RiauKepri.com, ANAMBAS – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Genting Pulur kembali menggelar kegiatan Jumat ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan sekolah pada Jumat (10/04/2026).
Kegiatan rutin tersebut menjadi salah satu upaya sekolah dalam menanamkan nilai kebersihan, kedisiplinan, serta budaya gotong royong kepada para siswa sejak dini.
Kegiatan bersih-bersih ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SDN 004 Genting Pulur, Syofi Padriana Handayani, S.Pd.SD., dan diikuti oleh seluruh siswa serta para guru dan juga Para Wali Murid.
Sejak pagi hari, para siswa, Guru dan Wali Murid tampak antusias membawa peralatan kebersihan seperti sapu, pengki, dan alat kebersihan lainnya untuk membersihkan area kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar.
Suasana kebersamaan terlihat begitu kental saat para siswa saling bekerja sama membersihkan lingkungan sekolah.
Mereka tampak kompak dan penuh semangat dalam menjalankan tugas masing-masing, mencerminkan nilai gotong royong yang mulai tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah, Sofi, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat ASRI tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan semata, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi para siswa.
Menurutnya, melalui kegiatan ini, siswa diajarkan pentingnya kerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami merasa bersyukur karena budaya gotong royong kini kembali dilestarikan di sekolah. Ini merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk karakter anak-anak, terutama dalam menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan,” ujar Sofi.
Ia menambahkan, kebiasaan positif seperti ini diharapkan dapat terus tertanam dalam diri siswa, sehingga mereka tidak hanya menerapkannya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di masyarakat.
Selain itu, kegiatan Jumat ASRI juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman. Dengan lingkungan yang terjaga, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Sofi berharap kegiatan gotong royong ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya yang melekat bagi seluruh siswa. Ia juga menekankan pentingnya peran semua pihak, baik guru maupun siswa, dalam menjaga kebersihan dan kekompakan di lingkungan sekolah.
“Harapan kami, ketika para siswa ini nantinya sudah tidak lagi bersekolah di sini, mereka tetap membawa nilai-nilai gotong royong dan mampu menerapkannya di tengah masyarakat,” tutupnya. (RK 15)












