Menu

Mode Gelap
Aksi Senyap Berujung Tangkap Transaksi Sabu di Jantung Kota Mandau Digulung Polisi Anggota DPRD Batam Ir Anang Adhan Hadiri Pelepasan Ratusan Jamaah Calon Haji di Masjid Agung Raja Hamidah Tes Urine di Kantor Camat Bantan, 3 Pegawai Positif Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 17 April 2026: Hujan Ringan Hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Sekda Ronny Kartika Paparkan Indeks Profesionalitas ASN pada Latsar CPNS Bintan Angkatan XXI Pencarian Korban Lompat dari Kapal Dumai Line Dihentikan?

Riau

Meriah, Petang Megang Perdana Depan Istana Siak

badge-check


					Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, memandilan salah seorang anak di petang megang menyambut Ramadan 1447 H. (Foto: ist) Perbesar

Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, memandilan salah seorang anak di petang megang menyambut Ramadan 1447 H. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK- Meski di tengah minimnya anggaran daerah, Pemkab Siak sukses menggelar tradisi Petang Megang ‘Mandi Pecung’ atau Mandi Belimau di lapangan Siak Bermadah, depan Istana Siak. Ini tradisi kampung lama di Siak Sri Indrapura yang dihidupkan kembali, perdana dan digelar secara sederhana, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli, M.Si, dan dihadiri Wabup, Sekda, pimpinan LAMR Siak, tokoh masyarakat, pelajar dan ratusan masyarakat Siak yang memadati tepian sungai Siak.

Kegiatan ini berbalut budaya melayu, lengkap dengan kompang dan mandi belimau. Ratusan masyarakat mengikuti kegiatan dengan antusias. Semakin meriah ketika tradisi ini diramaikan dengan semprotan air yang membuat warga baik tua maupun muda bergembira.

“Kita memang lagi minim anggaran, tapi namanya tradisi tak boleh terabaikan. Kegiatan ini bertujuan generasi saat ini tak lupa akar budaya. Saat kecil-kecil dulu kalau mau menyambut puasa, kami mandinya langsung ke Sungai Siak, ditambah mandi air limau. Tradisi itulah yang kita hidupkan lagi,” kata Afni.

Sekitar 10 anak dimandikan simbolis air limau. Kemeriahan berlanjut saat Bupati dan Wabup berbaur bersama masyarakat mandi bersama. Meski tak turun langsung ke sungai Siak, kegiatan ini berlangsung meriah.

“Kegiatan mandi balimau sebenarnya sudah terlaksana di beberapa titik, ada di Buantan Koto Gasib dan Tualang. Namun di Kota Siak malah tak pernah dibuat. Makanya ini perdana, dibuat sederhana, dan Insya Allah akan kita gelar rutin tiap tahun menyambut sukacita Ramadhan,” ucap Afni.

Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh tim kreatif Dewan Kesenian Siak, dan pelaksanaannya berlangsung lancar. Banyak tokoh masyarakat mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini, karena mampu menjaga tradisi dan membangkitkan kenangan.

“Saya jadi ingat kenangan puluhan tahun yang lalu. Mandi balimau adalah tradisi masa kecil di Siak, dan terimakasih Ibu Bupati atas inisiatif acaranya. Ini semakin menegaskan bahwa niat menjadikan Siak sebagai pusat kebudayaan melayu tidak hanya sekedar simbolis tapi nyata dilaksanakan,” kata tokoh masyarakat Siak, Hasri Saily.

Sebelumnya Bupati, Wabup, Sekda, dan seluruh tokoh masyarakat, menyempatkan untuk ziarah ke Makam Sultan Syarif Kasim II. Kegiatan ziarah dan mandi balimau adalah tradisi kemelayuan Siak yang diharapkan tetap terjaga sampai berbilang zaman. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

16 April 2026 - 12:47 WIB

10 Nama Lolos Administrasi Calon Direktur BSP, Lanjut UKK di Jakarta

14 April 2026 - 11:43 WIB

Gerindra Puji Bupati Siak, Minta Kepala Daerah Lain Meniru

14 April 2026 - 07:56 WIB

Warga Minas Tutup Jalan Provinsi, Bupati Siak Lapor Gubernur Riau

13 April 2026 - 10:52 WIB

Kolaborasi PT BSP dan World Cleanup Day Riau Tanam 2.000 Pohon di Kampung Dosan

12 April 2026 - 16:26 WIB

Trending di Riau