Menu

Mode Gelap
Peredaran Narkoba di Desa Bumbung Digagalkan, Polisi Amankan Pelaku dan Barang Bukti ASEAN Menuju Usia 59 Tahun Spider Jujitsu Batam Raih Juara Umum III di Jakarta Jiu Jitsu Open 2026, Bawa Pulang 13 Medali Bersulang Geleng Bhabinkamtibmas Mentayan Tanam Cabe Bersama Masyarakat Sinergi Polri dan Petani Berbuah Manis, Jagung Hibrida Panen Melimpah di Batang Duku

Riau

Terpukau di Istana Siak, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Kagumi Jejak Kejayaan Melayu

badge-check


					Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli dan Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, M.M., CHRMP. Perbesar

Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli dan Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, M.M., CHRMP.

RiauKepri.com, SIAK- Kunjungan Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, M.M., CHRMP, ke Kabupaten Siak, Riau, menyisakan kesan mendalam. Usai menghadiri penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Tahun Anggaran 2025 di Kecamatan Sungai Mandau, Pangdam bersama istri menyempatkan diri berziarah ke Makam Sultan Siak dan mengunjungi Istana Asserayah Hasyimiyah, ikon kejayaan Melayu masa lampau.

Kunjungan itu sejatinya tidak tercantum dalam agenda resmi Pangdam. Namun, atas ajakan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, rombongan akhirnya menyempatkan diri singgah ke lokasi yang disebut sebagai ruh kemelayuan Riau.

“Negeri kami inilah ruh kemelayuan Riau. Dari sinilah Sultan Siak menyerahkan harta dan tahta untuk Indonesia. Kami berharap Pangdam berkenan singgah ke makam dan istana peninggalan Tuanku, istana termegah di Indonesia yang dibangun sejak abad ke-18,” ujar Afni, Jumat (7/11/2025).

Rombongan lebih dahulu berziarah ke Makam Sultan, mengirimkan doa dan Al-Fatihah. Usai ziarah, mereka melanjutkan kunjungan ke Istana Asserayah Hasyimiyah yang berdiri megah di tepian Sungai Siak. Setiap ruang dan koleksi peninggalan Kesultanan ditelusuri satu per satu oleh Pangdam.

Ketika tiba di halaman istana, pandangannya tertuju pada deretan meriam kuno yang mengelilingi bangunan. “Saya ahli meriam,” ujarnya sembari meneliti detail senjata-senjata itu. Wajah kagumnya jelas terlihat.

“Jika pada abad ke-18 sebuah kerajaan sudah memiliki meriam serbu sejenis ini, bisa dipastikan kerajaan ini besar dan kuat pada masanya. Semua moncong meriam mengarah ke sungai, strategi perangnya luar biasa,” katanya dengan nada takjub.

Bupati Afni mengakui kekaguman Pangdam membangkitkan kembali rasa bangga terhadap sejarah Siak. “Sultan kami dahulu menyerahkan seluruh kekayaan dan kekuasaannya untuk Republik Indonesia. Siak pernah menjadi negeri besar. Kini, kejayaannya tinggal menjadi prasasti yang perlu terus kita rawat,” ujarnya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bersulang Geleng

31 Mei 2026 - 09:59 WIB

Pembisik Negeri

30 Mei 2026 - 08:11 WIB

Ganja Kakus

30 Mei 2026 - 07:29 WIB

Dunia Seni Riau Berduka, Dua Senimannya Meninggal Dunia

28 Mei 2026 - 21:07 WIB

Bupati Afni Serahkan Sapi Kurban Presiden, Disambut Antusias Warga Maredan Barat

27 Mei 2026 - 13:57 WIB

Trending di Riau