Menu

Mode Gelap
Keluarga Almarhum Turnip Laporkan Dugaan Perusakan Pagar di Km 15 ke Polisi ‎Bandara Letung Buka Pendaftaran Padat Karya 2026, Warga Ulu Maras Dapat Kesempatan Kerja DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna, Sepakat Tunda Pengesahan Ranperda LAM hingga Mei Amuk Panipahan, Alamr Siapa yang Terlambat 30 Tahun Otonomi Daerah Satgas Anti-Narkoba Riau Dibentuk, Harapan Baru Lindungi Generasi Muda

Pekanbaru

Pemerintah Pusat Soroti Kondisi Tesso Nilo

badge-check


					Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Riau Abdul Wahid, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, jajaran Forkopimda membahas kondisi ekosistem TNTN. Perbesar

Pertemuan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Gubernur Riau Abdul Wahid, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, jajaran Forkopimda membahas kondisi ekosistem TNTN.

RiauKepri.com, PEKANBARU — Pemerintah pusat menaruh perhatian besar terhadap kondisi ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Provinsi Riau. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa kunjungannya ke Pekanbaru bertujuan untuk mendengar langsung persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.

“Kegiatan hari ini merupakan mandat negara kepada kami untuk segera mengambil langkah-langkah pemulihan Tesso Nilo. Kami sudah menerima gambaran situasi terkini dari Pak Gubernur, Pak Kapolda, Pak Danrem, dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan,” ujar Hanif seusai pertemuan di Rumah Dinas Gubernur Riau, Rabu (22/10/2025).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Gubernur Riau Abdul Wahid, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, jajaran Forkopimda, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Pertemuan itu menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun strategi pemulihan ekosistem TNTN.

Hanif menjelaskan bahwa upaya pemulihan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, terdapat sekitar 5.000 kepala keluarga (KK) yang tinggal di dalam kawasan taman nasional tersebut.

“Taman nasional adalah warisan yang harus kita lindungi. Namun dalam pelaksanaannya, kita tetap memperhatikan masyarakat yang sudah terlanjur tinggal di kawasan itu. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang humanis,” katanya.

Hanif menegaskan, pemerintah tidak akan bertindak represif dalam proses pemulihan. Ia berharap langkah yang diambil dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak sosial di lapangan. “Tesso Nilo ini milik semua, milik dunia. Kita harus menyelamatkannya dan mengembalikan fungsinya dengan cara yang manusiawi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menambahkan bahwa fokus utama pemerintah adalah menyusun strategi pemulihan ekosistem berkelanjutan yang memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi. “Kami akan menindaklanjuti hasil pertemuan ini dalam bentuk program konkret di lapangan,” katanya.

Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi TNTN. Ia menegaskan bahwa Pemprov Riau bersama pemerintah kabupaten dan Forkopimda siap mendukung langkah-langkah pemulihan yang akan ditetapkan. “Kami di daerah siap menjalankan keputusan yang diambil pemerintah pusat,” ujarnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Amuk Panipahan, Alamr Siapa yang Terlambat

25 April 2026 - 13:36 WIB

Satgas Anti-Narkoba Riau Dibentuk, Harapan Baru Lindungi Generasi Muda

25 April 2026 - 11:48 WIB

Di LAMR, Didi–Meimei Riau Temukan Hangatnya Rumah Bersama dalam Balutan Adat

23 April 2026 - 19:09 WIB

LKAM Luhak Tambusai Penuhi Undangan LAMR

23 April 2026 - 16:28 WIB

LAMR Terima Kuliah Lapangan Mahasiswa PGSD FKIP UNRI, Bahas Budaya Melayu dalam Perspektif Global

23 April 2026 - 12:37 WIB

Trending di Pekanbaru