Menu

Mode Gelap
Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau Dari Tipidkor ke Kapolres: Rekam Jejak Karir Kapolres Meranti ke-10 KKP Lakukan Survei Topografi, Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Jemaja Timur Masuki Tahap Awal Jumat ASRI Jemaja Timur Libatkan Forkopimcam, Warga, dan Mahasiswa KKN UGM Bersihkan Lingkungan Desa Bukit Padi Camat Siantan Hadiri Buka Puasa Asyura dan Santunan Anak Yatim, Apresiasi Kepedulian Majelis Taklim Istiqomah HNSI Jemaja dan Kapolsek Perkuat Sinergi, Nelayan Diimbau Waspada Musim Angin Selatan

Riau

Bongkar Kearifan Lokal, Mahasiswa FIB Unilak Taja Diskusi Film Dokumenter “Gumantan” dan “Puan Sebutie”

badge-check


					Pemantik diskusi berfoto bersama peserta Perbesar

Pemantik diskusi berfoto bersama peserta

RiauKepri.com, Pekanbaru — Mahasiswa yang tergabung dalam Sanggar Sagara Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar diskusi film dokumenter berjudul Gumantan karya Robi Septiawab dan Puan Sebutie karya Zulfikar. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa FIB Unilak dari empat program studi (Sastra Indonesia, Pendidkan Bahasa Melayu, Ilmu Perpustakaan, dan Sastra Inggris), Kamis (18/12/2025) di ruang Seminar FIB Unilak.

Diskusi film ini menghadirkan Hang Kafrawi dan M. Syukri sebagai pemantik diskusi, dengan Elsa Dwiyanti bertindak sebagai moderator. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu kebudayaan, sejarah, serta nilai-nilai lokal yang diangkat dalam kedua film dokumenter tersebut.

Dalam diskusi, pemantik mengulas isi dan konteks film Gumantan dan Puan Sebutie yang merepresentasikan kearifan lokal serta dinamika sosial budaya masyarakat. Gumantan merupakan pengobatan di Kabupaten Kuansing dan Puan Sebutie merupakan pengobatan tradisional di Kabupaten Siak. Mahasiswa dari berbagai program studi turut aktif menyampaikan pandangan, tanggapan kritis, dan refleksi atas film yang ditayangkan.

Diskusi berlangsung interaktif dan dinamis, mencerminkan antusiasme mahasiswa dalam mengkaji karya dokumenter sebagai media pembelajaran alternatif. Perbedaan sudut pandang dari peserta turut memperkaya jalannya diskusi.

“Sagara FIB Unilak berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang dialog kritis bagi mahasiswa serta mendorong peningkatan literasi budaya dan apresiasi terhadap karya audiovisual berbasis lokal di lingkungan kampus Unilak,” ujar Wahyudi Hari Bahagia penitia pelaksana diskusi film ini. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Robot Rama Sahabat Kami, Jam Pintar, dan Paper Wash Telang: Solusi Kreatif dan Inovatif Mendukung Sekolah Ramah Anak di SD Negeri 65 Pekanbaru Riau

27 Juni 2026 - 15:03 WIB

Politik Nonagama

27 Juni 2026 - 07:49 WIB

Sentuhan Humanis Polairud Polda Riau di Pesisir Siak: Salurkan Sembako hingga Bibit Pohon Lewat Program JALUR

26 Juni 2026 - 22:52 WIB

DPC PPP Meranti Resmi Dipimpin Noli Sugiharto

26 Juni 2026 - 17:00 WIB

Haris Kampai Tetapkan Hariyanto Karim jadi Sekretaris PT SPR

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Trending di Riau