Menu

Mode Gelap
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi, Dua Terduga Diamankan Dukung Program P4GN Persiapan Porprov Riau 2027, KONI dan Disporapar Meranti Mulai Matangkan Persiapan Polsek Bantan Siapkan Lahan Ketahanan Pangan, Gandeng Kelompok Tani Milenial Tanam Jagung Pipil Imigrasi Selatpanjang dan Kejari Meranti Resmi Jalin Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

Nasional

Dirjen Imigrasi Ajak Jajaran Tinggalkan Praktik Lama dan Kembalikan Kepercayaan Publik

badge-check

Hendarsam Marantoko, Direktur Jenderal Imigrasi. (Foto: ist) Perbesar

Hendarsam Marantoko, Direktur Jenderal Imigrasi. (Foto: ist)

RiauKepri.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Imigrasi tengah berupaya memperkuat kembali kepercayaan masyarakat melalui pembenahan internal dan peningkatan integritas aparatur. Di tengah dinamika yang sedang dihadapi organisasi, seluruh jajaran Imigrasi diminta kembali fokus menjalankan tugas pelayanan publik serta meninggalkan pola kerja lama yang tidak lagi relevan dengan tuntutan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, saat memberikan arahan kepada seluruh petugas Imigrasi di Indonesia dan Atase Imigrasi pada Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid dari Aula Direktorat Jenderal Imigrasi di Jakarta, Selasa (9/6/2026), itu menjadi momentum untuk mempertegas arah reformasi birokrasi di lingkungan Imigrasi.

Dalam arahannya, Hendarsam menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berjalan sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Karena itu, ia meminta seluruh pegawai untuk tidak larut dalam situasi yang terjadi dan segera kembali berkonsentrasi pada program kerja serta pelayanan kepada masyarakat.

“Seluruh proses yang sedang berlangsung kita percayakan kepada aparat yang berwenang. Yang terpenting saat ini adalah memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal dan seluruh program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Hendarsam, kondisi yang tengah dihadapi saat ini merupakan salah satu ujian berat bagi organisasi. Namun di balik tantangan tersebut, ia melihat adanya kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap budaya kerja yang selama ini dinilai tidak lagi sejalan dengan semangat pelayanan publik yang bersih dan profesional.

Ia menekankan bahwa perubahan zaman menuntut perubahan cara kerja aparatur negara. Tidak boleh ada lagi ruang bagi perilaku yang menyimpang maupun anggapan bahwa seseorang memiliki keistimewaan untuk melanggar aturan.

“Harapan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin tinggi. Karena itu tidak ada tempat bagi praktik-praktik yang bertentangan dengan aturan. Setiap pegawai harus memahami bahwa integritas adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Sebagai institusi yang berhadapan langsung dengan masyarakat, Imigrasi dinilai memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap kritik maupun keluhan publik. Oleh sebab itu, Hendarsam meminta seluruh aparatur memperkuat mental pelayanan dengan mengedepankan sikap responsif, terbuka, dan transparan dalam menangani setiap persoalan yang muncul.

Ia juga mengingatkan bahwa kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Ditjen Imigrasi merupakan modal besar untuk bangkit dan memperkuat kembali citra institusi. Namun kemampuan tersebut harus berjalan beriringan dengan komitmen menjaga integritas serta etika pelayanan.

Lebih lanjut, Hendarsam menegaskan bahwa arah kebijakan Imigrasi saat ini berfokus pada upaya mendekatkan institusi dengan masyarakat. Berbagai persepsi negatif maupun jarak yang selama ini dirasakan publik harus dijawab melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung manfaatnya.

“Semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’ bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, membangun kembali kepercayaan publik, dan memastikan setiap layanan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” pungkasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta membangun budaya kerja yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (rls)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

SPR Bangun Kemitraan Strategis dengan KMD, Bidik Sektor Energi Hingga Pasar AMDK Riau

20 Juli 2026 - 16:23 WIB

PWI Pusat Minta Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan, Tegaskan Martabat Pers Harus Dihormati

19 Juli 2026 - 14:14 WIB

Temui Wapres Gibran, Bupati Siak Perjuangkan Hak DBH bagi Daerah Penghasil SDA

17 Juli 2026 - 09:30 WIB

Penguatan AD/ART, PWI Pusat Sosialisasi Lima PO

16 Juli 2026 - 07:23 WIB

Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Hadiri Puncak HKG PKK ke-54 Tingkat Nasional di Makassar

12 Juli 2026 - 13:07 WIB

Trending di Bintan