Menu

Mode Gelap
Polsek Kundur Ringkus Pelaku Pencurian di Tanjungbatu Jemaah Haji Siak di Arafah, Puncak Ibadah Haji Dimulai Optimalisasi Layanan Tenaga Medis, Bintan Buka Beasiswa Dokter Spesialis HLUN ke-30, Bupati Bintan dan LKKS Salurkan 300 Paket Sembako untuk Lansia Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Tebingtinggi Sambangi Brigade Pertanian Desa Teluk Buntal 500 Bibit Tanaman dan Donasi untuk Rumah Singgah Kanker jadi Penutup BRKS Walk and Run 2026

Riau

Alhamdulillah, Tidak Ada Penambahan Kasus Cacar Monyet di Meranti

badge-check


					Pasien yang dirawat di RSUD Meranti. Perbesar

Pasien yang dirawat di RSUD Meranti.

RiauKepri.com, MERANTI– Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti memastikan hingga saat ini, terhitung sejak Kamis (18/9/2025) lalu, tidak ada penambahan kasus cacar monyet (monkeypox/Mpox) di wilayah tersebut. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak panik.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, SH., MM, menyampaikan hal ini menyusul temuan dua kasus suspek cacar monyet yang sempat dirawat di RSUD setempat sejak empat hari lalu.

“Kami sampaikan bahwa tidak ada penambahan kasus. Masyarakat diminta tetap waspada, namun tidak perlu panik,” kata Ade Suhartian, Ahad malam (21/9/2025).

Menurutnya, dua orang santri dari salah satu pesantren di Meranti sebelumnya dibawa ke rumah sakit karena mengalami gejala yang diduga cacar monyet. Satu orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif, sedangkan satu lainnya masih dalam perawatan. Namun, dua pasien lain yang juga sempat dirujuk ke rumah sakit dipastikan hanya menderita cacar biasa atau dalam istilah lokal dikenal sebagai “buah kayu.”

“Betul, kita sudah mengeluarkan surat imbauan internal, bukan untuk masyarakat luas, tetapi sebagai langkah kesiapsiagaan,” ujarnya.

Dinkes Meranti juga telah turun langsung ke lokasi pondok pesantren yang menjadi tempat para santri tersebut belajar. Di sana, pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan, membagikan vitamin dan hand sanitizer kepada para santri, serta melakukan penyelidikan epidemiologi (PE).

Dalam upaya pencegahan, Ade mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti olahraga rutin, istirahat cukup, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengonsumsi makanan bergizi.

“Kami juga sudah menyurati Kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Meranti dan Direktur RSUD agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan surveilans aktif,” tambahnya.

Ia meminta tenaga kesehatan untuk waspada terhadap pasien dengan gejala ruam akut disertai demam, pembesaran kelenjar getah bening, dan gejala lain yang mengarah pada cacar monyet. Selain itu, penting untuk menggali riwayat perjalanan, kontak erat dengan pasien serupa, dan perilaku berisiko.

Setiap kasus suspek cacar monyet wajib segera dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti melalui surveilans Dinkes, yakni Sdr. M. Kholid (HP: 0811 7574 310) dan/atau Sdri. Riyan Agustianti (HP: 0822 8315 8178), serta diikuti dengan pengisian formulir notifikasi sesuai pedoman yang berlaku. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Tebingtinggi Sambangi Brigade Pertanian Desa Teluk Buntal

26 Mei 2026 - 12:58 WIB

Kejari Meranti Pulihkan Kerugian Negara Dari Kasus Korupsi sebesar Rp 663 Juta

26 Mei 2026 - 08:57 WIB

Imigrasi Selatpanjang Perketat Pengawasan Orang Asing di Meranti, Jalur Tikus hingga Overstay Jadi Sorotan

25 Mei 2026 - 20:04 WIB

Perkuat Korwas PPNS, Polres Meranti Bahas Implementasi KUHAP 2025

25 Mei 2026 - 17:55 WIB

Sidak PKS dan Keluarkan Surat Edaran, Bupati Siak: Jangan Permainkan Harga TBS Petani!

25 Mei 2026 - 14:16 WIB

Trending di Bisnis