Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Di ujung tahun ke empat Pemerintahan Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim telah melakukan perombakan kabinet yang bertujuan mengukuhkan (memperkuat) kembali pemerintahan yang disebut juga dengan pemerintahan madani. Pmerintahan Datuk seri Anwar Ibrahim akan memasuki tahun ke empat sejak dilantik pada 24 November 2022. Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri Malaysia telah mengucapkan sumpah di depan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah pada 24 November 2022.
Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim merupakan Perdana Menteri Malaysia yang ke-10. Kabinet Menteri dibawah pemerintahan Perdana Menteri, Datuk seri Anwar Ibrahim merupakan kabinet menteri yang di dalamnya merupakan perpaduan partai-partai koalisi Pakatan Harapan yaitu partai DAP (partai aksi demokratik), Partai Keadilan Rakyat (PKR) dan UMNO (Partai Kebangsaan Melayu Bersatu (The United Malays National Organization). Sejak dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim memperkenalkan apa yang disebut dengan Malaysia Madani (civil society) yang merupakan kerangka kebijakan dan slogan pemerintah yang berfokus kepada tiga konsep yaitu pertama; tata kelola pemerintahan yang baik, kedua; pembangunan yang berkelanjutan dan yang ketiga; keharmonisan etnis. Harmonisasi berbagai etnis yang ada di Malaysia merupakan hal yang mutlak untuk diwujudkan dalam masyarakat yang berbilang etnis (kaum) tersebut.
Secara keseluruhannya, Malaysia Madani merupakan perlambangan kesejahteraan secara holistik, menekankan kemajuan dan progresif untuk rakyat berbagai kaum (baca:etnik) dan menyatukan hati dan teguh pada jati diri negara. Pemikiran Datuk Seri Anwar Ibrahim terhadap perubahan dan reformasi di Malaysia lebih mengedepankan kepada nilai-nilai islam dan sifatnya universal. Ini sangat relevan dengan slogan Malaysia Madani yang menjadi fokus di pemerintahan Datuk Seri Anwar Ibrahim yang akan memasuki tahun keempat sebagai Perdana menteri Malaysia ke-10.
Malaysia Madani (Civil Malaysia) menjadi konsep yang diperkenalkan oleh Datuk Seri Anwar Ibrahim yang menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-10. Di tahun ke empat pemerintahan Datuk Seri Anwar Ibrahim, konsep tersebut telah mengukuhkan Malaysia yang berbilang kaum (baca:etnik) menjadi kekuatan dalam toleransi diantara masyarakatnya. Secara keseluruhannya, Malaysia Madani merupakan perlambangan kesejahteraan secara holistik, menekankan kemajuan dan progresif untuk rakyat berbagai kaum (baca:etnik) dan menyatukan hati dan teguh pada jati diri negara. Malaysia Madani (Civil Malaysia) yang merupakan kerangka kebijakan dan slogan pemerintah yang berfokus kepada tiga konsep yaitu pertama; tata kelola pemerintahan yang baik kedua; pembangunan yang berkelanjutan dan ketiga; keharmonisan kaum (baca: etnik).
Dalam perkembangan dan kehidupan sehari-hari, harmonisasi antar etnis dan pemeluk agama di Malaysia merupakan pondasi utama dalam hal menjaga kestabilan politik dan kemakmuran ekonomi yang dirasakan oleh masyarakatnya. Tanpa adanya harmonisasi antar masyarakatnya, kestabilan politik dan kemakmuran ekonomi tidak akan pernah dirasakan oleh masyarakatnya. Harmonisasi merupakan hal yang mutlak untuk diwujudkan dalam masyarakat yang berbilang kaum (etnis) tersebut.
Pemikiran Datuk Seri Anwar Ibrahim terhadap perubahan dan reformasi di Malaysia lebih mengedepankan kepada nilai-nilai islam dan sifatnya universal dan itu sangat relevan dengan slogan Malaysia Madani yang menjadi fokus di tahun ke empat pemerintahan Malaysia di bawah Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim. Bagaimanapun perubahan tersebut harus berlandaskan kepada nilai-nilai universal yang mutlak yang diakui oleh islam dan agama lain secara baik serta mampu memberi kesejahteraan kepada umat manusia tentang pengertian gelombang kebangkitan Asia tersebut.







