Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bengkalis

Jaga Kampung dari Gajah, Warga Bengkalis Tewas Kelelahan, Pemuda 18 Tahun Terluka

badge-check

Warga berkumpul untuk penjagaan dan upaya pengusiran kawanan gajah. (Foto: ist) Perbesar

Warga berkumpul untuk penjagaan dan upaya pengusiran kawanan gajah. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU — Niat menjaga lingkungan tempat tinggal dari kawanan gajah sumatera liar berujung duka bagi warga di Kabupaten Bengkalis, Riau. Seorang warga meninggal dunia setelah berjaga dan berupaya mengusir gajah, sementara seorang pemuda lainnya mengalami luka akibat ditendang satwa liar tersebut.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Darwin Sondang Napitu (47). Sementara korban luka adalah Mikhael Daniel Simarmata (18).

Kabid Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Ujang Holisudin, mengatakan Darwin meninggal bukan akibat serangan gajah, melainkan karena kelelahan setelah melakukan penjagaan dan upaya pengusiran kawanan gajah.

“Yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena gajah, akan tetapi karena faktor kelelahan. Informasi yang kami dapat, almarhum berjaga dan mengusir gajah,” kata Ujang kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Ahad (30/8/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (21/8/2026). Saat itu, kedua korban diduga bersama warga lainnya melakukan upaya mengusir kawanan gajah liar yang berada di sekitar lokasi.

Dalam kejadian tersebut, Mikhael mengalami luka robek pada bagian pinggang dan paha setelah ditendang gajah saat berupaya melakukan pengusiran.

Mikhael kemudian mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Ujang menjelaskan, berdasarkan hasil plotting, lokasi kejadian berada di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Bengkalis.

Dengan demikian, lokasi tersebut merupakan bagian dari habitat gajah sumatera.
“Artinya lokasi kejadian berada di habitat gajah sumatera,” ujar Ujang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BBKSDA Riau telah menurunkan tim untuk menangani konflik manusia dan satwa liar di kawasan tersebut.

Tim bersama warga setempat kemudian menemukan sejumlah jejak gajah liar dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Namun, kawanan gajah yang sebelumnya berada di kawasan tersebut tidak lagi ditemukan.

BBKSDA Riau mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang justru dapat membahayakan keselamatan manusia maupun satwa.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pengusiran secara langsung apabila kembali menemukan keberadaan gajah liar di sekitar permukiman.

Jika kawanan gajah kembali terlihat, warga diminta segera melaporkannya kepada aparat desa atau menghubungi BBKSDA Riau.

“BBKSDA Riau bersama instansi terkait, akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap keberadaan kawanan gajah liar di wilayah tersebut, guna mencegah terjadinya konflik lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar dilindungi,” kata Ujang. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Persiapan Haji Dimulai dari Perencanaan Keuangan, BRK Syariah Perkuat Layanan bagi Calon Jemaah

15 Okt 2026 - 10:40 WIB

Persiapan Haji Dimulai dari Perencanaan Keuangan, BRK Syariah Perkuat Layanan bagi Calon Jemaah

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Riau Berlaku, Cuma Sampai 30 November

15 Okt 2026 - 09:45 WIB

Pemutihan Denda Pajak Kendaraan di Riau Berlaku, Cuma Sampai 30 November

BRK Syariah Raih Penghargaan Kemitraan Ekosistem Keuangan Kampus di Milad ke-64 UNRI

14 Okt 2026 - 17:01 WIB

BRK Syariah Raih Penghargaan Kemitraan Ekosistem Keuangan Kampus di Milad ke-64 UNRI

Tak Sekadar CSR, BRK Syariah Ikut Mengukuhkan Identitas Melayu di Kampus Universitas Riau

13 Okt 2026 - 14:07 WIB

Tak Sekadar CSR, BRK Syariah Ikut Mengukuhkan Identitas Melayu di Kampus Universitas Riau

Terima LAMR, Kemenbud Apresiasi HKN di Riau

13 Okt 2026 - 13:59 WIB

Terima LAMR, Kemenbud Apresiasi HKN di Riau
Trending di Pekanbaru