Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu, 25 April 2026: Batam–Tanjungpinang Berawan, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Program JALUR Polda Riau Sasar Suku Talang Mamak di Pedalaman Inhu, Bagikan Sembako, alat tulis anak-anak hingga Layanan Kesehatan Gratis 477 Personel Polda Kepri Dimutasi, Rotasi Jabatan untuk Penyegaran dan Peningkatan Kinerja Jaga Marwah Organisasi, PWI Kepri Minta DK Evaluasi Legalitas Anggota di Wadah KJK Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri Dua Pelaku Penggelapan Sawit di Pinggir Diamankan, Polisi Sita 1 Ton Buah dan Dua Truk

Tanjungpinang

Tanjungpinang Luncurkan LKS Digital Budaya Melayu: Langkah Nyata Menjaga Warisan Lewat Sekolah

badge-check


					Tanjungpinang Luncurkan LKS Digital Budaya Melayu: Langkah Nyata Menjaga Warisan Lewat Sekolah Perbesar

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Upaya menjaga dan mewariskan budaya Melayu di Tanjungpinang kini memasuki babak baru. Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) tengah menyusun Lembar Kerja Siswa (LKS) Digital Budaya Melayu, sebagai inovasi pembelajaran berbasis budaya lokal yang akan mulai digunakan di tahun ajaran 2025/2026.

Program ini merupakan gagasan Wali Kota Lis Darmansyah dan Wakil Wali Kota Raja Ariza sebagai respon terhadap kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai budaya Melayu di kalangan generasi muda. Penyusunan teknis LKS Digital ini dibahas dalam rapat terbatas yang digelar Rabu (9/7) di SMP Negeri 1 Tanjungpinang, melibatkan kepala sekolah SD dan SMP serta tim teknis dari Diskominfo.

“Kami ingin anak-anak Tanjungpinang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam jati diri budaya,” kata Ririn Noviana, Kabid Statistik dan Persandian Diskominfo Tanjungpinang.

Meskipun belum masuk dalam sistem Dapodik sebagai mata pelajaran resmi, LKS ini diproyeksikan menjadi panduan utama bagi guru dalam menyampaikan muatan lokal budaya Melayu. Materi disusun menyesuaikan jenjang pendidikan dan dirancang dalam dua format — cetak dan digital interaktif — yang dilengkapi dengan ilustrasi, audio-visual, dan kode QR menuju konten multimedia.

Kepala SMPN 1 Tanjungpinang, Muhammad Dirman, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, selama ini guru mengalami kesulitan karena belum tersedia bahan ajar yang jelas dan terstruktur. “Biasanya kami cari bahan sendiri di internet. LKS Digital ini sangat membantu dan membuat proses belajar jadi lebih kontekstual,” ungkapnya.

Di jenjang SD, Akta Patmasari, Kepala SDN 003 Bukit Bestari, mengakui bahwa meski buku budaya Melayu sudah digunakan, pemanfaatannya belum optimal. “Guru kelas memang masih bisa menyampaikan muatan lokal, tetapi dengan LKS yang lebih menarik dan sistematis, anak-anak pasti lebih tertarik belajar budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.

LKS Digital Budaya Melayu untuk jenjang SMP akan mengangkat tema seperti permainan tradisional, tarian dan musik Melayu, hingga sejarah Tanjungpinang dan Pulau Penyengat. Sementara untuk tingkat SD, materi lebih ringan, seperti pengenalan kosakata Melayu, tata krama, hingga aksara Arab-Melayu.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri, tetapi juga sebagai langkah strategis Kota Tanjungpinang dalam memperkuat identitas daerah melalui jalur pendidikan. Dengan pendekatan digital yang disesuaikan zaman, budaya Melayu kini hadir lebih dekat dengan generasi masa depan. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri

24 April 2026 - 13:36 WIB

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Ansar Ahmad Bahas Kawasan Bebas Bintan–Karimun di Metro TV

23 April 2026 - 14:19 WIB

Ancaman Pembunuhan Dilaporkan, Polisi Diminta Bertindak Cepat

22 April 2026 - 14:56 WIB

Bea Dan Cukai Bersama Satnarkoba Polresta Tanjungpinang Berhasil Menangkap Pasutri Kasus Peredaran Narkotika Jaringan Internasional dengan berat 2,7 Kg.

21 April 2026 - 12:54 WIB

Trending di Tanjungpinang