RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Rabu (1/7/2026) secara umum didominasi cuaca berawan hingga berawan tebal. Namun, hujan ringan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah, terutama pada siang hingga sore hari.
Masyarakat diimbau tetap mewaspadai perubahan cuaca yang dapat berlangsung secara cepat, terutama bagi pengguna transportasi laut, nelayan, maupun warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Berikut prakiraan cuaca di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau:
- Kota Batam diprakirakan berawan hingga berawan tebal sepanjang hari. Peluang hujan ringan terjadi pada waktu tertentu dengan suhu udara berkisar 25–31 derajat Celsius.
- Kota Tanjungpinang diprediksi didominasi cuaca berawan. Potensi hujan ringan dapat terjadi pada siang atau sore hari dengan suhu berkisar 25–30 derajat Celsius.
- Kabupaten Bintan diprakirakan berawan dengan suhu udara 25–30 derajat Celsius. Kondisi cuaca relatif kondusif untuk aktivitas masyarakat, meski hujan lokal tetap berpotensi muncul.
- Kabupaten Karimun diprediksi mengalami cuaca berawan hingga berawan tebal. Hujan ringan berpotensi terjadi pada beberapa wilayah dengan suhu berkisar 25–31 derajat Celsius.
- Kabupaten Lingga diprakirakan berawan dengan peluang hujan ringan pada siang atau sore hari. Suhu udara berada pada kisaran 25–31 derajat Celsius.
- Kabupaten Natuna diprediksi berawan hingga berawan tebal. Peluang hujan ringan masih dapat terjadi dengan suhu udara berkisar 25–30 derajat Celsius.
- Kabupaten Kepulauan Anambas diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan di sejumlah wilayah. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 25–30 derajat Celsius.
BMKG juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Riau. Meski demikian, masyarakat tetap diminta memantau pembaruan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.
Bagi pengguna jasa pelayaran dan nelayan, kewaspadaan tetap diperlukan terhadap perubahan arah angin maupun hujan yang dapat memengaruhi jarak pandang, meskipun secara umum kondisi gelombang di perairan Kepri masih berada pada kategori rendah hingga sedang. (red)







