RiauKepri.com, SIAK — Sebuah video yang semula memperlihatkan kegiatan penanaman pohon di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini justru menyisakan tanda tanya bagi Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli.
Video kegiatan resmi Pemerintah Kabupaten Siak bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu sebelumnya telah ditonton lebih dari 5 juta kali. Namun, video tersebut kemudian ditakedown.
Afni mempertanyakan alasan di balik penghapusan video yang menurutnya hanya memperlihatkan kegiatan menanam pohon di lahan bekas Karhutla.
Melalui statusnya, Afni mengungkapkan keheranannya. Ia mengaku kegiatan tersebut merupakan ajakan kepada pelajar dan masyarakat untuk bersama-sama menghijaukan kembali lahan yang pernah terbakar.
“Padahal saya cuma mengajak nanam pohon di lokasi eks Karhutla. Dan ini lokasi BUMD milik Pemkab Siak,” tulis Afni.
Bagi Afni, kegiatan itu bukan sekadar seremoni menanam bibit di atas tanah yang pernah dilalap api. Ada upaya untuk mengembalikan kehijauan sekaligus menjaga lahan agar tidak kembali beralih fungsi menjadi perkebunan sawit ilegal.
Namun, setelah video tersebut ditakedown, muncul pertanyaan yang disampaikannya secara terbuka. Apa yang salah dari mengajak masyarakat, termasuk para pelajar, untuk menanam pohon di lokasi bekas kebakaran?
“Kami menanyakan ke para pihak, apa yang salah dari mengajak pelajar dan masyarakat bersama-sama menanam pohon di lokasi eks Karhutla? Apakah seberbahaya itukah sampai harus ditakedown?” tulisnya lagi.
Pertanyaan itu menjadi inti kegelisahan Afni. Kegiatan yang ditampilkan dalam video tersebut, menurut penjelasannya, adalah ajakan merawat lingkungan di kawasan milik BUMD Pemerintah Kabupaten Siak.
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, alasan video itu ditakedown belum dijelaskan dalam informasi yang disampaikan Afni. Belum ada pula keterangan mengenai pihak yang mengambil keputusan tersebut maupun dasar penurunan videonya.
Di tengah persoalan itu, pesan yang ingin disampaikan Afni tetap berkaitan dengan upaya menjaga lahan bekas Karhutla agar kembali hijau dan tidak rusak oleh alih fungsi yang tidak semestinya.
Sebab, menanam pohon mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Namun, memastikan pohon itu hidup, tumbuh besar, dan menjaga tanah tempatnya berakar membutuhkan kepedulian yang jauh lebih panjang. (*)












