RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket kapal roro untuk mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Keluhan tersebut terutama terkait rute dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam menuju Mengkapan (Buton, Riau) serta rute Telaga Punggur menuju Kuala Tungkal, Jambi.
Keluhan masyarakat itu disampaikan kepada Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kepulauan Riau dalam beberapa waktu terakhir. Banyak calon pemudik mengaku kesulitan memperoleh tiket meski telah mencoba melakukan pemesanan melalui sistem daring.
Ketua MTI Wilayah Kepulauan Riau, Syaiful, mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat yang mengaku tidak mendapatkan tiket meski sudah menunggu pembukaan penjualan melalui aplikasi Ferizy, Tanjungpinang (10/3/2026).
Menurutnya, masyarakat telah bersiaga menunggu jadwal pembukaan pemesanan tiket secara online. Namun ketika sistem dibuka, tiket disebut langsung habis dalam waktu singkat.
“Banyak masyarakat yang bertanya, siapa yang melakukan pemesanan hingga tiket langsung habis begitu dibuka. Jika sistem berjalan normal, seharusnya masyarakat masih memiliki kesempatan untuk membeli tiket,” ujarnya di Tanjungpinang, Selasa (10/3).
Syaiful menjelaskan, sistem pembelian tiket secara elektronik melalui aplikasi Ferizy seharusnya mempermudah masyarakat dan meminimalkan praktik percaloan. Namun dalam praktiknya, justru muncul dugaan adanya pihak tertentu yang menguasai tiket dalam jumlah besar.
Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan adanya praktik tidak sehat dalam penjualan tiket. Hal ini karena di saat tiket online dinyatakan habis, masyarakat justru masih dapat menemukan tiket melalui agen atau calo dengan harga jauh lebih mahal.
Berdasarkan laporan yang diterima MTI Kepri, tiket untuk kendaraan roda empat yang seharusnya dijual sekitar Rp1.948.000 disebut ditawarkan oleh calo dengan harga mencapai Rp2,9 juta per unit kendaraan.
“Ini jelas merugikan masyarakat. Di saat masyarakat sangat membutuhkan tiket untuk mudik, justru ada pihak-pihak yang mencari keuntungan dalam situasi tersebut,” kata Syaiful.
Ia juga menilai praktik tersebut bertentangan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan seluruh aparatur pemerintah dan pemangku kepentingan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama masa angkutan mudik Lebaran.
Menurutnya, kebijakan pemerintah saat ini justru bertujuan memberikan kemudahan, keringanan biaya, serta kenyamanan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Karena itu, MTI Kepri meminta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan terhadap proses penjualan tiket di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.
Syaiful berharap Polda Kepulauan Riau dapat menindak tegas apabila ditemukan oknum operator maupun calo yang memanfaatkan momentum mudik Lebaran untuk meraup keuntungan secara tidak wajar.
“Pengawasan perlu dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh tiket secara wajar dan mudik Lebaran dapat berlangsung aman, nyaman, serta adil bagi semua,” pungkasnya. (RK9)







