Menu

Mode Gelap
Jaga Marwah Organisasi, PWI Kepri Minta DK Evaluasi Legalitas Anggota di Wadah KJK Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Laksanakan Koordinasi Program Kampung Nelayan Merah Putih ke DKP Provinsi Kepri Dua Pelaku Penggelapan Sawit di Pinggir Diamankan, Polisi Sita 1 Ton Buah dan Dua Truk Penggerebekan di Buluh Apo Pinggir, Dua Pengedar Sabu Dibekuk dengan BB ±5,75 Gram Transaksi Sabu Digagalkan di Titian Antui Pinggir, Satu Pria Diamankan Polisi Perang Melawan Narkoba: Polres Bengkalis Amankan Pengedar di Mandau

Riau

Bupati Afni Menyalakan Kembali Asa KITB, MNS Bangun Galangan Kapal Rp300 Miliar Lebih

badge-check


					Bupati Siak, Afni Zukifli, tekan tombol sebagai tanda dimulainya PT MNS membangun galangan kapal Rp300 miliar lebih. (Foto: ist) Perbesar

Bupati Siak, Afni Zukifli, tekan tombol sebagai tanda dimulainya PT MNS membangun galangan kapal Rp300 miliar lebih. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK– Tangan-tangan itu bertumpuk di atas sebuah tombol, di bawah tenda yang dominan warna biru laut itu, di Senin pagi (20/4/2026) menjadi saksi momen yang lama ditunggu, dimulainya kembali denyut kehidupan di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), yang selama ini lebih sering disebut “tertidur” daripada bergerak.

Ground breaking galangan kapal terpadu milik PT Mitra Nusantara Shipyard (MNS) bukan sekadar seremoni. Tapi menjadi penanda bahwa harapan lama untuk menjadikan KITB sebagai pusat industri maritim mulai menemukan bentuk nyata.

Di tengah tekanan fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Siak memilih jalur kolaborasi dengan swasta. Hasilnya, investasi lebih dari Rp300 miliar berhasil dikunci, dengan tahap awal sebesar Rp100 miliar mulai direalisasikan untuk pembangunan galangan kapal yang diproyeksikan menjadi terbesar di Sumatera.

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menyebut momen ini sebagai awal kebangkitan kawasan industri yang sempat lama berjalan di tempat. Di hadapan para pemangku kepentingan, Afni tak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga peringatan tegas kepada jajarannya.

“Kepercayaan investor itu mahal. Jangan sampai dirusak oleh proses yang berbelit atau praktik yang tidak semestinya. Kita harus beri kepastian,” ujar Afni.

KITB sendiri sejatinya bukan kawasan tanpa rencana. Berbagai instrumen telah dimiliki, mulai dari pengelola, regulasi daerah, hingga status yang pernah masuk Proyek Strategis Nasional. Namun di lapangan, geliat industri nyaris tak terlihat, lahan luas dikuasai, tetapi pembangunan tak kunjung dimulai.

Situasi itu yang kini ingin dibalik. Afni bahkan meminta evaluasi menyeluruh terhadap tenant yang telah mengantongi lahan, termasuk mengkaji ulang kepemilikan SHGB yang belum dimanfaatkan.

“Kalau serius, kita bantu. Tapi kalau hanya pegang lahan tanpa aktivitas, harus ditertibkan,” ucap Mantan wartawan itu.

Di sisi lain, pihak investor melihat peluang yang tak kecil. Direktur PT MNS, Yudi Utomo, mengungkapkan bahwa lalu lintas kapal di perairan Riau mencapai ribuan setiap tahunnya, sebuah pasar yang selama ini belum tergarap optimal.

Lokasi KITB yang dekat muara dan langsung menghadap Selat Padang menjadi nilai lebih. Ditambah lagi, belum adanya galangan kapal besar di wilayah tersebut menjadikan investasi ini dinilai strategis.

Tak hanya membangun galangan, PT MNS juga menyiapkan infrastruktur pendukung secara mandiri, mulai dari fasilitas pemurnian air hingga pembangunan akses jalan sepanjang 1,2 kilometer di dalam kawasan.

Lebih dari itu, proyek ini juga membawa dampak langsung bagi masyarakat. Sekitar 200 tenaga kerja akan diserap, dengan prioritas bagi warga lokal yang memiliki keahlian teknik.

Langkah awal ini memang belum menyelesaikan seluruh persoalan KITB. Namun setidaknya, dari satu tombol yang ditekan bersama, arah perubahan mulai terlihat, dari kawasan yang lama sunyi, menuju pusat industri yang diharapkan kembali hidup. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPP PKB Uji Langsung Kandidat Ketua DPC Pelalawan, Tiga Nama Lolos Tahap Penentu

23 April 2026 - 16:31 WIB

Dipimpin Tommy Kurniawan, Muscab PKB Pelalawan Tegaskan Arah Kepemimpinan ke Depan  

23 April 2026 - 16:19 WIB

Temui Menteri ATR/BPN dan Dirjen Migas, Bupati Afni Perjuangkan Hak Rakyat Kandis dan Minas

23 April 2026 - 09:09 WIB

Mahasiswa FIB Unilak Ikuti Latihan Zapin Siak Bersama Pemuda Sungai Mempura

23 April 2026 - 06:28 WIB

Pertamina Harus Berhenti Bergantung pada TA Revamp, Kebutuhan bukan Pilihan

22 April 2026 - 23:07 WIB

Trending di Dumai