Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Turki sebagai negara yang memiliki hubungan yang cukup baik dengan Iran dan juga Amerika Serikat terus berupaya agar konflik di Timur Tengah (Asia Barat) tersebut tidak menjadi konflik regional yang meluas dan tentu saja akan berdampak terhadap kawasan regional kawasan Timur Tengah dan menjurus ke kawasan Eropa. Turki telah berupaya sebagai mediator dalam perundingan antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Sebaliknya Iran saat ini terkonflik dengan Amerika Serikat-Israel paska serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Turki yang mengambil posisi netral dalam konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel, namun seiring perkembangan Palestina, Turki bersitegang dengan Israel yang mana Turki mengeluarkan surat penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu atas kejahatannya terhadap bangsa Palestina di Gaza
Sebelumnya ketegangan kembali terjadi antara Turki dan Israel, setelah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengeluarkan pernyataan yang cukup kontroversial yang mengatakan bahwa Turki akan melakukan invasi militer terdapat Israel untuk menyelesaikan masalah Palestina. Ketegangan antara Israel dan Turki mengingatkan kembali pada tragedi kemanusiaan di jalur Gaza pada 31 Mei 2010 ketika itu kapal misi kemanusiaan yang bernama Mavi Marmara berbendera Turki yang membawa bantuan kemanusiaan bagi Gaza diserang oleh pasukan komando Israel di perairan Internasional. Dan kembali ketegangan kedua negara memuncak ketika Erdogan menyatakan bahwa Turki siap melakukan invasi militer terhadap Israel dan pernyataan tersebut telah menimbulkan ketegangan kembali antara Turki dan Israel yang sudah tegang.
Erdogan menyampaikan hal tersebut dengan membandingkan bahwa Turki pernah melakukan hal tersebut di Libya dan di Nagorno-Karabakh dalam menyelesaikan masalah di kedua negara tersebut. Pertanyaannya?. Sebagai negara anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization) Turki diuntungkan jika Israel menyerang Turki, sebagaimana dalam pasal 5 dari perjanjian NATO menyebutkan bahwa serangan terhadap salah satu anggotanya dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota NATO. Serangan ke Pangkalan Turki di Suriah, belum dikatakan menyerang kedaulatan Turki. Negara anggota NATO hingga saat ini beranggotakan 32 negara.
Di Turki juga ada pangkalan militer, namun bukan pangkalan militer khusus Amerika Serikat saja seperti yang ada di negara-negara Teluk yang memiliki asset militer Amerika Serikat. Di Turki pangkalan militer di bawah komando NATO yang mana Turki menjadi bagian dari anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization). Turki yang menjadi anggota aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO (North Atlantic Treaty Organization) yang mana posisi Turki dalam konflik di Timur Tengah tersebut mengambil posisi yang cukup strategis yaitu tidak terlibat terlalu jauh dengan mendukung Amerika Serikat-Israel maupun Iran. Selama ini, Turki sangat menentang invasi Israel ke Palestina khususnya di wilayah Gaza. Presiden Erdogan secara keras menentang penyerangan ke Gaza yang telah menimbulkan korban jiwa.
Selama ini Turki sangat menentang invasi Israel ke Palestina khususnya di wilayah Gaza. Presiden Erdogan secara keras menentang penyerangan ke Gaza yang telah menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit tersebut. Walaupun Turki dan Israel memiliki hubungan diplomatik, namun selama ini posisi Turki terhadap Israel sangat keras dan menentang penyerangan terhadap Gaza oleh Israel yang terjadi sejak 7 Oktober 2023. Sejak perang antara Israel dan Hamas, Turki telah memanggil pulang duta besarnya untuk Israel dan memutuskan kontak dengan Perdana Menteri Netanyahu. Turki menganggap bahwa Israel telah melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Palestina dan penduduk sipil. Turki menganggap Israel tidak lagi berupaya untuk menghentikan perang dan pendudukan terhadap wilayah Palestina. Oleh sebab itu, posisi Turki dalam konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel mengambil posisi netral dan berupaya mengakhiri konflik tersebut dan mengajak kembali ke meja perundingan. Oleh sebab itu, Turki memiliki pengaruh yang cukup besar terutama di kawasan Timur Tengah (Asia Barat) dan Kawasan Eropa dalam aliansi NATO. Dua wajah Turki, Timur (Timur Tengah) dan Barat (Eropa).









