Oleh:
Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi, Selangor, Malaysia/Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau/Penulis Buku : Masalah-masalah Politik, Internasional dan Globalisasi
SEMENANJUNG Malaya (Federation of Malaya) akan merayakan 69 tahun kemerdekaannya pada 31 Agustus 2026. Pada 31 Agustus 1957 yang lalu merupakan peristiwa sejarah bagi Semenanjung Malaya meraih kemerdekaan dari Inggris. Sebelum dikenali sebagai Malaysia saat ini, dulunya dikenali dengan sebutan Semenanjung Malaya merujuk kepada negeri negeri Melayu yaitu dari Johor Bahru hingga negeri Kelantan yang berbatasan dengan Negara Thailand di Selatan (9 negeri Melayu). Semenanjung Malaya dikenal sebagai Persekutuan Tanah Melayu (Federation of Malaya).
Malaysia merupakan negara yang menganut sistem kerajaan berparlemen. Persekutuan Tanah Melayu (Federation of Malaya) adalah merujuk kepada negeri negeri melayu yaitu dari negeri-negeri dari Johor Bahru hingga negeri Kelantan yang berbatasan langsung dengan negara Thailand di Selatan. Negeri negeri melayu tersebut adalah Johor Bahru, Kedah, Kelantan, Negeri Sembilan, Pahang, Perak, Perlis, Selangor dan Terengganu yang kemudian di kenali dengan sebutan Sembilan negeri melayu. Selain Sembilan negeri-negeri melayu tersebut juga ada dua negara bagian (negeri) yang dikenal dengan negeri selat yaitu Melaka (Malacca) dan Pulau Penang, manakala Singapura sudah dikeluarkan dari Malaysia, sedangkan Kuala Lumpur, Putra Jaya dan Labuan sebagai wilayah persekutuan. Dua negara bagian yang turut bergabung kemudian adalah Borneo Utara (Sabah) dan Sarawak di pulau Kalimantan. Kedua Negara bagian tersebut bergabung ke Malaysia pada 16 September 2063..
Malaysia menerapkan sistem bergilir (pemilihan) kepada sultan-sultan di sembilan negara bagian (baca: negeri) untuk menjadi raja (Yang di-Pertuan Agong). Pemilihan Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong dilaksanakan setiap lima tahun sekali yang pemilihannya diambil dari sembilan Raja Melayu tersebut secara bergilir. Saat ini, Raja Malaysia adalah Sultan Johor yang bernama Sultan Ibrahim Almarhum Sultan Iskandar. Beliau menjadi Yang di-Pertuan Agong ke-17. Sistem rotasi monarki di Malaysia membuat masing-masing raja-raja melayu bergantian memimpin negara selama lima tahun. Sistem ini dimulai ketika Malaysia memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1957. Sebelum kemerdekaan Malaya (baca: Malaysia) sistem kerajaaan di sembilan negara bagian tersebut sudah berjalan. Kekuasaan Raja sebagai Yang di-pertuan Agong lebih luas kewenangannya dibandingkan kekuasaan masing-masing sultan di sembilan negeri melayu tersebut.
Pemerintahan Malaysia Madani
Malaysia Madani (Civil Malaysia) menjadi konsep yang diperkenalkan oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim setelah menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10. Di tahun ke-2 pemerintahan Datuk Seri Anwar Ibrahim, konsep tersebut telah mengukuhkan Malaysia yang berbilang kaum (baca:etnik) menjadi kekuatan dalam toleransi di antara masyarakatnya. Secara keseluruhannya, Malaysia Madani merupakan perlambangan kesejahteraan secara holistik, menekankan kemajuan dan progresif untuk rakyat berbagai kaum (baca:etnik) dan menyatukan hati dan teguh pada jati diri negara.
Malaysia Madani (Civil Malaysia) yang merupakan kerangka kebijakan dan slogan pemerintah yang berfokus kepada tiga konsep yaitu pertama; tata kelola pemerintahan yang baik, kedua; pembangunan yang berkelanjutan dan ketiga; keharmonisan kaum. Dalam perkembangan dan kehidupan sehari-hari, harmonisasi antar etnis dan pemeluk agama di Malaysia merupakan fondasi utama dalam hal menjaga kestabilan politik dan kemakmuran ekonomi yang dirasakan oleh masyarakatnya. Tanpa adanya harmonisasi antar masyarakatnya, kestabilan politik dan kemakmuran ekonomi tidak akan pernah dirasakan oleh masyarakat umumnya.
Secara keseluruhannya, Malaysia Madani merupakan perlambangan kesejahteraan secara holistik, menekankan kemajuan dan progresif untuk rakyat berbagai kaum (baca:etnik) dan menyatukan hati dan teguh pada jati diri negara. Pemikiran Datuk Seri Anwar Ibrahim terhadap perubahan dan reformasi di Malaysia lebih mengedepankan kepada nilai-nilai islam dan sifatnya universal. Ini sangat relevan dengan slogan Malaysia Madani yang menjadi fokus di pemerintahan Datuk Seri Anwar Ibrahim, Perdana Menteri Malaysia.









