RiauKepri.com, PEKANBARU– Upaya SPR (Sarana Pembangunan Riau) Perseroda dalam pengembangan bisnis tidak sebatas MoU (Momerendun of Undarsteding) saja. Sebagai wujudnya, SPR langsung mempertemukan pihak yang sudah menandatangani MoU dengan para mitra sesuai dengan bidang pekerjaan yang sudah disepakati.
Contohnya hari ini, Rabu (5/8), bertempat di Kantor SPR Jalan Diponegoro 49, Pekanbaru, SPR mempertemukan PT. Trans Multi Cargo (TMC) dengan RS. Awal Bross dan RS. Ibnu Sina membicarakan pengelolaan limbah yang menjadi domain pekerjaan TMC.
Pertemuan dengan Awal Bross berlangsung pukul.13.00 Wib sedangan dengan Ibnu Sina pukul 15.00 Wib.
Pertemuan kedua rumah sakit tersebut langsung dipimpin Direktur SPR, Dr.H.Haris Kampay yang didampingi Sekretaris SPR Hariyanto Karim, Manager Bisnis, Arif Subayang, Tenaga Ahli, Amiruddin dan Satuan Pengawas Internal (SPI), Bakri, Asisten Direktur, Haryono.
Hadir juga Direktur PT. TMC, Ronald P Siregar.
Sementara Awal Bross dan rombongan dipimpin Direktur Awal Bross jalan Sudirman, DR. Jimy Kurniawan, sedangan dari Ibnu Sinah dipimpin salah seorang perwakilan Fatrial Muchti.
Dalam pertemuan tersebut, Haris Kampay menjelaskan, pertemuan ini sebagai bentuk konsistensi SPR terhadap MoU yang sudah ditandatangani. Sesuai yang disampaikannya setelah MoU ditandatangani, hari ini SPR mempertemukan antara TMC dengan Awal Bross dan Ibnu Sina.
“Jadi kita tidak menunggu waktu berlama-lama. Hari ini kita wujudkan sesuai dengan janji saya kemarin, ” jelas Haris Kampay.
Haris Kampay juga menceritakan, sebenarnya seperti Awal Bross ini sudah lama bermitra melalui SPR Langgak dan kedepan kerja sama tersebut akan kita tingkatkan lagi baik kualitas maupun kuantitas.
“Kebetulan sekarang kita sudah ber MoU dengan PT. TMC terkait pengelolaan limbah. Oleh sebab itu, jika peluang itu ada, kita mengharapkan itu dapat direalisasikan,” harap Haris Kampay yang menjelaskan, dampak dari pekerjaan yang didapat, SPR akan memperoleh 20 persen dari keuntungan TMC yang akan disumbangkan kepada PAD (Pendapat Asli Daerah) Riau.
Dalam nada yang sama DR. Jimy Kurniawan dan Fatrial Muchti membuka ruang terhadap SPR dan mitranya. Seperti yang disampaikan Fatrial Muchti, Ibnu Sina pasti membuka ruang apa lagi terhadap SPR yang merupakan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) di Bumi Lancang Kuning ini.
“Saya minta company profil perusahaan sekaligus lampikirkan dengan MoU bersama SPR tersebut,” harap Muchti.
Muchti berharap, setelah pertemuan ini, akan dilakukan pertemuan berikutnya untuk membicarakan terkait teknis dan pekerjaan yang diharapkan seperti pengelolaan limbah.
“Yang pasti hasil pertemuan ini akan saya laporkan dulu kepada pimpinan kami,” tegas Muchti.
Sementara itu, Ronald mengatakan, pihaknya tidak akan menaikan kost yang telah ditetapkan Awal Bros dan Ibnu Sina.
“Berapa kost yang lama, segitulah. Kita tidak akan menaikan,” terang Ronald. (*)








