RiauKepri.com, PEKANBARU– Sebanyak 400 orang perwakilan dari 40 organisasi perempuan di bawah naungan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau mengikuti latihan perdana tari zapin massal di halaman Gedung Wanita, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin (20/10/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BKOW Riau, Dra. Adrias SF Hariyanto.
Latihan ini merupakan bagian dari persiapan untuk penampilan tari zapin massal yang direncanakan digelar pada awal tahun 2026. Para peserta mengenakan kebaya laboh kekek, busana khas Melayu Riau, yang juga tengah diusulkan menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) ke UNESCO oleh Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa tari zapin merupakan bagian dari budaya Melayu yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan oleh generasi saat ini,” ujar Adrias.
Latihan akan dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan hingga menjelang pelaksanaan pertunjukan. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi ajang untuk menghidupkan kembali semangat berkebudayaan di kalangan organisasi perempuan Riau.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, penggunaan kebaya laboh kekek dalam latihan ini dimaksudkan untuk mendukung upaya pelestarian busana tradisional sebagai identitas perempuan Melayu Riau.
“BKOW bersama seluruh organisasi anggota siap berperan aktif dalam menyosialisasikan kebaya laboh kekek sebagai bagian dari identitas budaya kita. Ini sekaligus memperkuat pengajuan kebaya laboh kekek sebagai warisan budaya tak benda di tingkat internasional,” kata Adrias.
BKOW Riau merupakan wadah berhimpunnya organisasi perempuan lintas sektor di Riau yang aktif dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan kebudayaan. Kegiatan latihan zapin massal ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata organisasi perempuan dalam mendukung pelestarian budaya lokal. (RK1).







