RiauKepri.com, ANAMBAS – Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Hino Faisal, turun langsung memantau kondisi korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dirawat di RSUD Palmatak, Kamis (16/4), sebagai bagian dari pengawasan terhadap penanganan pascakejadian.
Kunjungan ini menyoroti pentingnya percepatan pemulihan para pelajar yang terdampak insiden keracunan massal di Kecamatan Siantan Tengah, sekaligus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
Setibanya di rumah sakit, Hino langsung menuju ruang perawatan untuk melihat secara langsung kondisi para pasien yang sebagian besar merupakan pelajar dari berbagai sekolah.
Ia tampak menyapa satu per satu korban, memberikan dukungan moril agar para pelajar tetap semangat menjalani proses pemulihan.
Kondisi ruang perawatan terlihat padat, mengingat jumlah korban yang cukup banyak dirawat dalam waktu bersamaan.
Sejumlah pelajar masih tampak lemah di tempat tidur, sementara sebagian lainnya mulai menunjukkan perkembangan positif dan bisa berinteraksi dengan keluarga.
Hino juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog dengan orang tua korban yang setia mendampingi anak-anak mereka selama masa perawatan.
Dalam dialog itu, ia mendengar langsung keluhan serta harapan para orang tua terkait kondisi anak-anak mereka pascakejadian.
“Bagaimana kondisinya sekarang? Sudah mendingan? Tetap semangat ya, nanti pasti cepat sembuh,” ujar Hino menyemangati salah satu pasien.
Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, kondisi mayoritas korban kini menunjukkan tren membaik setelah mendapatkan penanganan medis intensif.
Hino menyampaikan bahwa fase kritis telah terlewati dan para pasien saat ini memasuki tahap pemulihan.
Gejala awal seperti mual, muntah, dan pusing yang sempat dialami para pelajar kini mulai berkurang secara signifikan.
Meski demikian, beberapa pasien masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik akibat dampak keracunan tersebut.
“Secara umum sudah jauh lebih baik dibandingkan saat pertama masuk. Tinggal pemulihan saja,” ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Hino juga memberikan perhatian khusus terhadap kesiapan fasilitas dan tenaga medis dalam menangani lonjakan pasien.
Ia menilai tenaga medis RSUD Palmatak telah bekerja cepat dan profesional dalam menangani ratusan korban secara bersamaan.
Apresiasi disampaikan atas dedikasi tenaga kesehatan yang dinilai sigap sejak awal kejadian hingga proses pemulihan saat ini.
Menurutnya, penanganan yang baik menjadi faktor penting dalam menekan dampak lebih serius dari insiden tersebut.
Diketahui, peristiwa keracunan MBG terjadi pada Rabu (15/4) di Kecamatan Siantan Tengah dengan jumlah korban mencapai 155 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Saat ini, selain fokus pada pemulihan korban, pihak terkait juga masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti keracunan tersebut. (adv/RK15)








