RiauKepri.com, Pekanbaru — Mahasiswa yang tergabung dalam Sanggar Sagara Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar diskusi film dokumenter berjudul Gumantan karya Robi Septiawab dan Puan Sebutie karya Zulfikar. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa FIB Unilak dari empat program studi (Sastra Indonesia, Pendidkan Bahasa Melayu, Ilmu Perpustakaan, dan Sastra Inggris), Kamis (18/12/2025) di ruang Seminar FIB Unilak.
Diskusi film ini menghadirkan Hang Kafrawi dan M. Syukri sebagai pemantik diskusi, dengan Elsa Dwiyanti bertindak sebagai moderator. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu kebudayaan, sejarah, serta nilai-nilai lokal yang diangkat dalam kedua film dokumenter tersebut.
Dalam diskusi, pemantik mengulas isi dan konteks film Gumantan dan Puan Sebutie yang merepresentasikan kearifan lokal serta dinamika sosial budaya masyarakat. Gumantan merupakan pengobatan di Kabupaten Kuansing dan Puan Sebutie merupakan pengobatan tradisional di Kabupaten Siak. Mahasiswa dari berbagai program studi turut aktif menyampaikan pandangan, tanggapan kritis, dan refleksi atas film yang ditayangkan.
Diskusi berlangsung interaktif dan dinamis, mencerminkan antusiasme mahasiswa dalam mengkaji karya dokumenter sebagai media pembelajaran alternatif. Perbedaan sudut pandang dari peserta turut memperkaya jalannya diskusi.
“Sagara FIB Unilak berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang dialog kritis bagi mahasiswa serta mendorong peningkatan literasi budaya dan apresiasi terhadap karya audiovisual berbasis lokal di lingkungan kampus Unilak,” ujar Wahyudi Hari Bahagia penitia pelaksana diskusi film ini. (RK1)







