RiauKepri.com, PEKANBARU — Pekan Olahraga, Seni, dan Diniyah (PORSADIN) ke-VI tingkat Kota Pekanbaru resmi digelar di Kecamatan Rumbai, tepatnya di lingkungan Universitas Lancang Kuning (Unilak). Kegiatan yang mempertemukan peserta dari berbagai Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) se-Kota Pekanbaru tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah pengembangan potensi anak-anak di bidang keagamaan, seni, dan olahraga.
Ketua Panitia PORSADIN VI, Ustadz Masri, S.Pd., sebelumnya menyampaikan keinginannya untuk menjadikan Universitas Lancang Kuning sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unilak, Dr. Mohd. Fauzi, S.S., M.Hum.
Fauzi menyatakan bahwa FIB Unilak menyambut baik kehadiran kegiatan tersebut sebagai bagian dari semangat kampus untuk membangun silaturahmi dengan masyarakat. Menurutnya, keterbukaan kampus terhadap berbagai kegiatan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun hubungan antara perguruan tinggi dan lingkungan sosial di sekitarnya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena semangatnya adalah silaturahmi. FIB Unilak terbuka dan senang jika masyarakat datang dan beraktivitas di lingkungan kampus,” Ungkap Fauzi.
14 Cabang Perlombaan
PORSADIN VI tingkat Kota Pekanbaru mempertandingkan dan memperlombakan 14 cabang, yang mencakup bidang keagamaan, seni, dan olahraga. Cabang tersebut meliputi MTQ, pidato bahasa Arab, pidato bahasa Indonesia, sholawat, azan, tartil, cerdas cermat, tahfiz, puisi Islam, kaligrafi, tenis meja, badminton, serta lari pendek.
Beragam cabang tersebut menunjukkan bahwa PORSADIN tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik keagamaan, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak MDTA untuk mengembangkan kemampuan seni, kreativitas, keberanian tampil, serta kebugaran jasmani.
Membentuk Generasi Qur’ani
PORSADIN tingkat MDTA/Diniyah memiliki tiga pilar utama, yakni diniyah atau keagamaan, olahraga, dan seni. Pada bidang diniyah, kegiatan diarahkan untuk membentuk generasi yang Qur’ani melalui peningkatan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, antara lain melalui tartil, tahfiz, dan fahmil. Selain itu, berbagai lomba seperti pidato, azan, dan kaligrafi menjadi sarana untuk mengasah bakat dakwah dan wawasan keislaman anak sejak usia dini.
Pembinaan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan anak-anak yang memiliki kemampuan dalam perlombaan, tetapi juga memiliki iman, akhlak, dan karakter yang baik. PORSADIN juga menjadi salah satu ruang untuk menemukan bibit-bibit unggul yang nantinya dapat dikembangkan pada ajang MTQ maupun STQ di tingkat yang lebih tinggi.
Olahraga Membentuk Karakter
Pada bidang olahraga, PORSADIN diarahkan untuk membangun generasi yang sehat sekaligus berkarakter. Kompetisi olahraga seperti tenis meja, badminton, dan lari pendek menjadi sarana bagi peserta untuk belajar mengenai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan mental bertanding.
Semangat yang dibangun bukan semata-mata mengejar kemenangan. “Menang itu biasa, kalah adalah pembelajaran.” Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter anak, bahwa sebuah kompetisi bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana peserta belajar menghargai lawan, menerima hasil, dan terus memperbaiki kemampuan.
Seni dan Kreativitas Anak
Sementara itu, bidang seni menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Puisi Islam, sholawat, dan kaligrafi, misalnya, memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengekspresikan nilai-nilai keislaman melalui bahasa dan karya seni. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan seni juga menjadi bagian dari upaya melestarikan seni budaya Melayu dan Islami, sekaligus memberikan pengalaman kepada anak untuk tampil di hadapan publik.
Mempererat Silaturahmi MDTA
Lebih jauh, PORSADIN tidak hanya dipandang sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi antar-MDTA se-Kota Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi momentum bagi siswa, guru, pengelola MDTA, dan berbagai pihak yang terlibat untuk saling bertemu, berbagi pengalaman, serta memperkuat hubungan kelembagaan.
Selain silaturahmi, PORSADIN juga menjadi sarana evaluasi terhadap pembinaan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan diniyah, sekaligus memberikan motivasi kepada siswa dan guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan eksistensi MDTA kepada masyarakat luas.
Menuju PORSADIN Tingkat Provinsi dan Nasional
Para peserta yang berhasil menjadi pemenang pada PORSADIN tingkat Kota Pekanbaru selanjutnya akan dipersiapkan untuk mengikuti PORSADIN tingkat Provinsi Riau pada Oktober 2026. Peserta yang berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi kemudian akan mewakili Riau pada PORSADIN tingkat nasional pada November 2026.
Dengan demikian, PORSADIN VI tingkat Kota Pekanbaru bukan hanya menjadi panggung bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka, tetapi juga menjadi tahap awal pencarian dan pembinaan generasi berprestasi di bidang keagamaan, seni, dan olahraga. Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus Masjid Jamiah Alfatah Unilak, pegawai Universitas Lancang Kuning, serta seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung terselenggaranya PORSADIN VI tingkat Kota Pekanbaru.
Kehadiran PORSADIN di lingkungan Unilak sekaligus memperlihatkan bahwa kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat, pendidikan karakter, kebudayaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. (RK2)









