Menu

Mode Gelap
Keluarga Almarhum Turnip Laporkan Dugaan Perusakan Pagar di Km 15 ke Polisi ‎Bandara Letung Buka Pendaftaran Padat Karya 2026, Warga Ulu Maras Dapat Kesempatan Kerja DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Sepakat Tunda Pengesahan Ranperda LAM hingga Mei Amuk Panipahan, Alamr Siapa yang Terlambat 30 Tahun Otonomi Daerah Satgas Anti-Narkoba Riau Dibentuk, Harapan Baru Lindungi Generasi Muda

Pekanbaru

Tak Hanya Serahkan Kajian Budaya Melayu, YSPN Juga Nyatakan Dukungan DIR

badge-check


					YSPN menyerahkan sebuah kajian tentang budaya Melayu Riau kepada BPP DIR, Rabu (16/7), bertempat di Balai Adat LAMR. F: Ist Perbesar

YSPN menyerahkan sebuah kajian tentang budaya Melayu Riau kepada BPP DIR, Rabu (16/7), bertempat di Balai Adat LAMR. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Yayasan Palangka Swarna Nusantara (YSPN) secara resmi menyerahkan sebuah kajian mendalam tentang budaya Melayu Riau kepada Badan Pekerja Perwujudan Daerah Istimewa Riau (BPP DIR), Rabu (16/7), bertempat di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Kajian tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi Yayasan Palangka dalam memperkaya referensi dan wawasan terhadap nilai-nilai budaya yang menjadi dasar historis, sosiologis, dan konstitusional bagi pengusulan Riau sebagai daerah istimewa berbasis kebudayaan Melayu.

Ketua Yayasan Palangka, Aris Pratama, menyampaikan bahwa kajian ini merupakan hasil riset kolaboratif yang melibatkan para ahli budaya, sejarawan, dan akademisi, dengan merujuk pada berbagai sumber primer dan sekunder yang kredibel.

“Budaya Melayu Riau bukan hanya warisan identitas, tetapi juga pilar kebangsaan yang telah ikut membentuk sejarah Indonesia. Penyerahan kajian ini diharapkan menjadi bagian dari arus pemikiran kolektif dalam merealisasikan status keistimewaan bagi Riau,” ujar Aris Pratama.

Sekretaris BPP DIR yang juga Sekretaris Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Afrizal Alang, menyambut baik dan mengapresiasi kontribusi Yayasan Palangka. Ia menilai bahwa kajian tersebut merupakan amunisi penting dalam upaya memperkuat landasan budaya sebagai dasar utama pengajuan status keistimewaan Riau.

“Kajian ini menjadi bagian penting dalam membangun argumentasi kultural dan konstitusional. Semakin banyak elemen masyarakat yang berkontribusi, semakin kuat pula gerakan bersama menuju Riau sebagai daerah istimewa,” tutur Datuk Afrizal.

Sementara itu, Sekretaris Umum DPH LAMR, Datuk Jonnaidi Dasa, menegaskan bahwa dukungan dari Yayasan Palangka adalah bentuk dukungan paling lengkap sejauh ini karena disertai dengan naskah kajian resmi.

“Ini adalah dukungan organisasi masyarakat yang paling lengkap, karena bukan hanya berupa pernyataan sikap, tetapi juga disertai dengan naskah ilmiah. Ini sangat strategis untuk penguatan argumentasi dalam perjuangan kita,” ujar Datuk Jonnaidi.

Penyerahan kajian ini menambah daftar kontribusi nyata dari elemen masyarakat dalam perjuangan mewujudkan Daerah Istimewa Riau (DIR) sebagai bentuk pengakuan negara terhadap kekhasan dan kontribusi budaya Melayu dalam sejarah bangsa Indonesia.

Turut hadir pada pertemuan itu Datuk Bendahara Umum M. Fadhli, Kepala Sekretariat Datuk Arman, Bendahara ISPN Mohd Abror Syahroni, A Lathif Hasyim Pembina Palangka Project, Syamsul Bahri Koordinator Pendidikan, Ilham Afandi Sekum Palangka. (RK1)

 

Editor: Dana Asmarad

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amuk Panipahan, Alamr Siapa yang Terlambat

25 April 2026 - 13:36 WIB

Satgas Anti-Narkoba Riau Dibentuk, Harapan Baru Lindungi Generasi Muda

25 April 2026 - 11:48 WIB

Di LAMR, Didi–Meimei Riau Temukan Hangatnya Rumah Bersama dalam Balutan Adat

23 April 2026 - 19:09 WIB

LKAM Luhak Tambusai Penuhi Undangan LAMR

23 April 2026 - 16:28 WIB

LAMR Terima Kuliah Lapangan Mahasiswa PGSD FKIP UNRI, Bahas Budaya Melayu dalam Perspektif Global

23 April 2026 - 12:37 WIB

Trending di Pekanbaru