RiauKepri.com, MERANTI – Belum tercapainya kesepakatan terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Pelindo dan PT Bumi Meranti terus menjadi perhatian berbagai pihak. Kondisi yang berlarut-larut tersebut dinilai perlu segera diselesaikan agar kerja sama dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi daerah.
Kepada Wartawan, Rabu (08/07/2026) Tokoh pemuda Kabupaten Kepulauan Meranti, Hery Saputra atau yang akrab disapa Erry Gading, mengimbau kedua perusahaan untuk kembali duduk bersama guna menyamakan persepsi dan mencari solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.
Menurutnya, persoalan tersebut mengingatkan pada dinamika saat PT Pelindo mengajukan kenaikan tarif boarding pass di Pelabuhan Selatpanjang. Saat itu, pihak Pelindo melakukan berbagai upaya untuk memperoleh persetujuan dari pemerintah daerah dan lembaga legislatif dengan menyampaikan sejumlah program yang diyakini dapat berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Melihat dinamika yang terjadi saat ini, saya berharap PT Pelindo dan PT Bumi Meranti kembali membahas kerja sama ini secara profesional dengan mengedepankan solusi yang saling menguntungkan (win-win solution),” ujar Erry Gading.
Ia juga menilai informasi yang berkembang di tengah masyarakat perlu segera diluruskan. Menurutnya, kedua belah pihak harus memberikan penjelasan yang jelas mengenai hak dan kewajiban masing-masing agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda.
“Harus ada sikap yang jelas dari kedua lembaga mengenai hak dan kewajiban masing-masing. Dengan demikian, kerja sama ini dapat segera berjalan dan memberikan dampak terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” katanya.
Erry Gading menilai tidak tercapainya kesepakatan akan merugikan salah satu pihak. Dari sisi bisnis, ia memahami bahwa PT Pelindo tentu memiliki pertimbangan tersendiri terhadap kemampuan dasar PT Bumi Meranti sebagai calon mitra.
Menurut mantan birokrat tersebut, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pelindo memiliki peran strategis dalam mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar semakin profesional, mandiri, dan memiliki daya saing.
“Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan sepanjang ada kesamaan pandangan dan tujuan. Lebih cepat, lebih baik,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, DPRD, kalangan mahasiswa, hingga elemen masyarakat untuk bersama-sama mendorong penyelesaian kerja sama tersebut.
“Bila diperlukan, mari kita fasilitasi pertemuan antara para pihak untuk melihat keseriusan dalam merealisasikan PKS ini. Siapa yang lebih serius tentu akan terlihat dari komitmennya,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Erry Gading berharap ego masing-masing pihak tidak menjadi penghambat terwujudnya kemitraan strategis antara PT Pelindo dan PT Bumi Meranti.
“Jangan sampai karena ego masing-masing, peluang menjadi mitra strategis justru gagal terwujud,” tutup Erry Gading yang juga merupakan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti. (Aldo).








