Menu

Mode Gelap
Rayakan Hari Tari Sedunia, Sirih Junjung Pentaskan 10 Tari dalam Semalam Pembinaan dan Pengembangan Program Kampung CERIA Tahun 2026 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 1 Mei 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Potensi Hujan Ringan hingga Sedang LAMR Dorong Sinergikan Hukum Positif dengan Antropologis Apel Satgas Anti Narkoba 2026, Siak Perkuat Sinergi Berantas Narkotika Membuka Kembali Pemekaran Daerah?

Nasional

Wakil Koordinator KontraS Diserang Air Keras, Polisi Sisir Bukti dan CCTV

badge-check


					Kombes Pol Budi Hermanto. Kabid Humas Polda Metro Jaya. (Foto: Net) Perbesar

Kombes Pol Budi Hermanto. Kabid Humas Polda Metro Jaya. (Foto: Net)

RiauKepri.com, JAKARTA – Aparat kepolisian tengah mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia (HAM), Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat.

Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat kini melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengumpulkan berbagai barang bukti yang dapat membantu proses penyelidikan.

“Peristiwa dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap korban memang terjadi di kawasan Salemba. Saat ini kepolisian sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motifnya,” ujar Budi, Jumat (13/3/2026).

Berdasarkan informasi awal, penyidik menduga aksi tersebut dilakukan oleh dua orang pelaku. Namun dugaan tersebut masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan analisis bukti di lokasi kejadian.

Serangan itu terjadi pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Saat itu, korban tengah mengendarai sepeda motor ketika tiba-tiba disiram cairan oleh orang tak dikenal hingga terjatuh dan mengalami luka serius.

Akibat insiden tersebut, Andrie Yunus mengalami luka pada beberapa bagian tubuh, termasuk tangan, badan, dan wajah, sehingga harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Polisi juga memprioritaskan proses pemulihan korban sebelum meminta keterangan lebih lanjut terkait kejadian tersebut.

Sementara itu, pihak KontraS mengecam keras serangan tersebut dan meminta aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku. Mereka menilai peristiwa ini merupakan bentuk kekerasan serius terhadap pembela HAM yang harus ditangani secara transparan dan menyeluruh.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami kronologi kejadian serta menelusuri kemungkinan motif di balik penyerangan terhadap aktivis tersebut. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menguat, Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih

27 April 2026 - 12:02 WIB

Bintan Raih Terbaik I di Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

26 April 2026 - 11:56 WIB

Bupati H. Asmar Ikuti Rakornas Kementan RI, Bahas Strategi Hadapi Musim Kering Jaga Ketahanan Pangan Nasional

24 April 2026 - 11:18 WIB

Ketua Karang Taruna Kota Batam Kunjungi Pengurus Nasional Karang Taruna di Sekretariat PNKT

23 April 2026 - 20:01 WIB

Bupati Roby Ekspose Kesiapan Implementasi Manajemen Talenta ASN di BKN RI

22 April 2026 - 16:46 WIB

Trending di Bintan