Menu

Mode Gelap
Prakiraan BMKG Jumat: Tanjungpinang hingga Natuna Didominasi Berawan dan Hujan Ringan Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas Pemkab Siak Bayar THR ASN 100%, TPP Disesuaikan Kemampuan APBD PT TIMAH Gandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sosialiasi Pengisian SPT Tahunan Melalui Coretax Polda Kepri Gelar Bazar Berkah Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di HUT ke-21 Air Kaleng: Gelembung Nostalgia dan Simbol Marwah

Anambas

‎Hadroh Anambas di Ambang Kepunahan, Desa Kiabu Tetap Setia Menjaga Warisan Leluhur

badge-check


					 Kesenian daerah Hadroh, yang merupakan kesenian tradisional khas Kepulauan Anambas. (Foto: Bambang) Perbesar

Kesenian daerah Hadroh, yang merupakan kesenian tradisional khas Kepulauan Anambas. (Foto: Bambang)

‎RiauKepri.com, ANAMBAS – Kesenian daerah Hadroh, yang merupakan kesenian tradisional khas Kepulauan Anambas, kini kian jarang ditemui dan terancam punah seiring perkembangan zaman.

‎Di masa lalu, Hadroh menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Anambas. Namun saat ini, kesenian tersebut tidak lagi eksis seperti beberapa puluh tahun silam. Minimnya regenerasi pelaku seni serta masuknya budaya modern menjadi faktor utama semakin redupnya eksistensi Hadroh.

‎Kini, kesenian Hadroh hanya dapat dijumpai di beberapa desa yang masih berkomitmen menjaga dan melestarikannya. Salah satu desa yang masih mempertahankan warisan budaya tersebut adalah Desa Kiabu, yang berada di wilayah Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

‎Secara tradisional, kesenian Hadroh biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu, khususnya pesta pernikahan. Dalam satu kali penampilan, jumlah penari dan pemain Hadroh bisa mencapai puluhan orang. Sedikitnya sekitar 50 orang turut ambil bagian untuk memeriahkan acara, menciptakan suasana sakral sekaligus meriah melalui lantunan syair dan tabuhan rebana.

‎Masyarakat Desa Kiabu berharap kesenian Hadroh tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi dapat kembali hidup dan dikenal oleh generasi muda. Dukungan pemerintah daerah serta kepedulian masyarakat dinilai sangat penting agar kesenian tradisional ini tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman. (RK 15)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

‎Untuk Pertama Kalinya, Warga Bukit Padi Terima Bantuan Ramadan dari Idrus, Kades Lukman Ucapkan Terimakasih

10 Maret 2026 - 16:58 WIB

Ramadan Penuh Berkah, Idrus Bagikan 700 Paket Kurma untuk Empat Desa di Jemaja Timur

10 Maret 2026 - 13:23 WIB

‎Pertumbuhan Ekonomi Anambas Tertinggi di Kepri, Capai 15,54 Persen pada 2025

10 Maret 2026 - 11:45 WIB

Safari Ramadan Kecamatan Jemaja Digelar di Pulau Darak, Warga Air Biru Sampaikan Terima Kasih

7 Maret 2026 - 10:45 WIB

‎Safari Ramadhan Jemaja Timur di Genting Pulur, Sekcam Arias Ajak Warga Jaga Lingkungan dan Cegah Karhutla

6 Maret 2026 - 06:11 WIB

Trending di Anambas