Menu

Mode Gelap
Kapolres Kepulauan Meranti Perkuat Sinergi Jelang Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Satu Atap Besar, Satu Garis Komando: PWI Pusat Tegaskan KJK Wajib Tunduk pada PWI Kepri Tindak Lanjuti MoU, SPR Pertemukan PT.TMC dengan RS. Awal Bross dan Ibnu Sina Terkait Pengelolaan Limbah Kantor Imigrasi Selatpanjang Musnahkan 42.012 Berkas Arsip Sesuai Ketentuan PWI Pusat dan AFPI Gelar Workshop Jurnalistik Bahas Pindar, Inklusi Keuangan, dan Perlindungan Publik Satu Korban Kapal Pompong Tenggelam di Perairan Mengkikip Ditemukan Meninggal, Satu Masih Dicari

Batam

Satu Atap Besar, Satu Garis Komando: PWI Pusat Tegaskan KJK Wajib Tunduk pada PWI Kepri

badge-check

Foto bersama selesai diskusi serta makan malam. (Foto: ist) Perbesar

Foto bersama selesai diskusi serta makan malam. (Foto: ist)

RiauKepri.com, BATAM — Dinamika organisasi di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berakhiran dengan pemahaman yang makin matang. Pertemuan hangat dan bernas dalam bingkai diskusi serta makan malam, Selasa (4/8/2026) di Golden Prawn, Batam, menjadi momen penting penegasan marwah organisasi oleh PWI Pusat.

Hadir langsung Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat Atal S. Depari. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani beserta jajaran pengurus, serta sejumlah wartawan anggota PWI Kepri yang saat ini berhimpun dalam Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Suasana diskusi berlangsung santai, elegan, namun sarat dengan pesan edukatif-organisasi. Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir—yang akrab disapa Cak Munir—menegaskan secara lugas posisi dan batasan kewenangan komunitas di luar struktur resmi organisasi.

Menurut Cak Munir, keberadaan KJK pada dasarnya tidak menjadi persoalan, selama disadari sepenuhnya bahwa KJK bukanlah lembaga yang berdiri setara, apalagi menjadi tandingan PWI Kepri.

“KJK harus jadi perpanjangan tangan PWI Kepri. Aturannya jelas, kalau menggunakan lembaga uji PWI untuk pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), seluruhnya wajib berada di bawah PWI Kepri. KJK tidak memiliki kewenangan menyelenggarakan UKW,” tegas Cak Munir.

Pernyataan ini sekaligus meluruskan wacana yang sempat diusulkan Ketua KJK, Ady Indra Pawennari, mengenai potensi penggunaan narasi gabungan “KJK-PWI” dalam kegiatan UKW. PWI Pusat secara tegas menolak format tersebut demi menjaga tertib tata kelola dan hierarki organisasi.

Senada dengan Cak Munir, Ketua DK PWI Pusat Atal S. Depari mengingatkan pentingnya etika berorganisasi. PWI merupakan rumah besar yang memiliki aturan main tunggal dan tidak mengenal struktur tandingan dalam bentuk apa pun.

“Kalau mau berkompetisi atau bersaing secara positif, silakan di dalam PWI Kepri. Jangan membuat wadah yang seolah menjadi tandingan PWI Kepri. KJK harus tetap berada dalam ruang dan koordinasi PWI,” ujar Atal.

Merangkul Tanpa Sekat, Menjaga Marwah Rumah Bersama

Meski sempat diwarnai dinamika adu argumen yang bernas, pertemuan tersebut berjalan penuh kedewasaan. Pengurus PWI Kepri bahkan menunjukkan kebesaran hati dengan membuka pintu kolaborasi secara terbuka, termasuk menawarkan sejumlah posisi strategis yang masih lowong dalam kepengurusan PWI Kepri saat ini kepada para anggota PWI yang ada di KJK.

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menegaskan bahwa PWI Kepri selalu terbuka untuk berangkulan dengan seluruh anggota. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ketaatan pada konstitusi organisasi adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

“Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi. Namun, seluruh anggota PWI Kepri, termasuk yang berada di KJK, tentunya harus tunduk pada aturan main organisasi dan berkoordinasi resmi dengan PWI Kepri,” kata Saibansah.

Respons positif pun datang dari para anggota KJK yang hadir. Novianto, salah satu anggota KJK, menyatakan kesiapannya untuk tetap berada dalam garis organisasi sebagai anggota biasa.

“Kami legowo tetap menjadi anggota biasa. Jiwa saya adalah PWI, dan insyaallah selamanya akan berada di sini,” ungkap Novianto.

Hal senada disampaikan Ady Indra Pawennari. Ia menegaskan, meski dipercaya memimpin KJK, dirinya tetap menempatkan PWI sebagai rumah besar tempatnya bernaung.

Cak Munir menambahkan bahwa sebetulnya tidak ada isu substantif terkait dualisme di Kepri karena persoalan masa lalu tersebut sudah lama selesai. KJK hanyalah wadah komunitas tempat berhimpun sebagian anggota PWI Kepri, dan bukan entidad terpisah dari institusi PWI.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kehangatan, salam-salaman, dan foto bersama. Momen ini menjadi penanda jelas: PWI Kepri tetap satu tata kelola, satu garis komando, dan satu rumah besar bagi seluruh wartawan yang bernaung di dalamnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

DPRD Gelar Paripurna, Wali Kota Batam Usulkan Perubahan KUA/PPAS 2026 Rp 4,508 T

3 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Ketua PWI Pusat Tegaskan Forum Wartawan yang Ingin Gelar UKW Harus Koordinasi dengan PWI Provinsi Kepri

3 Agustus 2026 - 19:03 WIB

Di Tengah Perebutan Bisnis Air Batam, Warga Pulau Jaloh Berebut Setetes Air Bersih

3 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Karang Taruna Kota Batam Bersama KPA dan BPJS Kesehatan Gelar Edukasi Bahaya HIV/AIDS, Sosialisasikan BPJS Kesehatan

2 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 1 Agustus 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah

1 Agustus 2026 - 00:01 WIB

Trending di Batam