media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang dan akan memperbarui perkembangan selanjutnya.  (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sekda Bintan Ikuti Rakor Pematangan Analisis Tata Ruang Terkait Lahan TNI AL dan Masyarakat Tanjung Uban

25 Juni 2026 - 12:59 WIB

Bupati Roby Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sekda Bintan Buka Turnamen Bola Volly Desa Gunung Kijang Cup III Tahun 2026

25 Juni 2026 - 06:40 WIB

Hari Kewirausahaan Nasional 2026, Sekda Bintan : UMKM Tulang Punggung Perekonomian Kita

24 Juni 2026 - 18:53 WIB

Wakil Bupati Bintan Buka Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan Lanal Bintan di Gunung Kijang

23 Juni 2026 - 13:35 WIB

Trending di Bintan