Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 30 April 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Potensi Hujan Ringan hingga Sedang Pelepasan Siswa Kelas 12 SMAN 1 Ungar di Hadiri Anggota DPRD Provinsi Kepri Bupati Siak Serahkan Bantuan Alsintan Rp8,7 Miliar untuk 20 Kelompok Tani Polda Kepri Perkuat Kerja Sama Keamanan Lintas Negara Bersama Konsulat Jenderal Singapura Pemkab Kepulauan Meranti Borong 4 Penghargaan dari Kemenkeu, Bukti Kinerja Keuangan Transparan dan Tepat Sasaran LAMR Apresiasi Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat

Riau

Tempa Calon Guru BMR di Lapangan, Prodi Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Laksanakan “Bina Desa”

badge-check


					Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak melaksanakan Bina Desa di Mempura, Siak Perbesar

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak melaksanakan Bina Desa di Mempura, Siak

RiauKepri.com, SIAK – Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik/Bina Desa kepada Pemerintah Kelurahan Sungai Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Kegiatan serah terima tersebut berlangsung di Kantor Lurah Sungai Mempura pada Senin (6/4/2026).

Penyerahan mahasiswa dilakukan langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu, Deni Afriadi, S.Pd., M.Sn., dan diterima oleh Lurah Sungai Mempura, Ibu Megawati, S.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Lurah, Bapak Mulyadi, S.H., serta staf kelurahan Bapak Beny Irawan, S.H., dan Bapak Syahril, A.Ma yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Melayu Kecamatan Mempura.

Sementara dari pihak akademik, kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen pembimbing, yakni Bapak Siswanto, M.Pd., dan Bapak Rian Azmul Fauzi, M.Pd., yang turut memonitor mahasiswa selama pelaksanaan program di lapangan.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi menyampaikan bahwa KKN Tematik/Bina Desa merupakan bagian dari implementasi kurikulum yang sebelumnya terintegrasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam pelaksanaannya, mata kuliah yang diampu mahasiswa disemester VI konversikan kedalam kegiatan lapangan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi secara langsung kepada masyarakat.

“Kami menyadari benar bahwa kampung-kampung atau desa merupakan lumbung-lumbung kebudayaan. Di sinilah sebenarnya kebudayaan Melayu itu terjaga dan terus dipelihara. Maka kami berharap mahasiswa kami tidak hanya paham secara teori di dalam kelas, namun juga terjun langsung merasakan kehidupan kebudayaan itu berlangsung,” jelas Deni Afriadi.

Deni juga menambahkan Prodi Pendidikan Bahasa Melayu didirikan atas desakan akan pentingnya pendidik dibidang budaya Melayu di Provinsi Riau. Calon pendidik ini sejatinya akan mengisi ruang-ruang kelas sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Provinsi Riau dalam mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR), sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 5 Tahun 2015. “Mereka inilah nantinya yang akan menjadi guru BMR di Riau sesuai dengan keilmuannya. Maka sebelum mereka menjadi guru, kita tempa dengan ilmu dan pengalaman lapangan,” tambah Deni.

Sebanyak 20 mahasiswa semester VI Tahun Ajaran Genap 2025/2026 akan melaksanakan pengabdian di wilayah Sungai Mempura selama kurang lebih tiga bulan. Selama masa tersebut, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja yang berfokus pada bidang kebudayaan, kesenian, kepariwisataan, serta pendidikan.

Sementara Lurah Sungai Mempura, Megawati, S.H., dalam sambutannya menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan potensi lokal dan pelestarian budaya Melayu di wilayah Mempura.

“Terima kasih atas memilih wilayah Sungai Mempura ini untuk dijadikan sebagai tempat pengabdian. Tentunya kami menerima baik. Dan sebagaimana harapan masyarakat, semoga kehadiran adik-adik mahasiswa memberikan dampak selama kegiatan berlangsung,” ungkap Megawati.

Dalam kegiatan ini, selain melaksanakan program kerja di lapangan, para mahasiswa juga diwajibkan menyusun laporan kegiatan sebagai bagian dari penilaian akademik dalam mata kuliah konversi KKN Tematik/Bina Desa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (Rls)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Siak Serahkan Bantuan Alsintan Rp8,7 Miliar untuk 20 Kelompok Tani

29 April 2026 - 19:56 WIB

Percepat Kebangkitan Ekonomi Daerah, Bupati Siak Ajak Anggota DPR RI Tinjau KITB

28 April 2026 - 20:52 WIB

Tahniah, Siak Juara Pertama Kejurda Futsal Gubernur Riau Cup 2026

28 April 2026 - 20:04 WIB

Bupati Siak Serukan Kolaborasi Hadapi Super El Nino 2026: “Jaga Gambut Tetap Basah”

28 April 2026 - 08:05 WIB

Lagi, BSP Ikut Penanaman 14.505 Pohon Bersama SKK Migas Sumbagut dan KKKS di Riau

27 April 2026 - 10:10 WIB

Trending di Pekanbaru