Menu

Mode Gelap
Bantah Jual Pupuk, Ketua KWT Gamar Sejahtera Kini Diduga Jual Mesin Rumput Antusiasme Tinggi, Calon Pendaftar Beasiswa Bintan Diminta Teliti Baca Ketentuan TP PKK Kabupaten Kepulauab Anambas dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Perkuat Sinergi Tingkatkan Budaya Literasi Bhabinkamtibmas Polsek Tebingtinggi Tanam Jagung Pipil Bersama Poktan di Teluk Buntal IRT di Sungai Pakning Ditangkap, Polsek Bukit Batu Amankan Sabu 1,68 Gram di Jalan Sukajadi Satnarkoba Polres Bengkalis Bekuk 2 Penyalah Guna Narkoba

Riau

Bantah Jual Pupuk, Ketua KWT Gamar Sejahtera Kini Diduga Jual Mesin Rumput

badge-check


					Lahan kebun KWT Gamar Sejahtera. (Foto: ist) Perbesar

Lahan kebun KWT Gamar Sejahtera. (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU- Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Gading Marpoyan (Gamar) Sejahtera, Reni, membantah seluruh tudingan terkait dugaan penjualan pupuk bantuan pemerintah yang sebelumnya mencuat dari pengakuan sejumlah anggota kelompoknya. Kini, bergulir pula dugaan menjual mesin rumput. Benarkah?

Reni menyebutkan adanya pihak-pihak yang menekan dan menakut-nakuti anggota KWT sehingga berani memberikan keterangan ke media. “Ya, warga, orang dekat situ, dekat tempat KWT kami, kami tidak boleh beladang di sana,” ujar Reni saat dikonfirmasi wartawan terkait siapa yang menakut-nakuti anggota KWT melalui sambungan telepon, Jumat (15/5/2026).

Menurut Reni, bantuan pupuk dari pemerintah tidak diberikan secara cuma-cuma kepada kelompoknya. Ditegaskan, pupuk yang diterima tetap dibeli oleh anggota KWT. “Memang ada bantuan dari pemerintah, tapi pupuk subsidi dari pemerintah mana ada gratis, tetap kami beli,” kata Reni.

Pernyataan itu berbeda dengan pengakuan sebelumnya dari salah seorang anggota KWT yang menyebutkan pupuk bantuan pemerintah sempat dijual dan hasilnya dibagikan kepada anggota, bahkan ada yang mengaku menerima uang Rp15 ribu.

Menanggapi hal itu, Reni menilai anggotanya tidak memahami persoalan sebenarnya karena berada di bawah tekanan. “Anggota saya itu mana tahu dia, mana paham dia, mereka kena tekan dan ditakut-takuti,” ucapnya.

Selain membantah dugaan penjualan pupuk, Reni juga menepis isu penjualan alat bantuan pertanian milik KWT, termasuk mesin rumput. Dia mengklaim seluruh alat bantuan seperti mesin air, mesin bajak dan mesin rumput masih berada padanya. “Mana ada dijual mesin rumput, ada semuanya alat-alat kebun tersebut pada saya,” bantahnya.

Namun sumber riaukepri.com menyebutkan salah seorang anggota KWT sempat menawarkan mesin pompa air robin kepadanya. Penawaran itu ditolak karena tidak membutuhkan barang tersebut. Saat ditanya terkait mesin rumput, anggota KWT tersebut mengaku alat itu sudah dijual.

“Kalau semua maling ngaku, penuh penjara tu,” kata warga Gading Marpoyan menangapi klarifikasi Reni.

Sebelumnya, KWT Gamar Sejahtera yang berada di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, menjadi sorotan setelah muncul dugaan penjualan pupuk bantuan pemerintah oleh kelompok tersebut. Selain itu, KWT juga disebut tidak lagi memiliki lahan sesuai ketentuan. Jika sebelumnya lahan disebut tersebar di beberapa titik, kini kebun aktif hanya berada di samping Posyandu Melati Gading.

Berdasarkan Permentan Nomor 02 Tahun 2024 dan Permentan Nomor 08 Tahun 2023, luas lahan demplot KWT kategori perdesaan ditetapkan sekitar 400 hingga 500 meter persegi. Sebelum memberikan hak jawab, Reni sempat enggan dikonfirmasi terkait tudingan tersebut. (RK12)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Jajaki Pendirian UNU Pertama di Riau dan Sekolah Rakyat di Mempura

15 Mei 2026 - 08:25 WIB

KWT Gamar Sejahtera Diduga Jual Pupuk Jatah dan Manipulasi Data

13 Mei 2026 - 18:44 WIB

Komitmen, PT BSP Bantu Perbaikan Gorong-gorong Penyebab Banjir di Sabah Auh

13 Mei 2026 - 10:41 WIB

Marwah Diri

10 Mei 2026 - 08:56 WIB

Hardiknas, Polsek Bina Widya Beri Kado Bibit Pohon dan Perlengkapan Pendidikan ke Mahasiswa

9 Mei 2026 - 16:45 WIB

Trending di Pekanbaru