Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 7 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang Afni Ajak Semua Pihak Dukung Pembangunan SNT 2026 di Siak Pengembangan Kasus, Polsek Pinggir Ringkus Pelaku Narkotika di Pematang Pudu, 7 Paket Sabu Disita Transaksi Sabu Digagalkan, Polisi Amankan V.A di Jalur Lintas Pekanbaru–Pinggir Langkah Terakhir Menuju Pucuk BSP di Tangan Bupati Siak Kisruh Larangan Pengiriman Ikan di MV VOC Batavia, Kapolsek Jemaja Imbau Hentikan Ego Sektoral, Minta Semua Pihak Duduk Bersama

Tanjungpinang

Dari Sekolah ke Rumah: Pelajar Tanjungpinang Jadi Agen Siaga Bencana

badge-check


					Foto bersama BPBD Kota Tanjungpinang peserta Sosialisasi KIE Penanggulangan Bencana di delapan SMP sepanjang Agustus 2025. Perbesar

Foto bersama BPBD Kota Tanjungpinang peserta Sosialisasi KIE Penanggulangan Bencana di delapan SMP sepanjang Agustus 2025.

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Kepercayaan diri Ayu, siswi kelas VIII di salah satu SMP di Tanjungpinang, meningkat setelah mengikuti simulasi evakuasi bencana yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang, Jumat (8/8).

“Sekarang saya tahu apa yang harus dilakukan kalau ada bencana,” ujarnya dengan nada mantap.

Ayu hanyalah satu dari ratusan pelajar yang mendapat pelatihan kesiapsiagaan bencana sepanjang Agustus 2025. BPBD Tanjungpinang mengunjungi delapan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar menghadapi potensi bencana.

Materi yang disampaikan tak hanya soal teori, tetapi juga praktik langsung. Siswa dikenalkan pada jenis-jenis bencana, langkah mitigasi, hingga prosedur tanggap darurat. Simulasi evakuasi mandiri dan pemutaran video edukasi dibuat sederhana agar mudah dipahami.

Kepala Pelaksana BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, menegaskan bahwa pendidikan kebencanaan sejak dini bukan sekadar kurikulum tambahan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat tangguh.
“Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat di sekolah, tapi juga saat mereka berada di luar kota. Kami ingin siswa menjadi agen penyebar kesadaran mitigasi bencana di keluarga dan lingkungannya,” jelas Yamin.

Program ini sejalan dengan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang bertujuan menciptakan sekolah sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman. Harapannya, kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana bisa mengalir dari kelas, merambah rumah, hingga ke tengah masyarakat.

Dengan bekal ini, para pelajar Tanjungpinang tak hanya siap melindungi diri sendiri, tetapi juga berperan sebagai garda terdepan menyebarkan pengetahuan yang dapat menyelamatkan nyawa. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SDN 006 Tanjungpinang Timur Kangkangi Juknis O2SN, Hak Atlet “Dikebiri”

5 Mei 2026 - 10:49 WIB

Penari Belia sampai Lansia Ikut Menari Satu Jam Tanpa Henti

30 April 2026 - 06:33 WIB

Misni Resmi Jadi Sekda, Tonggak Baru Kepemimpinan Perempuan di Kepri

28 April 2026 - 07:53 WIB

Gubernur Ansar Lantik Misni sebagai Sekda Definitif Kepri, Perempuan Pertama Pegang Tongkat Komando Birokrasi

27 April 2026 - 13:08 WIB

Semarak Hari Nelayan Nasional ke-66, Pesisir Senggarang Dipenuhi Antusiasme Masyarakat

26 April 2026 - 16:31 WIB

Trending di Tanjungpinang