RiauKepri.com, MERANTI – Penemuan kerangka manusia di wilayah Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (18/04/2026) pagi, masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, identitas korban belum dapat dipastikan.
Informasi penemuan tersebut dibenarkan oleh Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru melalui Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Harrie Saputra.
Ia menyampaikan bahwa laporan awal berasal dari masyarakat dan nelayan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Tim SAR gabungan telah mengevakuasi kerangka tersebut. Kerangka tersebut ditemukan di perairan bandaraya, desa Tebun. Saat ini, jenazah berada di kamar jenazah RSUD Meranti untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,”ujarnya.
Pihak berwenang masih menunggu hasil identifikasi untuk memastikan apakah kerangka tersebut merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
“Kami akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah hasil pemeriksaan keluar,”tambahnya.
Sementara itu, salah seorang petugas menyebutkan bahwa ciri-ciri yang ditemukan di lokasi mengarah pada seorang korban bernama Nasri. Di sekitar lokasi penemuan, ditemukan pakaian berupa celana yang diduga milik korban.
“Kami masih menunggu kedatangan pihak keluarga, khususnya adik kandung korban, untuk membantu proses identifikasi. Dugaan sementara mengarah ke korban yang dilaporkan hilang, namun tetap harus dipastikan melalui pemeriksaan,” jelasnya.
Sebelumnya, Nasri dilaporkan hilang setelah diduga melompat ke laut dari Kapal Ferry MV Dumai Line 1 pada Jumat (10/04/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa terjadi saat kapal melintas di perairan Repan, Kecamatan Rangsang. Menurut keterangan ayah korban, Gani, saat itu Nasri berjalan menuju bagian buritan kapal sebelum akhirnya menghilang dari pandangan.
“Dia berjalan ke arah belakang kapal. Tidak lama kemudian langsung melompat ke laut,” ungkap Gani.
Diketahui, Nasri sebelumnya menjalani pengobatan dan memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Ia dalam perjalanan pulang bersama ayahnya dari Kabupaten Siak menuju Tanjung Samak saat insiden terjadi. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil identifikasi resmi untuk memastikan identitas kerangka yang ditemukan. (RK12).







