RiauKepri.com, ANAMBAS – Kesenian daerah Hadroh, yang merupakan kesenian tradisional khas Kepulauan Anambas, kini kian jarang ditemui dan terancam punah seiring perkembangan zaman.
Di masa lalu, Hadroh menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Anambas. Namun saat ini, kesenian tersebut tidak lagi eksis seperti beberapa puluh tahun silam. Minimnya regenerasi pelaku seni serta masuknya budaya modern menjadi faktor utama semakin redupnya eksistensi Hadroh.
Kini, kesenian Hadroh hanya dapat dijumpai di beberapa desa yang masih berkomitmen menjaga dan melestarikannya. Salah satu desa yang masih mempertahankan warisan budaya tersebut adalah Desa Kiabu, yang berada di wilayah Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Secara tradisional, kesenian Hadroh biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu, khususnya pesta pernikahan. Dalam satu kali penampilan, jumlah penari dan pemain Hadroh bisa mencapai puluhan orang. Sedikitnya sekitar 50 orang turut ambil bagian untuk memeriahkan acara, menciptakan suasana sakral sekaligus meriah melalui lantunan syair dan tabuhan rebana.
Masyarakat Desa Kiabu berharap kesenian Hadroh tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi dapat kembali hidup dan dikenal oleh generasi muda. Dukungan pemerintah daerah serta kepedulian masyarakat dinilai sangat penting agar kesenian tradisional ini tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman. (RK 15)







