Menu

Mode Gelap
Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta Oknum Guru Honorer di Meranti Ditangkap Empat Pelaku Pemuja Narkotika Dibekuk di Rupat, Polisi Amankan Sabu 1,13 Gram Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci Bathin Solapan Diguncang! Pengedar Sabu 8,40 Gram Diringkus Polres Bengkalis Pansus DPRD Kota Batam Dalami Kinerja OPD, Gelar Rapat Lanjutan Pembahasan LKPj Wali Kota Tahun Anggaran 2025

Riau

Bupati Siak Temui Wamenkeu, Bahas Efek Domino Fiskal dan Kurang Salur DBH Rp511 Miliar

badge-check


					Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli foto bersama setelah berdialog dengan 
Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara. (Foto: ist) Perbesar

Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli foto bersama setelah berdialog dengan Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara. (Foto: ist)

RiauKepri.com,PEKANBARU– Bupati Siak, Afni Zulkifli, berdiskusi langsung dengan Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, terkait kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak yang tengah mengalami tekanan fiskal, Jumat (13/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Wamenkeu memahami secara detail situasi keuangan yang dihadapi Pemkab Siak. Ia juga menyayangkan pola belanja yang dinilai kurang berhati-hati pada masa transisi pemerintahan. Afni menyampaikan bahwa dirinya baru dilantik pada Juni 2025.

“Ketidakhati-hatian dalam belanja telah membawa efek domino, membuat pengambil kebijakan dihadapkan pada situasi sangat sulit,” kata Suahasil dalam pertemuan itu sebagaimana diulangi Afni.

Suahasil menegaskan, ke depan kondisi serupa tidak boleh terulang. Pasalnya, prediksi pendapatan daerah dapat berubah sewaktu-waktu akibat diskresi atau kebijakan undang-undang di tingkat pemerintah pusat.

Afni menjelaskan, efek domino fiskal tersebut bermula dari tunggakan utang tahun 2024. Meski telah dibayarkan lebih dari Rp200 miliar, masih tersisa sekitar Rp100 miliar utang kepada pihak ketiga dan internal yang hingga kini terus dicicil.

Kondisi tersebut, sambung mantan wartawan itu, semakin diperumit dengan kebijakan belanja pada awal 2025 yang tetap melaksanakan sejumlah lelang meski beban utang masih besar. Hal itu membuat ruang fiskal daerah semakin tertekan.

Di awal masa jabatannya, Afni melakukan langkah penyelamatan, termasuk mengoreksi APBD Perubahan Siak hingga Rp700 miliar serta melakukan penghematan di berbagai lini. Namun demikian, masyarakat Siak masih harus menanggung beban utang akumulatif tahun 2024–2025 sebesar sekitar Rp360 miliar.

Karena itu, menyusun sepuluh jari, Afni memohon kepada Wamenkeu agar segera mencairkan kurang salur Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2023 dan 2024 sebesar Rp511 miliar yang menjadi hak Kabupaten Siak.

Menurut bupati perempuan pertama di Siak itu, angka tersebut telah diakui sebagai kewajiban pemerintah pusat kepada daerah. Jika dicairkan tepat waktu, dana itu dapat digunakan untuk melunasi seluruh utang dan menghentikan efek domino tekanan fiskal yang saat ini membebani keuangan daerah.

Meski belum dapat memastikan waktu pencairan kurang salur tersebut, Suahasil berjanji akan memperhatikan kondisi keuangan Kabupaten Siak. Terucap juga kata beberapa penyaluran yang menjadi hak daerah akan dipercepat prosesnya. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

16 April 2026 - 12:47 WIB

Haru dan Penuh Makna, BRK Syariah Lepas 12 Pegawai Menuju Tanah Suci

16 April 2026 - 11:19 WIB

Milad ke-33 Dapen Bankriaukepri, Bukti Konsistensi dan Kepercayaan yang Terjaga

15 April 2026 - 18:00 WIB

Hikayat Kerendahan Hati dan Jejak Seorang Pemimpin: Kisah Saleh Djasit dari Mata Para Tokoh

15 April 2026 - 11:36 WIB

LAMR Luncurkan Autobiografi Saleh Djasit: Jalan Hidup Anak Pujud

15 April 2026 - 09:49 WIB

Trending di Pekanbaru