Menu

Mode Gelap
Dugaan Penganiayaan di Lingga Masih Berjalan, GAM Kepri Ajak Hormati Mekanisme Hukum BRK Syariah Dukung Program Bank Sampah di Dumai, 50 Rekening Dibuka untuk Dorong Ekonomi dan Kepedulian Lingkungan Calon Rektor UNRI Prof. Dr. Elfizar, S.Si, M.Kom Dapat Dukungan Penuh dari Ketua Umum dan Sekjen Elang Tiga Hambalang  Sekda Bintan Ajak Peserta Trekking Jaga Alam dan Kekompakan di HUT ORARI Lokal Bintan BRK Syariah Dukung Penuh Riau Sharia Week 2026 sebagai Road to FESyar Sumatera Polsek Pinggir Amankan Tiga Pelaku Penyalahgunaan Sabu di Kafe Remang-Remang Suriname

Riau

LMB Nusantara Minta Aksi Penolakan Relokasi TNTN Tertib, Jangan Rusak Fasilitas Negara

badge-check


					Panglima Utama Laskar Melayu Bersatu (LMB) Nusantara, Datuk Besar Muhammad Uzer. Perbesar

Panglima Utama Laskar Melayu Bersatu (LMB) Nusantara, Datuk Besar Muhammad Uzer.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Menyusul beredarnya kabar akan digelarnya aksi besar-besaran selama dua hari oleh kelompok yang menolak relokasi dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), sejumlah tokoh masyarakat Riau mulai angkat bicara. Salah satunya datang dari Panglima Utama Laskar Melayu Bersatu (LMB) Nusantara, Datuk Besar Muhammad Uzer.

Dalam keterangannya, Datuk Uzer menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui rencana aksi tersebut, dan menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional setiap warga negara.

“Silakan, kerana itu hak semua warga negara. NKRI menganut sistem demokrasi,” ujar Datuk Uzer, kepada Riaukepri.com, Sabtu (19/7/2025).

Namun Datuk User memberikan peringatan keras terhadap informasi yang menyebut adanya rencana massa untuk melepaskan pagar Kantor Gubernur Riau dan Kantor Kejati Riau dalam aksi tersebut.

“Hal ini tentu tidak dibenarkan. Apalagi di dalam Kantor Gubernur Riau ada Datuk Seri Setia Amanah, dia adalah payung negeri yang harus kami jaga,” ungkapnya.

Datuk Uzer juga meminta aparat keamanan untuk bersiaga agar situasi tidak berkembang menjadi konflik horizontal. “Kami ingatkan, jangan sampai merusak pagar kantor gubernur, sebab ini sudah melampaui batas. Kepada pihak keamanan, tolong jaga ini agar persoalan tidak meluas. Jangan sampai ada amuk Melayu,” imbuhnya.

Datuk User menyebutkan, bahwa orang Melayu di Riau selama ini terbuka dan menerima siapapun yang datang mencari kehidupan, namun mengingatkan pentingnya menjaga sopan santun dan ketertiban, khususnya di Kota Pekanbaru.

“Kami sangat menghargai siapapun. Tapi jangan ganggu ketertiban masyarakat Kota Pekanbaru. Kami di sini sudah aman dan tenteram. Ingat, tanah Melayu menjunjung tinggi sopan santun,” ucapnya.

Pengamat Hukum

Sementara itu, pengamat hukum Riau, Aspandiar SH, menilai bahwa potensi eskalasi aksi penolakan relokasi bisa terjadi jika aparat penegak hukum bersikap tegas dan adil.

“Aksi ini akan kian besar dan masif, sebab ruang itulah yang mereka manfaatkan,” kata Aspandiar.

Menurutnya, penegakan hukum yang tebang pilih hanya akan memperpanjang konflik agraria dan sosial yang sudah lama berlangsung di wilayah tersebut.

Sebagai mana diberitakan sebelumnya, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan kembali menyuarakan penolakan terhadap rencana relokasi warga dari kawasan yang disebut masuk dalam wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Aksi demonstrasi damai
akan berlangsung pada Senin hingga Rabu, 21–23 Juli 2025, dengan pusat aksi di Kantor Gubernur Provinsi Riau, Pekanbaru.

Dari surat pemberitahuan ke pihak kepolisian yang diperoleh riaukepri.com, aksi ini dipimpin oleh Koordinator Umum, Wandri Saputra Simbolon, dan diklaim akan melibatkan sekitar 15.000 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat terdampak, khususnya dari Kecamatan Pangkalan Kuras dan Kecamatan Ukui, Pelalawan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Calon Rektor UNRI Prof. Dr. Elfizar, S.Si, M.Kom Dapat Dukungan Penuh dari Ketua Umum dan Sekjen Elang Tiga Hambalang 

17 Mei 2026 - 16:20 WIB

BRK Syariah Dukung Penuh Riau Sharia Week 2026 sebagai Road to FESyar Sumatera

17 Mei 2026 - 14:17 WIB

Smokel

17 Mei 2026 - 09:09 WIB

Uang, Oh Uang…

17 Mei 2026 - 06:15 WIB

Adat Duduk

16 Mei 2026 - 07:27 WIB

Trending di Minda