Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Selasa 9 Juni 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Lahan Binaan Polsek Pinggir Hasilkan 2 Ton Jagung untuk Dukung Swasembada Pangan Dukung Ketahanan Pangan, Ps. Kasium Polsek Panipahan BRIPKA Muhammad Yusuf Laksanakan Pengecekan Jagung Pipil di Wilayah Panipahan Sejumlah Tiang Listrik di Jalan Baru Teluk Kaut–Mampok Terancam Roboh, Warga Khawatir PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak Aneng Kembali Dipercaya Pimpin Demokrat Kepri, Amir Fikri Apresiasi Jalannya Musda

Riau

Bongkar Kearifan Lokal, Mahasiswa FIB Unilak Taja Diskusi Film Dokumenter “Gumantan” dan “Puan Sebutie”

badge-check


					Pemantik diskusi berfoto bersama peserta Perbesar

Pemantik diskusi berfoto bersama peserta

RiauKepri.com, Pekanbaru — Mahasiswa yang tergabung dalam Sanggar Sagara Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar diskusi film dokumenter berjudul Gumantan karya Robi Septiawab dan Puan Sebutie karya Zulfikar. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa FIB Unilak dari empat program studi (Sastra Indonesia, Pendidkan Bahasa Melayu, Ilmu Perpustakaan, dan Sastra Inggris), Kamis (18/12/2025) di ruang Seminar FIB Unilak.

Diskusi film ini menghadirkan Hang Kafrawi dan M. Syukri sebagai pemantik diskusi, dengan Elsa Dwiyanti bertindak sebagai moderator. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu kebudayaan, sejarah, serta nilai-nilai lokal yang diangkat dalam kedua film dokumenter tersebut.

Dalam diskusi, pemantik mengulas isi dan konteks film Gumantan dan Puan Sebutie yang merepresentasikan kearifan lokal serta dinamika sosial budaya masyarakat. Gumantan merupakan pengobatan di Kabupaten Kuansing dan Puan Sebutie merupakan pengobatan tradisional di Kabupaten Siak. Mahasiswa dari berbagai program studi turut aktif menyampaikan pandangan, tanggapan kritis, dan refleksi atas film yang ditayangkan.

Diskusi berlangsung interaktif dan dinamis, mencerminkan antusiasme mahasiswa dalam mengkaji karya dokumenter sebagai media pembelajaran alternatif. Perbedaan sudut pandang dari peserta turut memperkaya jalannya diskusi.

“Sagara FIB Unilak berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang dialog kritis bagi mahasiswa serta mendorong peningkatan literasi budaya dan apresiasi terhadap karya audiovisual berbasis lokal di lingkungan kampus Unilak,” ujar Wahyudi Hari Bahagia penitia pelaksana diskusi film ini. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT BSP dan Fakultas Teknik UNRI Bahas Kerja Sama Program Magang Berdampak

8 Juni 2026 - 18:19 WIB

Perempuan LAMR Meriahkan Milad ke-56 dengan Delapan Kegiatan Budaya dan Sosial

7 Juni 2026 - 11:01 WIB

Tulang Politik

7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Pasar Sosial

7 Juni 2026 - 06:36 WIB

Tebar Keberkahan Bagi Alam, BRK Syariah Ikut Tanam Pohon di Kawasan Stadion Utama Riau

6 Juni 2026 - 14:39 WIB

Trending di Pekanbaru