Riaukepri.com, ANAMBAS – Suasana Lebaran kedua Idul Fitri 1447 Hijriah di Desa Kiabu masih dipenuhi semangat kebersamaan dan keceriaan. Berbagai perlombaan tradisional digelar untuk memeriahkan hari kemenangan umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Pada hari kedua, panitia menggelar lomba kayuh jongkong khusus wanita serta pertandingan sepak bola antar-RW yang turut menyedot perhatian warga.
Sebelumnya, di hari pertama Lebaran yang jatuh pada Sabtu (21/03/2026), masyarakat telah disuguhkan dengan lomba panjat pinang dan tarik tambang antar-RW yang berlangsung meriah dan penuh antusias.
Lomba kayuh jongkong sendiri bukanlah hal baru bagi warga Desa Kiabu. Kegiatan ini sebelumnya sudah beberapa kali digelar dalam perayaan Idul Fitri. Namun, biasanya peserta didominasi oleh kaum pria.
Menariknya, pada tahun ini panitia menghadirkan nuansa berbeda dengan hanya membuka lomba tersebut untuk kaum wanita. Keputusan ini pun mendapat sambutan positif dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Dalam perlombaan tersebut, Pong berhasil meraih juara pertama setelah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Disusul oleh Yet yang menempati posisi kedua, serta Sal yang keluar sebagai juara ketiga setelah melalui persaingan yang cukup ketat.
Ican, salah seorang panitia lomba, menjelaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan tahun ini tidak memiliki struktur kepanitiaan dengan ketua khusus, melainkan hanya terdiri dari anggota yang bekerja secara kolektif.
Ia mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan sistem kerja bersama tanpa adanya pembagian tugas secara spesifik. Semua panitia terlibat langsung dalam setiap perlombaan yang digelar.
“Sengaja kami tidak membuat pembagian tugas secara khusus. Karena kalau berkaca pada tahun sebelumnya, masih ada teman-teman yang tidak menjalankan tugas sesuai kesepakatan. Maka tahun ini kami sepakat untuk memikul tanggung jawab secara bersama-sama,” ujar Ican.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga serta melestarikan tradisi lokal yang telah lama menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri di Desa Kiabu. (RK 15)







