Menu

Mode Gelap
Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga Polsek Rangsang Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Tanjung Kedabu  Pelarian Berakhir, DPO Kasus Sabu Diciduk di Lintas Duri–Dumai Kecamatan Bathin Solapan Tempat Rawan Narkoba Disasar Polisi, Pengedar Sabu-Ganja Berhasil Diringkus Ketua PMI Bintan Buka Seminar Kesehatan dan Donor Darah di STAIN SAR Kepri Dari Keterbatasan ke Kesempatan: Kisah Mahasiswa STIE Cakrawala Terbantu Beasiswa BRK Syariah

Anambas

‎Hadroh Anambas di Ambang Kepunahan, Desa Kiabu Tetap Setia Menjaga Warisan Leluhur

badge-check


					 Kesenian daerah Hadroh, yang merupakan kesenian tradisional khas Kepulauan Anambas. (Foto: Bambang) Perbesar

Kesenian daerah Hadroh, yang merupakan kesenian tradisional khas Kepulauan Anambas. (Foto: Bambang)

‎RiauKepri.com, ANAMBAS – Kesenian daerah Hadroh, yang merupakan kesenian tradisional khas Kepulauan Anambas, kini kian jarang ditemui dan terancam punah seiring perkembangan zaman.

‎Di masa lalu, Hadroh menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Anambas. Namun saat ini, kesenian tersebut tidak lagi eksis seperti beberapa puluh tahun silam. Minimnya regenerasi pelaku seni serta masuknya budaya modern menjadi faktor utama semakin redupnya eksistensi Hadroh.

‎Kini, kesenian Hadroh hanya dapat dijumpai di beberapa desa yang masih berkomitmen menjaga dan melestarikannya. Salah satu desa yang masih mempertahankan warisan budaya tersebut adalah Desa Kiabu, yang berada di wilayah Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas.

‎Secara tradisional, kesenian Hadroh biasanya ditampilkan pada acara-acara tertentu, khususnya pesta pernikahan. Dalam satu kali penampilan, jumlah penari dan pemain Hadroh bisa mencapai puluhan orang. Sedikitnya sekitar 50 orang turut ambil bagian untuk memeriahkan acara, menciptakan suasana sakral sekaligus meriah melalui lantunan syair dan tabuhan rebana.

‎Masyarakat Desa Kiabu berharap kesenian Hadroh tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi dapat kembali hidup dan dikenal oleh generasi muda. Dukungan pemerintah daerah serta kepedulian masyarakat dinilai sangat penting agar kesenian tradisional ini tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman. (RK 15)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Masuk Musim Kemarau, Kades Ulu Maras Ajak Masyarakat Bijak Gunakan Air Bersih

15 April 2026 - 13:19 WIB

‎Diduga Tak Transparan, Tokoh Masyarakat Desak Inspektorat Audit Total Dana Desa Rewak

12 April 2026 - 06:26 WIB

‎Pemcam Jemaja Timur Gelar Jumat ASRI di Bukit Padi, Meski Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias

10 April 2026 - 13:32 WIB

‎BLT Dana Desa 2026 Disalurkan, 26 KPM Kuala Maras Rasakan Manfaatnya

10 April 2026 - 10:03 WIB

‎SDN 004 Genting Pulur Konsisten Gelar Jumat ASRI, Tanamkan Nilai Gotong Royong Sejak Dini

10 April 2026 - 09:42 WIB

Trending di Anambas