Menu

Mode Gelap
Polda Riau Hadirkan Jalur Klinik Terapung dan Bantuan Sosial Sapa Warga Pesisir Sungai Siak Lepas 44 Jemaah Calon Haji, Bupati Roby : Khusyuk Beribadah, Selamat Pergi dan Selamat Kembali BRK Syariah dan Kejari Siak Perkuat Sinergi untuk Penyelesaian Pembiayaan Secara Berkeadilan ‎Pemdes Ulu Maras Salurkan BLT, Warga Tidak Hadir Tetap Dilayani ke Rumah ‎Fokus di Simpang Menuju Puskesmas, Goro Jumat ASRI Libatkan Banyak Instansi di Jemaja Timur Aksi Senyap Berujung Tangkap Transaksi Sabu di Jantung Kota Mandau Digulung Polisi

Riau

Tempa Calon Guru BMR di Lapangan, Prodi Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Laksanakan “Bina Desa”

badge-check


					Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak melaksanakan Bina Desa di Mempura, Siak Perbesar

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak melaksanakan Bina Desa di Mempura, Siak

RiauKepri.com, SIAK – Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Lancang Kuning secara resmi menyerahkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik/Bina Desa kepada Pemerintah Kelurahan Sungai Mempura, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Kegiatan serah terima tersebut berlangsung di Kantor Lurah Sungai Mempura pada Senin (6/4/2026).

Penyerahan mahasiswa dilakukan langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu, Deni Afriadi, S.Pd., M.Sn., dan diterima oleh Lurah Sungai Mempura, Ibu Megawati, S.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Lurah, Bapak Mulyadi, S.H., serta staf kelurahan Bapak Beny Irawan, S.H., dan Bapak Syahril, A.Ma yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Melayu Kecamatan Mempura.

Sementara dari pihak akademik, kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen pembimbing, yakni Bapak Siswanto, M.Pd., dan Bapak Rian Azmul Fauzi, M.Pd., yang turut memonitor mahasiswa selama pelaksanaan program di lapangan.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi menyampaikan bahwa KKN Tematik/Bina Desa merupakan bagian dari implementasi kurikulum yang sebelumnya terintegrasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam pelaksanaannya, mata kuliah yang diampu mahasiswa disemester VI konversikan kedalam kegiatan lapangan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi secara langsung kepada masyarakat.

“Kami menyadari benar bahwa kampung-kampung atau desa merupakan lumbung-lumbung kebudayaan. Di sinilah sebenarnya kebudayaan Melayu itu terjaga dan terus dipelihara. Maka kami berharap mahasiswa kami tidak hanya paham secara teori di dalam kelas, namun juga terjun langsung merasakan kehidupan kebudayaan itu berlangsung,” jelas Deni Afriadi.

Deni juga menambahkan Prodi Pendidikan Bahasa Melayu didirikan atas desakan akan pentingnya pendidik dibidang budaya Melayu di Provinsi Riau. Calon pendidik ini sejatinya akan mengisi ruang-ruang kelas sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Provinsi Riau dalam mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR), sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 5 Tahun 2015. “Mereka inilah nantinya yang akan menjadi guru BMR di Riau sesuai dengan keilmuannya. Maka sebelum mereka menjadi guru, kita tempa dengan ilmu dan pengalaman lapangan,” tambah Deni.

Sebanyak 20 mahasiswa semester VI Tahun Ajaran Genap 2025/2026 akan melaksanakan pengabdian di wilayah Sungai Mempura selama kurang lebih tiga bulan. Selama masa tersebut, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja yang berfokus pada bidang kebudayaan, kesenian, kepariwisataan, serta pendidikan.

Sementara Lurah Sungai Mempura, Megawati, S.H., dalam sambutannya menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan potensi lokal dan pelestarian budaya Melayu di wilayah Mempura.

“Terima kasih atas memilih wilayah Sungai Mempura ini untuk dijadikan sebagai tempat pengabdian. Tentunya kami menerima baik. Dan sebagaimana harapan masyarakat, semoga kehadiran adik-adik mahasiswa memberikan dampak selama kegiatan berlangsung,” ungkap Megawati.

Dalam kegiatan ini, selain melaksanakan program kerja di lapangan, para mahasiswa juga diwajibkan menyusun laporan kegiatan sebagai bagian dari penilaian akademik dalam mata kuliah konversi KKN Tematik/Bina Desa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun masyarakat berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. (Rls)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BRK Syariah dan Kejari Siak Perkuat Sinergi untuk Penyelesaian Pembiayaan Secara Berkeadilan

17 April 2026 - 15:12 WIB

Bupati Siak Buka Pelatihan Guru RA, Tekankan Pendidikan Berbasis Cinta

16 April 2026 - 12:47 WIB

10 Nama Lolos Administrasi Calon Direktur BSP, Lanjut UKK di Jakarta

14 April 2026 - 11:43 WIB

Gerindra Puji Bupati Siak, Minta Kepala Daerah Lain Meniru

14 April 2026 - 07:56 WIB

Warga Minas Tutup Jalan Provinsi, Bupati Siak Lapor Gubernur Riau

13 April 2026 - 10:52 WIB

Trending di Siak