RiauKepri.com, KUANSING- Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mencuri perhatian saat pembukaan Pacu Jalur 2025 di Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Selasa (20/8/2025). Ia dinilai sebagai sosok yang berperan besar dalam mengembalikan kejernihan Sungai Kuantan.
Kehadiran Kapolda Riau yang tampil sederhana dengan seragam cokelat tua, selempang bermotif khas Kuansing, tanjak, dan tongkat komando, turut mendapat sorotan khusus dari panitia dan masyarakat. Ia disebut sebagai “hero” dalam pelaksanaan Pacu Jalur tahun ini.
Air Sungai Kuantan yang sebelumnya keruh akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI), kini terlihat jernih dan aman untuk perlombaan. Perubahan ini diakui banyak pihak sebagai hasil penindakan tegas yang dilakukan jajaran Polda Riau dalam beberapa bulan terakhir.
Bupati Kuansing Suhardiman Amby secara langsung menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Riau dan jajarannya dalam sambutannya. Ia menyebut kejernihan sungai ini sudah lama dinanti masyarakat Kuansing, terutama menjelang perhelatan budaya tahunan tersebut.
Ucapan serupa juga disampaikan oleh Gubernur Riau Abdul Wahid. Dalam sambutannya, Gubernur menyebut bahwa Sungai Kuantan kini bersih dari hulu hingga hilir, berkat sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah. Menurutnya, ini membuktikan bahwa kerja sama bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Apresiasi terhadap Kapolda tidak hanya datang dari pejabat, tetapi juga dari masyarakat. Melalui pembawa acara, panitia menyampaikan ucapan terima kasih dari warga kepada Kapolda Riau. Mereka merasa langkah tegas terhadap PETI adalah bentuk perlindungan terhadap lingkungan dan warisan budaya.
Penertiban tambang emas ilegal dinilai sangat penting karena selain mencemari sungai, aktivitas tersebut juga menyebabkan pendangkalan, mengancam keselamatan warga, serta merusak ekosistem. Selama ini, penanganannya dianggap lemah, namun menjelang Pacu Jalur, tindakan kepolisian dinilai cepat dan tepat sasaran.
Pacu Jalur sendiri merupakan tradisi budaya yang sudah berusia lebih dari satu abad dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau. Keberhasilan menjaga kelestarian Sungai Kuantan menjadi faktor penting dalam menjaga marwah dan kualitas ajang yang kini masuk dalam kalender pariwisata nasional tersebut. (RK1)







