Menu

Mode Gelap
Dua Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis,1 Anggota Linmas Desa Jangkang Dan 1 Masyarakat Biasa 1 Staf Linmas Desa Jangkang Positif Narkotika, Bukti Desa Jangkang Belum Bebas dari Narkoba Pemkab Bengkalis Optimis Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026, Capai Standar Target Humas Polda Riau Perkuat Komunikasi Publik, Tekankan Pendekatan Humanis dan Perang Hoaks Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas Gubernur Budaya

Bengkalis

Pemkab Bengkalis Optimis Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026, Capai Standar Target

badge-check


					Pemkab Bengkalis Optimis Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman 2026, Capai Standar Target Perbesar

RiauKepri.com. BENGKALIS – Dengan semangat kebersamaan, sinergi, dan tanggung jawab, Pemerintah Kabupaten Bengkalis optimis mampu mencapai target penilaian kabupaten/kota pangan aman tahun 2026 dengan hasil yang maksimal atau standar target.

Sekaligus menjadi daerah yang aman pangan, sehat, dan berkualitas, dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Bengkalis yang Bermarwah, Maju dan Sejahtera serta Unggul di Indonesia.

Hal ini disampaikan Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan
Syahruddin saat membuka kegiatan Advokasi dan Pendampingan Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Pangan Aman dan Pengendalian Resistensi Antimikroba yang diselenggarakan Balai POM Dumai, Rabu 22 April 2026, di ruang Hang Tuah lantai II Kantor Bupati Bengkalis.

Dalam sambutannya Syahruddin mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan advokasi ini, sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan Balai POM di Dumai dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan.

Serta menjamin keamanan pangan bagi masyarakat, mengingat, pangan bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga merupakan hak dasar masyarakat yang harus dijamin keamanan, mutu, dan gizinya, agar masyarakat senantiasa dapat hidup sehat serta produktif.

Syahruddin menambahkan, tanggung jawab untuk mewujudkan pangan yang aman ini, tidak dapat dilakukan secara parsial atau hanya dibebankan pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, serta dilaksanakan secara terpadu, dan berkelanjutan, mulai dari proses produksi, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi, agar seluruh rantai pangan yang tersedia dapat memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi.

“Kami tegaskan, pentingnya komitmen semua pihak termasuk seluruh perangkat daerah terkait, seperti Bappeda, Dinkes, Dinas Ketapang, Dinas Perikanan, Disdagprin, Diskop dan UKM, Disdik, Dinas PMD, DPMPT, DLH serta Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertenakan, untuk senantiasa meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam pengawasan pangan, guna mendukung pelaksanaan penilaian mandiri kabupaten/kota pangan aman, serta memperkuat langkah-langkah pengendalian resistensi antimikroba yang saat ini sedang menjadi isu kesehatan global,”ungkapnya.

Ia juga berharap melalui kegiatan advokasi dan pendampingan penilaian mandiri kabupaten/kota pangan aman hari ini, tidak hanya menjadi forum diskusi saja, tetapi juga mampu menghasilkan langkah nyata dan terukur. Karena Pemkab Bengkalis berkomitmen untuk mendukung penuh pengisian dan pemenuhan indikator penilaian kabupaten/kota pangan aman ini secara optimal, sebagaimana target yang telah ditetapkan.

“Untuk itu kami instruksikan kepada seluruh perangkat daerah terkait, untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini,”ujarnya.

Selanjutnya ia tegaskan bahwa semua petugas yang ditunjuk hari ini, agar berpartisipasi aktif, dan mengikuti seluruh rangkaian acara ini dengan sungguh-sungguh, untuk kemudian melakukan penginputan data dukung secara lengkap dan tepat waktu, serta memastikan keberlanjutan program ini secara konsisten.

Selain keamanan pangan, Syahruddin menambahkan, isu resistensi antimikroba juga harus menjadi perhatian serius kita bersama. Edukasi kepada masyarakat, pengawasan penggunaan antibiotik, serta penguatan regulasi di sektor kesehatan dan perdagangan perlu terus kita tingkatkan.

“Kami tidak ingin program ini berhenti pada kegiatan advokasi ini saja. Harapan kami, dari pertemuan kita pagi ini akan lahir langkah-langkah konkret, rekomendasi yang aplikatif, serta komitmen yang benar-benar dijalankan di lapangan,”pungkasnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama mewujudkan Kabupaten Bengkalis Pangan Aman, yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Balai POM Dumai.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis Ermanto, Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan BPOM Dumai Emi Amalia dan sejumlah Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. (RK13/rls)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Pria Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis,1 Anggota Linmas Desa Jangkang Dan 1 Masyarakat Biasa

23 April 2026 - 10:36 WIB

1 Staf Linmas Desa Jangkang Positif Narkotika, Bukti Desa Jangkang Belum Bebas dari Narkoba

23 April 2026 - 10:33 WIB

Sidak Urine Mendadak di Lingkungan Kecamatan Bengkalis Dua Orang Positif Amfetamin

21 April 2026 - 15:19 WIB

Dari Informasi Warga, Polisi Tangkap Pelaku Sabu di Mandau

21 April 2026 - 10:09 WIB

Pengedar Sabu Diamankan di Duri Barat, Polisi Sita 0,36 Gram dan Ajak Masyarakat Lapor ke 110

21 April 2026 - 07:17 WIB

Trending di Bengkalis